OJK mencatat total investasi dana pensiun capai Rp 1.619,54 triliun per Mei 2026. Instrumen SBN masih mendominasi dengan porsi 65,25%.
Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan total investasi industri dana pensiun di Indonesia telah mencapai Rp 1.619,54 triliun hingga akhir Mei 2026. Nilai penempatan dana tersebut tumbuh 7,76% secara tahunan (year-on-year).
Dari total dana yang dikelola, instrumen Surat Berharga Negara (SBN) masih mendominasi portofolio investasi dana pensiun secara signifikan.
Penempatan pada SBN tercatat mencapai Rp 1.056,79 triliun, yang setara dengan 65,25% dari keseluruhan total investasi industri.
BERITA TERKAIT
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (KE PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, menegaskan bahwa belum ada indikasi peralihan alokasi aset dari pengelola dana pensiun ke luar instrumen pemerintah.
“Dengan komposisi tersebut, hingga Mei 2026 OJK belum melihat adanya pergeseran yang signifikan dari investasi dana pensiun keluar dari instrumen SBN,” ujar Ogi dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7).
Keseimbangan Profil Risiko & Struktur Portofolio
Ogi menjelaskan bahwa kecenderungan industri memilih SBN didasari oleh karakteristik instrumen pemerintah yang mampu memberikan keseimbangan antara faktor keamanan, tingkat likuiditas, serta kepastian imbal hasil (yield). Karaktekstik ini dinilai paling relevan untuk menyesuaikan profil kewajiban jangka panjang (liability matching) institusi dana pensiun.
Setelah SBN, porsi penempatan terbesar kedua dialokasikan pada instrumen deposito perbankan, dengan nilai mencapai Rp 222,35 triliun atau porsinya sebesar 13,73% dari total investasi.
Perkembangan Return of Investment (RoI)
Di sisi lain, OJK juga melaporkan kinerja imbal hasil atau Return of Investment (RoI) industri dana pensiun per Mei 2026 berada di level 0,51%. Angka tersebut tercatat sedikit melandai jika dibandingkan dengan posisi per April 2026 yang berada di tingkat 0,55%.
Ogi mengungkapkan, penurunan tipis pada RoI dipengaruhi oleh fluktuasi harga instrumen di pasar modal dan pergerakan pasar keuangan secara umum.
“Pergerakan RoI tersebut dipengaruhi oleh dinamika kondisi pasar keuangan, termasuk pergerakan harga surat berharga dan kondisi pasar modal selama periode berjalan. Mengingat sebagian besar portofolio investasi dana pensiun ditempatkan pada instrumen pasar keuangan, maka kinerja investasi akan dipengaruhi oleh perkembangan kondisi pasar,” pungkas Ogi. ***

















