JAKARTA, Stabilitas.id – Survei Konsumen Bank Indonesia pada April 2025 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terjaga. Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2025 yang berada pada level optimis sebesar 121,7, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 121,1.
“Terjaganya keyakinan konsumen pada April 2025 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). IKE tercatat sebesar 113,7 pada April 2025, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 110,6. Sementara itu, IEK tetap berada pada level optimis sebesar 129,8, meski lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 131,7,” demikian hasil survey IKK dirilis BI, Jumat (9/5).
BERITA TERKAIT
Berdasarkan kelompok pengeluaran responden, keyakinan konsumen pada April 2025 meningkat untuk sebagian kelompok, dengan IKK tertinggi tercatat pada responden pengeluaran >Rp5 juta (127,9) dan Rp4,1-5 juta (125,2). Meski demikian, perkembangan optimisme pada kelompok pengeluaran Rp1-2 juta menurun dibandingkan kondisi bulan sebelumnya.
Berdasarkan kelompok usia, IKK meningkat pada hampir seluruh kelompok usia, dengan IKK tertinggi tercatat pada responden usia 20-30 tahun (126,4), 31-40 tahun (123,0), dan 41-50 tahun (120,9). Sementara itu, kelompok usia >60 tahun mengalami penurunan optimisme dibandingkan periode sebelumnya.
Secara spasial, IKK tercatat berada pada level optimis di seluruh kota yang disurvei. Peningkatan IKK terjadi di sejumlah kota, dengan peningkatan tertinggi di Bandung, diikuti oleh Medan dan Jakarta.
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini
Pada April 2025 persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini meningkat, tecermin dari IKE April 2025 sebesar 113,7, lebih tinggi dibandingkan dengan 110,6 pada bulan sebelumnya.
Meningkatnya IKE pada April 2025 didukung oleh meningkatnya seluruh komponen pembentuk, yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG), dan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), yangmasing-masing tercatat sebesar 125,4, 113,9, dan 101,6, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 121,3, 110,2, dan 100,3. Secara spasial, beberapa kota mencatatkan peningkatan IKE, terbesar di Bandung, diikuti oleh Palembangdan Jakarta.
Berdasarkan komponennya, keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini terindikasi meningkat, bersumber dari peningkatan seluruh kelompok pengeluaran. Peningkatan paling tinggi terjadi pada kelompok Rp4,1-5 juta (130,9) dan Rp3,1-4 juta (124,0). Berdasarkan kelompok usia, peningkatan keyakinan konsumen terjadi pada seluruh kelompok usia, kecuali kelompok usia >60 tahun (111,9).
Indeks Ekspektasi Konsumen
Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diprakirakan tetap terjaga. Hal ini tecermin dari IEK April 2025 sebesar 129,8, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 131,7. Tetap terjaganya IEK bersumber dari komponen Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) April 2025 tercatat sebesar 137,5, sedikit lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 137,0.
Sementara itu, komponen Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) pada April 2025 masing-masing tercatat sebesar 123,5 dan 128,5, masih berada pada level optimis meski lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 125,9 dan 132,2. Secara spasial, beberapakota yangtercatat mengalami peningkatan IEK yaitu Medan, Makassar, dan Banten, sedangkan yang tercatat mengalami penurunan antara lain Bandar Lampung, Banjarmasin, dan Denpasar.
Sementara, persepsi responden terhadap ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan masih berada pada level optimis untuk seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran Rp2,1-3 juta (131,6) dan Rp1-2 juta (132,1) masih tercatat meningkat, sedangkan kelompok pengeluaran lainnya tercatat turun terutama pada kelompok pengeluaran Rp3,1-4 juta (136,2).
Berdasarkan kelompok usia, keyakinan konsumen pada kelompok usia 51-60 tahun (137,6) tercatat meningkat paling tinggi, sementara kelompok usia >60 tahun (117,5) tercatat turun paling dalam. ***















