• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Mei 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Kolom

Tantangan Pembelajaran Era “New Normal”

oleh Sandy Romualdus
19 November 2021 - 11:07
77
Dilihat
Tantangan Pembelajaran Era “New Normal”
0
Bagikan
77
Dilihat

Laura Valentine, Area Manager BPD Indonesia Timur, Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI)

PEREKONOMIAN Indonesia sudah mengalami setidaknya tujuh jilid pembatasan mobilitas masyarakat sejak 2020 hingga saat ini. Isitilah “new normal” yang digaungkan sebagai respons dan penyesuaian atas perubahan yang tengah terjadi akibat pandemi tampaknya sudah menjadi kebiasaan hampir semua pihak. Namun demikian sebagai makhluk yang memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa, kita memiliki bekal yang baik untuk melewati masa pandemi ini.

Adaptasi juga mau tidak mau menjadi sesuatu yang dilakukan oleh industri perbankan. Dengan cepat seluruh bisnis bank dipaksa beradaptasi sedemikian rupa, dengan strategi utama “digitalisasi”. Layanan nasabah, proses kredit, akses informasi, saat ini dipaksa bertransformasi demi tetap menjalankan bisnis “new normal“. Selain pelayanan pada customer eksternal, bank juga beradaptasi dalam melakukan pelayanan untuk pihak internal dalam hal ini pegawai bank sendiri. Salah satu bentuk pengembangan pegawai dalam masa pandemi adalah dengan fasilitas online training.

Kegiatan pembelajaran sering kali disamakan dengan aktivitas pelatihan di kelas. Namun sebetulnya kegiatan pembelajaran merupakan keseluruhan dari kegiatan belajar secara terstruktur dan tidak terstruktur. Kegiatan itu menyentuh tidak hanya sisi kognitif namun juga ranah afektif dan psikomotor individu pembelajar. Sisi kognitif bertujuan melibatkan sisi intelektual, sisi afektif berhubungan dengan emosi dan rasa, serta psikomotor berkaitan dengan keterampilan fisik dan tindakan. Melatih seluruh ranah tersebut tidak dapat dilakukan oleh aktivitas pembelajaran formal di kelas saja.

BERITA TERKAIT

SESPIBANK® 82 Gandeng EDHEC Business School Paris, LPPI Pertajam Kompetensi Global Bankir Senior Indonesia

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

LPPI Gelar Virsem#107 ‘Hijrah Finansial’, Dorong Perbankan Syariah Bidik Rasionalitas Ekonomi

Pacu Blueprint 2030, BI dan OJK Jadikan PIDI ‘Engine’ Inovasi Talenta Digital

Menurut Lombardo & Eichinger, sebuah model pembelajaran yang komprehensif terdiri dari formula 10 : 20 : 70 yang merupakan penggabungan structured learning dan unstructured learning. Singkatnya Sekitar 70 persen dari proses pembelajaran dilakukan dengan memberika tugas yang menantang  agar pegawai bisa mendapat pengalaman langsung di lapangan (learning from experience). Sebesar 20 persen dari dikembangkan melalui learning momentum berupa hubungan dan umpan balik (coaching, mentoring, counseling) dan 10 persen pembelajaran dilakukan dengan pelatihan formal (inclass).

Structured learning merupakan kegiatan belajar formal seperti pelatihan, yang diberikan secara dua arah dimana terdapat pengajar dan peserta pelatihan. Metode ini paling umum digunakan oleh instansi dalam rangka development, yang dapat dilakukan oleh internal perusahaan maupun menggunakan vendor pendidikan. Namun efektivitas kegiatan ini hanya 10 persen saja.

Selain structured learning, 90 persen bentuk pembelajaran yang penting dari keseluruhan proses belajar adalah unstructured learning, yang terdiri atas kegiatan learning momentum (20 persen), dan learning from experience (70 persen). Learning momentum diperoleh dari aktivitas coaching & mentoring, baik diberikan oleh atasan langsung maupun eksternal perusahaan seperti vendor pendidikan. Yang tidak kalah penting adalah Learning from Experience. Kegiatan ini dilakukan dengan simulasi dan job assignment. Ketika individu merasakan mencoba melakukan simulasi, maka seluruh panca indra secara simultan membantu menciptakan pengalaman yang dapat diingat agar menciptakan proses kerja terbaik. Sayangnya, sekali lagi, belum semua instansi menyadari pentingnya proses pembelajaran secara komprehensif tersebut.

Lembaga atau organisasi masih menginginkan dan mengandalkan pelatihan pegawainya pada proses structured learning ini. Perusahaan berharap pelatihan itu memberikan dampak besar bagi pegawai dan instansi. Sebab itulah saat ini kegiatan pelatihan yang dilakukan juga secara online tetap menjadi pilihan perusahaan, terutama karena investasi yang lebih terjangkau. Berbagai pilihan pembelajaran seperti webinar maupun kelas online publik dan in-house dapat menjadi alternatif. Media pelatihan dipersiapkan dengan berbagai aplikasi, seperti Google Meet, Zoom, Teams dan lainnya.

Namun demikian, sepanjang pengalaman saya dalam menjalankan proses training kepada pegawai bank metode belajar online ini bukanlah opsi terbaik. Permasalahan utama adalah kendala jaringan, selain adanya limitasi interaksi peserta dengan pengajar. Mengambil data sebelum pemberlakuan PPKM, BPD Indonesia Timur tidak keberatan melakukan investasi untuk kegiatan structured learning pelatihan tatap muka dengan metode pelatihan in-house. Rata-rata investasi kelas kecil sekitar Rp87,950 juta,- untuk short course, belum termasuk penyediaan fasilitas kelas dan lainnya. Ditambah lagi kewajiban bank untuk bersama mematuhi protokol kesehatan serta mempertimbangkan risiko kesehatan peserta dan pengajar. Dengan segala risiko tersebut, lagi-lagi angka ini hanya berdampak maksimal 10 persen.

Perlu kembali kita pahami bahwa untuk memperoleh sebuah pengalaman belajar yang utuh dan berdampak bagi instansi, kita perlu mempersiapkan investasi tambahan yang tidak kalah penting yakni pada kegiatan unstructured learning. Memang bukan perkara mudah, bahkan jikapun sudah memiliki seluruh aturan main pembelajaran yang komprehensif. Tapi sekali lagi, manusia adalah makhluk pembelajar yang tangguh dalam beradaptasi. Jika pandemi saja bukan penghalang kita untuk belajar, maka mengembangkan pembelajaran dengan gabungan structured dan unstructured learning harus menjadi new normal dalam metode pembelajaran kita.***

Tags: Era “New Normal”Laura ValentineLPPITantangan New Normal
 
 
 
 
Sebelumnya

Pemerintah Waspadai Serangan Siber

Selanjutnya

Kedisiplinan yang Berbuah Manis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

oleh Sandy Romualdus
21 Maret 2025 - 09:16

Oleh : Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Tanggal 18 Maret 2025 pasar...

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

oleh Stella Gracia
26 Juni 2024 - 15:05

Oleh Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik dan Ekonom UPN Veteran Jakarta Baru-baru ini, Indonesia dikejutkan oleh serangan siber besar-besaran...

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

oleh Sandy Romualdus
21 September 2023 - 16:34

Oleh Ahmed Zulfikar, Relationship Manager LPPI SAAT ini isu perubahan iklim telah menjadi topik hangat yang hampir selalu dibahas dalam...

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2023 - 12:32

Oleh : Novita Yuniarti, Assistant Programmer LPPI SERANGAN siber memiliki dampak yang serius dan menjadi isu kritis dalam digitalisasi keuangan...

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

oleh Sandy Romualdus
3 Juni 2023 - 20:20

Oleh : Baiq Shafira Salsabila, Diospyros Pieter Raphael Suitela, Muhammad Faiz Ramadhan * INDIA adalah salah satu negara berkembang dengan industri farmasi terbesar...

Fenomena Bank Digital: Tren Naik, Harus Diimbangi dengan Literasi Digital

Transformasi Digital vs Literasi Digital

oleh Sandy Romualdus
14 Februari 2023 - 08:10

Oleh Danal Meizantaka Daeanza - Assistant Programmer LPPI Perubahan yang terjadi di dunia selama satu dekade belakangan ini sangat signifikan....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Berlaku! PMK 23/2026: Aturan Baru Penagihan hingga Pelunasan Piutang Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Lampung Masuk 10 Besar Investor Terbanyak, OJK Ingatkan Rumus 2L Atasi Investasi Bodong

Aset Konsolidasi Tembus Rp168,85 Triliun, KUB Bank Jatim Gerbang Aliansi Ekonomi Lintas Daerah

Kuartal I/2026: Aset BPD Tembus Rp1.036 Triliun di Tengah Evaluasi Ketat KUB oleh OJK

Kinerja Kuartal I/2026 Melesat: Laba Sebelum Pajak Krom Bank Meroket 99%

Gempuran Geopolitik Global, Bank Indonesia Kerek Suku Bunga BI-Rate ke 5,25%

Tekan Kebocoran Finansial, KPR Takeover Jadi Solusi Hemat Cicilan Hingga 40%

Pasca-Lebaran: Penjualan Mobil Melonjak 55%, Optimisme Ekonomi Kuartal II Menguat

Tekan Emisi Konstruksi, SIG Gandeng BRIN Kembangkan Beton Pintar hingga Beton Maritim

Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Kedisiplinan yang Berbuah Manis

Kedisiplinan yang Berbuah Manis

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance