BERITA TERKAIT
PT Taspen (Persero) membelanjakan sebesar Rp 6 miliar untuk pengadaan 8 mobil layanan Taspen (motas). Direktur Utama Taspen, Iqbal Latanro menuturkan, ini harga yang cukup murah untuk lebih mendekatkan Taspen ke peserta. “Rp 750 juta untuk satu mobil, lebih mahal (biaya) jaringan infrastrukturnya. Ini enggak banyak (kalau) untuk meningkatkan pelayanan,” kata dia di kantor Taspen, Jakarta.
Adanya mobil keliling ini, lanjut Iqbal, disebabkan program e-klaim yang diluncurkan sebelumnya masih kurang efektif menjangkau para peserta. Utamanya, para peserta program pensiunan, di mana para lanjut usia tersebut kata Iqbal, kurang gesit berselancar di internet.
Asal tahu saja, program e-klaim ini diluncurkan bertepatan dengan ulang tahun Taspen ke 50, tahun lalu. Menurut Iqbal, mobil keliling bisa membantu peserta untuk mengurus klaim, pencetakan Kartu Peserta Taspen, pengurusan mutasi kantor bayar, dan lainnya.
“Kalau ada orang berkumpul kita bisa datang. Misal di suatu kompleks perumahan banyak pensiunan, bisa panggil kita datang. Dengan mobil ini seluruh transaksi di kantor cabang bisa dikerjakan, yang belum bisa adalah pembayaran,” katanya.
















