• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Selasa, Oktober 27, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi Industri

Topang Ekonomi Keluar dari Resesi, Sektor Pertanian Butuh Sentuhan Digitalisasi

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan PDB sektor pertanian tumbuh positif 1.75 persen di tahun 2020.

by Stella Gracia
26 Maret 2021 - 10:33
51
VIEWS
Topang Ekonomi Keluar dari Resesi, Sektor Pertanian Butuh Sentuhan Digitalisasi
0
SHARES
51
VIEWS

BERITA TERKAIT

Cetak Pemimpin Bank Berwawasan Global: LPPI Resmi Tutup Program Sespibank Angkatan 83

Siapkan 22 Pemimpin Cabang Pembantu: Bank NTT Gandeng LPPI Gelar Pelatihan Manajemen Eksekutif

Bukan Menyerahkan Kendali ke Mesin, LPPI Dorong Bankir Berkolaborasi dengan AI

Tepis Stigma Kaku Perbankan, Fitur Talent Check-In LPPI Sedot Antusiasme Siswa Vokasi

JAKARTA, Stabilitas.id — Sektor pertanian menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia keluar dari ancaman resesi sepanjang tahun 2020. Ketahanan sektor pertanian disebabkan oleh keberhasilan pelaksanaan program pemulihan sehingga selama tahun 2020 dapat berkinerja positif di tengah tekanan pandemi Covid-19. Hal itu tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang melansir PDB sektor pertanian tumbuh positif 1.75 persen di tahun 2020, ketika ekonomi nasinal mengalami kontraksi sebesar -2 persen. Namun sektor pertanian butuh sentuan digital agar tumbuh lebih optimal.
Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Kementerian Pertanian Sudi Mardianto mengungkapkan, sektor pertanian terbukti mampu bertahan dan tampil sebagai pemyelamat perburukan resesi ekonomi nasional dengan catatan ekspor produk pertaniandi angka yang menggembirakan.
“Nilai ekspor pertanian di 2020 mencapai Rp451.8 triliun atau meningkat 15.79 persen dibanding 2019 yang mencapai Rp 390.2 triliun. Daya beli pun terus membaik, dengan nilai petani pada Januari 2021 mencapai 103,26 dibanding bulan sebelumnya,” ungkap Sudi Mardianto saat menjadi pembicara kunci pada seminar internasional Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) dengan tema ‘What Digital and Analytics Can Bring To The Various Value-Chain’ yang digelar secara virtual, Kamis 25 Maret 2021.
Selain itu, paralel dengan kinerja yang tumbuh positif, pada masa pandemi ternyata sektor pertanian menjadi pilihan bagi tenaga kerja yang mengaami PHK. Ini terlihat dari jumlah tenaga kerja sektor pertanian yang meningkat 2,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kendati demikian, Sudi Mardianto menegaskan bahwa ke depannya kontribusi sektor pertanian dalam rangka menjamin ketersediaan pangan maupun perumbuhan ekonomi pedesaan masih sangat diperlukan. Maka dari itu, agar kontribusi tersebut dapat diwujudkan perlu diimbangi dengan strategi dan komitmen yang kuat dari semua pemangku kepentingan termasuk lembaga perbankan.
Sebanya, menurut Sudi Mardianto, distribusi pangan masih mengalami masalah dan belum pulih sepenuhnya. Terlihat dari daya beli juga tertekan, ancaman perubahan iklim yang menyebabkan potensi menurunnya ketersediaan bahan pangan di pasar global. Sejumlah tantangan tersebut ditangani secara cermat oleh Kementerian Pertanian melalui upaya yang terstruktur seperti meningkatkan produksi prtanian melalui intensifikasi dan ekstensifikasi, memperlancar distribusi dan rantai pasok pangan, menjaga stabilisasi harga pangan dan mengembangkan stok dan intervensi pasar.
Agar upaya tersebut berkesinambungan, lanjtu Sudi Mardianto, Kementerian Pertanian menyusun program peningkatan ketersediaan pangan secara holistik dari hulu-hilir melalui peningkatan kapasitas produksi. Program ini diarahkan untuk ketersediaan pangan nasinal melalui peningkayan produksi bahan pangan pokok khususnya beras.
Kegiatan yang dilakukan antara lain, pertama melalui percepatan taman dan perluasan areal tanam dengan memanfaatkan lahan tawa tapi tetap dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Kedua, dengan diversifikasi pangan lokal, program ini untuk mengurangi ketrgantungan pada pangan pokok beras dengn pengembangan ubi, jagung dan sagu. Upaya lainnya adalah pengemmbangan pekarangan pangan lestari yang khusus ditujukn untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui penyediaan sumber pangan dan gizi yang ditanam di sekitar ruma.
Ketiga, penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, priogram food estate yang merupakan arahan langsung Presiden Jokowi yang diorientasikan untuk memperkuat cadangan logistik nasional, mengurangi ketergantungan pada impor dan merespon food and agricultural organisation mengenai potensi krisis pangan yang akan melanda dunia karena pandemi dan dampak pemanasan global yang dampaknya makin tinggi dan tidak bisa diprediksi.
Adopsi Teknologi
Untuk mendukung hal itu, Sudi Mardianto mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian telah membangun AWR (agricultural war room) yang berfungsi sebagai pusat data dan kontrol pertanian di daerah. Dengan demikian AWR terhubung hingga level kecamatan hingga balai penyuluh pertanian. Kementrian Pertanian juga menggunakan teknologi dalam budidaya pertanian seperti smart green house dan smart irigation.
“Jadi pemanfaatan big data juga menjadi proses. Ada pengisian RDKK berbasis elektronik sebagai dasar pemenuhan kebutuhan pupuk senantiasa diperbarui agar validitasnya semakin baik. demikian juga dengan sistem informasi penyuluhan pertanian juga semakin dimutakhirkan sehingga dapat menjaring dan mengumpulkan data terkait tenaga penyuluh,” jelasnya.
Namun, lanjutnya, disadari jika adopsi teknologi di sektor pertanian tidak dapat serta merta dapat dikondisikan secara merata di seluruh Indonesia. Maka salah satu strateginya adalah melalui korporasi petani. “Strategi ini untuk meingkatkan skala usaha petani yang pada umumnya relati kecil menjadi usaha yang memenuhi skala ekonomi melalui single management pengelolaan usaha pertanian. Strategi ini tidak menghilangkan kepemilikan lahan petani karena yang dikonsolidasikan adalah management pengelolaan usaha taninya,” pungkas dia.
Mirza Aditiaswara, Direktur Utama LPPI sepakat bahwa adopsi teknologi di sektor pertanian menjadi keharusan. Sebab di Indonesia, agrikultur merupakan sektor penting karena masih menjadi sektor terbesar yang menyerap tenaga kerja. “Sebagai negara agrikultur kita ingiin membangun dan mengemmbangkan agrikultur sehingga bisa menjadi sektor yang penting dan meningkatkan pendapatan masyarakat. saat ini pendapatan. Dalam case ini bagaimana kita mendapat digital ekonomi dan finance untuk membantu menumbuhkan agrikultur kita,” ungkap Mirza.
Mantan Deputi Senior Bank Indonesia ini menegaskan, untuk petani tradisonal, digitalisasi sangat penting bagi mereka untuk mendapat akses pasar dan informasi mengenai pasar, berapa harga produknya, siapa pembeli, bagaimana menjual ke pembeli. Hal ini penting bagi petani dan pemerintah untuk bagaimana membantu petani mendapat harga yang layak. Selain itu juga membmantu mereka untuk mendapat akses informasi tentang teknologi, informasi tentang bagaimana bibit yang sesuai untuk padi, jagung dan produk pertanian lainnya.
Di sisi lain, digitalisasi juga penting untuk mebantu petani mendapat akses modal dan financing. Menurut Mirza, perbankan saat ini dalam situasi surplus pendanaan, sementara akiabt pandemi dan resesi global, semua sentral bank di dunia menetapkan bunga yang sangat rendah. “Jadi ini sangat penting bagaimana menyalurkan akses pembiayaan di bank, bagaimana mendistribusikan pembiayaan kepada peminjam untukmembantu petani. Dalam kasus ini digital finance, kita berharap bahwa ekonomi digital dapat membantu sektor pertanian. Tentu saja bagi bank sangat penting dapat info, petani mana yang membutuhkan pembiayaan, yang layak mendapat pembiayaan,” jelasnya.
Alessandro Colafranceschi, CEO & Co-founder Tillo.App di kesempatan yang sama mengatakan, sektor pertanian global telah menjadi industri yang bertransformasi dalam 50 tahun terkahir ini. Bahkan belakangan ini perubahannya semakin cepat. Ini ditandai oleh kemajuan dalam teknologi mesin yang membawa pertanian pada budidaya yang semakin cepat, sistem irigasi, yang menandai pencapaian era revolusi industri 4.0. “Revolusi ini memerlukan data dan konetivitas, artificial inteligen analitik, big data, sentralisasi,” jelas Alessandro.
Dia pun melihat sektor pertanian saat ini berada pada posisi yang sempurna. Sebab, perubahan sosial ekonomi dan teknologi di industri ini memberi pesar bahwa, dunia memerlukan makanan yang lebih banyak. “Kita sebenarnya sedang berada dalam food security crisis. Di sisi lain petani sedang berjuang untuk memgikuti permintaan, marginnya semakin kecil dan bisa menyebabkan krisis volatilitas pasar yang tinggi dan mengubah perilaku konsumer,” kata Allesnadro.
Maka, dia memberi dua catatan penting ketika mencemati sektro pertanian saat ini. Pertama bahwa ada generasi baru petani yang lebih muda dan lebih menghemat pajak, juga lebih mudah mengadopsi teknologi dan digital teknologi untuk memanage pertaniannya. Kedua, ada teknologi smartphone yang dimiliki hampir semua petani. Maka sudah seharunya teknologi dan konektivitas tidak lagi menjadi penghalang. “Teknologi bisa menyelamatkan petani melalui kebiasaan yang baik dengan melakukan kolaborasi yang membuat petani semakin pintar dan meningkatkan profitabilitas. Pertanian berbasis data adalah game changer,” pungkas dia.
Maxsim Osintsev, Executive Director of Financial Institution Sberbank, mengungkapkan tahun 2020 adalah pertama dalam sejarah Rusia, ekspor pertanian meningkat hingga 19 persen. Ini sebagai dampak dari perhatian yang besar pemerintah Rusia pada digitalisasi pertanian. “Ada banyak sektor yang sudah didigitalisasi. Saat ini pemerintah sudah mengimplementasikan proyek teknologi pertanian dengan tujuan menjamin pertumbuhan dan performanya,” ungkap Max.
Sementara itu, Danar Widyantoro, EVP Eterprise Data Management, Bank BRI mengungkapkan, pihaknya telah menyalurkan Rp137 triliun untuk membiayai sektor pertanian. Sementara itu, KUR ke sektor pertanian mencapai 30 perser dari total anggaran KUR yang sebesar Rp 90 triliun. “Agribisnis selalu memiliki ruanga untuk tumbuh,” katanya.
Maka dari itu, BRI secara konsisten meggunakan tiga platform strategi. Pertama, digitizing core, yakni mendigitalisasi bisnis proses yang ada yang tadinya manual menjadi lebih otomatis. Kedua, digitalisasi. Bagaimana teknologi IT berkembang mulai dari adanya fintech, startup, big data analitik, face recognition, dsb digabungkan menjadi ekosistem. Dan ketiga, new digital proposition. Dalam hal ini BRI bekerja dengan mindset seperti startup dan fintech yang berangkat dari idea, kemudian coba validasi idenya, kembangkan produk, validasi produknya, hingga memilki sebuah most valuable product yang bisa dirilis ke pasar dan dievaluasi terus menerus.
“Kami mencoba dari sisi value chain, suplay chain. Kami kembangkan bisnis proses baru yang bisa masukkan ke dalam sistem yang kita gabungkan menjadi sebuah plaform yang diberi nama BRI Corporate billing managemet. Ini bisa support keperluan distributor, keperluan principal, keprrluan buyer, vendor atau seller yang kita kembangkan dalam produk,” tutup Danar.

  • Baca juga: Cetak Pemimpin Bank Berwawasan Global: LPPI Resmi Tutup Program Sespibank Angkatan 83
  • Baca juga: Siapkan 22 Pemimpin Cabang Pembantu: Bank NTT Gandeng LPPI Gelar Pelatihan Manajemen Eksekutif
  • Baca juga: Bukan Menyerahkan Kendali ke Mesin, LPPI Dorong Bankir Berkolaborasi dengan AI
Tags: LPPI
 
 
 
 
 
Previous Post

Peringati Ultah ke – 57, Bank Kalsel Semarakkan Dengan Berbagai Event & Promo Menarik

Next Post

Menkeu Apresiasi LPS Jaga Kepercayaan Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Kuasai 20 Persen Pangsa Pasar Perth, TransNusa Kini Terbangi Rute Melbourne–Bali

Kuasai 20 Persen Pangsa Pasar Perth, TransNusa Kini Terbangi Rute Melbourne–Bali

by Sandy Romualdus
23 Oktober 2026 - 14:46

TransNusa resmi meluncurkan rute langsung Melbourne–Bali empat kali sepekan, membuka konektivitas jaringan Beyond Bali ke 11 destinasi dan hub Asia....

Soroti AI hingga Green Transformation, Pameran INCHEM TOKYO 2027 Gandeng Industri Global

Soroti AI hingga Green Transformation, Pameran INCHEM TOKYO 2027 Gandeng Industri Global

by Stella Gracia
22 Oktober 2026 - 09:08

Pameran kimia terbesar di Jepang INCHEM TOKYO 2027 resmi membuka pendaftaran eksibitor global guna memperluas adopsi AI, GX, dan kemitraan...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:00

Indonesia peringkat 1 dunia sektor modest fashion SGIE 2025/2026. Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman buka IN2MOTIONFEST x JMFW...

Pilar Pertamina Hijau: Patra Logistik Sulap Sekam dan Jerami Jadi Energi Alternatif

Pasok 1.500 SPBU: Patra Logistik Terapkan Standar Baru Perawatan 500 Mobil Tangki BBM

by Stella Gracia
2 Oktober 2026 - 12:12

Patra Logistik menerapkan standar baru SK 007 di Fuel Terminal Boyolali guna mengoptimalkan perawatan 500 mobil tangki BBM pemasok 1.500...

Tembus 75 Ribu Unit, Polytron Pamerkan Fox-Series dan Guyur Subsidi Rp6 Juta di GIIAS Semarang

Tembus 75 Ribu Unit, Polytron Pamerkan Fox-Series dan Guyur Subsidi Rp6 Juta di GIIAS Semarang

by Sandy Romualdus
2 Oktober 2026 - 10:37

Penjualan motor listrik Polytron sukses menembus 75 ribu unit secara nasional. Perusahaan agresif menebar subsidi Rp6 juta pada ajang GIIAS...

Perkuat Rantai Pasok Pertamina Patra Niaga, Patra Logistik Perluas Manajemen Armada ke Wilayah Barat

Perkuat Rantai Pasok Pertamina Patra Niaga, Patra Logistik Perluas Manajemen Armada ke Wilayah Barat

by Stella Gracia
1 Oktober 2026 - 12:12

Patra Logistik resmi mengelola distribusi BBM di seluruh Pulau Jawa setelah memperluas layanan Fleet Management ke tujuh terminal di Jawa...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

IHSG Bangkit 4,9 Persen, OJK Perpanjang Relaksasi Buyback Saham dan Perketat Deteksi Transaksi

CBI Luncurkan Empat Solusi Credit Intelligence, Perluas Akses Kredit bagi 137 Juta Calon Debitur

Salurkan KUR Rp144,59 Triliun hingga Agustus 2026, BRI Fokus Biayai Sektor Produksi

Pendaftar Haji Tumbuh 64 Persen, CIMB Niaga Syariah Perkuat Layanan Nasabah di Surabaya

Hampir 30 Tahun Terjebak Middle Income Trap, Kepala Bappenas Dorong Inovasi dan Industri Semikonduktor

Studi Sun Life: 82 Persen Perempuan Generasi Sandwich Terhambat Bangun Ketahanan Finansial

Pembiayaan Pindar Tembus Rp106,94 Triliun, OJK Edukasi Generasi Muda Soal Risiko Kredit Digital

Himpun Dana Lebih dari Rp5 Miliar di FinFest 2026, OJK Apresiasi Bank Jakarta Dorong Inklusi Keuangan

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
LPS Turunkan Kembali Tingkat Bunga Penjaminan Rupiah

Menkeu Apresiasi LPS Jaga Kepercayaan Masyarakat

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance