Jakarta – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja industri asuransi jiwa nasional di tanah air hingga kuartal ketiga 2014 masih tetap tumbuh didorong oleh peningkatan kepercayaan dan kesadaran nasabah mengenai pentingnya asuransi jiwa sebagai perlindungan jangka panjang.
”Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dan sikap ’wait and see’ dari investor pada masa pemilihan presiden 2014, industri asuransi jiwa tetap tumbuh didorong oleh peningkatan kepercayaan dan kesadaran nasabah mengenai pentingnya asuransi jiwa sebagai perlindungan jangka panjang. Pertumbuhan positif ini ditandai dengan meningkatnya total pendapatan (income) sebesar 30,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 120,86 triliun,” kata Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim di Jakarta, Jumat (12/12).
Kenaikan total pendapatan tersebut didorong oleh kenaikan hasil investasi, yang tumbuh signifikan secara kumulatif sebesar 585,7% dibandingkan tahun lalu, menjadi Rp 30,20 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung membaiknya kinerja pasar modal Indonesia bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (didukung dengan lancarnya penyelenggaraan pemilihan umum tahun ini).
AAJI juga mencatat bahwa hingga kuartal ketiga tahun ini, total pendapatan premi tumbuh secara positif dengan peningkatan pertumbuhan sebesar 2%. Kinerja positif total pendapatan premi didukung oleh kenaikan total premi lanjutan sebesar 22,7%, dari Rp 30,63 triliun menjadi Rp 37,57 triliun. Kenaikan total premi lanjutan tersebut menandakan bahwa masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya untuk terus mempertahankan perlindungan asuransi jiwa jangka panjang untuk masa depan.
Sementara itu, total premi bisnis baru mengalami perlambatan sebesar 9,6%. Penurunan ini disebabkan masih melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berdampak pada kecenderungan para konsumen untuk bersikap ’wait and see’ sebelum memutuskan pembelian produk-produk finansial dan proteksi.
AAJI juga mencatat, unit link masih merupakan kontributor terbesar total premi sebesar 55,3% dan produk tradisional menyumbang 44,7%. Pada kuartal ini, produk unit link mengalami sedikit pertumbuhan sebesar 1,7% sedangkan produk tradisional juga tumbuh sebesar 2,4%.
Sedangkan, dilihat dari kontribusi saluran pemasaran terhadap total premi, saluran pemasaran keagenan pada kuartal ketiga tahun ini berkontribusi sebesar 45.8%, dan bancassurance serta saluran alternatif masing-masing berkontribusi 36,2% dan 18%. Saluran pemasaran keagenan dan alternatif tumbuh masing-masing sebesar 5,9% dan 7,9%.
Lebih lanjut, AAJI mencatat pada kuartal ketiga tahun ini, total investasi dan total aset dari industri juga mengalami peningkatan bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah investasi industri asuransi jiwa meningkat 22,2% menjadi Rp 292,61 triliun dari Rp 239,37 triliun. Kenaikan tersebut berkontribusi pada peningkatan total aset industri asuransi jiwa. AAJI mencatat peningkatan total aset sebesar 26,7% menjadi Rp 337,64 triliun dari Rp 266,56 triliun di periode yang sama tahun lalu.






.jpg)










