Stabilitas.id – PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) sukses menuntaskan tahun buku 2025 dengan capaian transformasi digital yang solid. Sebagai digital attacker dari BRI Group, emiten bersandi saham AGRO ini membukukan pertumbuhan kredit digital sebesar 39,8% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp28,75 triliun.
Pencapaian ini mengukuhkan posisi Bank Raya dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia, di mana porsi kredit digital kini telah mendominasi sebesar 39,8% dari total portofolio kredit perusahaan, naik signifikan dari posisi 32,1% pada akhir 2024.
Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, menyatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan strategi bisnis digital yang berkualitas. “Kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan transformasi menjadi bank digital,” ujarnya dalam laporan keuangan audited 2025, dikutip Selasa (17/3/2026).
BERITA TERKAIT
Di sisi penghimpunan dana, Bank Raya mencatatkan performa impresif pada digital saving yang tumbuh 66,7% (yoy) menjadi Rp2,20 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume transaksi di Aplikasi Raya yang mencapai 4,7 juta transaksi atau naik 16,3% (yoy).
Ekspansi tabungan digital ini juga berdampak positif pada struktur dana murah perusahaan. Rasio Current Account Saving Account (CASA) Bank Raya tercatat naik menjadi 33,62% di akhir 2025, dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang sebesar 27,50%.
Inovasi Produk dan Sinergi Ekosistem
Bank Raya terus memperkaya fitur pada Aplikasi Raya dengan menghadirkan lebih dari 111 fitur, termasuk inovasi terbaru seperti Kartu Digital Debit Visa dan fitur Saku Bisnis untuk pelaku UMKM.
Tiga produk pinjaman digital (digital lending) utama perusahaan juga mencatatkan pertumbuhan pesat:
-
Pinang Dana Talangan: Tumbuh 52,9% (yoy) menjadi Rp1,08 triliun, mendukung produktivitas Agen BRILink.
-
Pinang Flexi: Tumbuh 20,5% (yoy) menjadi Rp1,03 triliun.
-
Pinang Maksima: Melonjak 71,53% (yoy) menjadi Rp880 miliar untuk pembiayaan berbasis invoice.
Sepanjang 2025, AGRO juga mengoptimalkan sinergi dengan induk usaha melalui pemanfaatan channel BRI seperti Agen BRILink dan Agen Gadai, serta memperluas kolaborasi dengan ekosistem fintech untuk menjangkau pelaku usaha di seluruh penjuru tanah air.
Meningkatnya penyaluran kredit digital turut mengerek pendapatan bunga perseroan sebesar 14,0% (yoy) menjadi Rp1,19 triliun. Dengan fundamental yang semakin kuat, Bank Raya optimistis prospek bisnis perbankan digital akan tetap menjanjikan di tahun-tahun mendatang seiring dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat. ***
















