JAKARTA, Stabilitas.id – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengapresiasi UMKM yang mampu menghasilkan ekspor mancanegara.
Hal tersebut disampaikan ketika Wamenkeu melakukan kunjungan ke workshop Wastraloka, UMKM binaan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) di Klaten, Jawa Tengah pada Jumat (8/7/22).
“Saya mendapat kesempatan mengunjungi Wastraloka dan kita lihat bahwa Wastraloka ini muncul sebagai UMKM yang mampu memasarkan produknya ke mancanegara. Artinya melakukan ekspor,” ungkap Wamenkeu.
BERITA TERKAIT
Wastraloka yang merupakan UMKM dengan produk kerajinan daur ulang premium yang dilukis motif batik, dinilai Wamenkeu memiliki keunggulan sebagai UMKM yang kreatif sehingga menghasilkan produk yang dapat dinikmati, dibeli, dan diakses oleh dunia.
Wamenkeu berharap UMKM dapat terus naik kelas dari UMKM yang bekerja secara rumahan, kemudian digali terus kreativitasnya sehingga mampu menjadi UMKM yang mampu maju ke panggung dunia, seperti Wastraloka.
“Jika mendapatkan produk yang laku di mancanegara, maka negara juga siap membantu supaya bisa memfasilitasi hal tersebut. Wastraloka adalah salah satu contoh di mana kreativitas dari masyarakat kita bisa kita dorong ke panggung dunia,” lanjut Wamenkeu.
Lebih lanjut, Wamenkeu mengharapkan agar LPEI dapat terus memberikan dukungan kepada pelaku UMKM, mulai dari pendanaan, memberikan penjaminan, hingga menghubungkan dengan pasar-pasar dunia yang tersedia.
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI dalam peningkatan ekspor nasional memiliki mandat untuk berupaya menciptakan eksportir baru.
Pertemuan LPEI dengan Wastraloka terjadi pada tahun 2018 dalam program pelatihan dan pendampingan berkelanjutan Coaching Program for New Exporters (CPNE). Melalui program tersebut, Wastraloka dapat melakukan ekspor ke sejumlah negara di dunia dengan berbagai produk daur ulang, seperti kaleng kerupuk, traditional teapot, tray, candle holder, stool, tumbler, yang dilukis motif batik tangan oleh seniman lokal.
Saat ini, Wastraloka telah mampu melakukan ekspor ke sejumlah negara, seperti Singapura, Australia, Malaysia, dan Belanda. Kapasitas produksinya telah meningkat hingga mampu memproduksi lebih dari 1.000 unit dan mampu mencetak omset ratusan juta rupiah setiap bulannya.
Selain program CPNE, LPEI juga telah melibatkan Wastraloka di sejumlah Pameran dan Business Matching untuk perluasan akses pasar. Wastraloka telah mengikuti salah satu pameran dagang terbesar di Indonesia yaitu Trade Expo Indonesia (TEI) pada tahun 2018 dan berkolaborasi bersama Sarinah dalam rangka perluasan akses pasar.***
















