• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Citi Cetak Rekor untuk Pembiayaan Berkelanjutan di Asia Pasifik

Citi juga memimpin dalam penerbitan sukuk senilai US$3 miliar untuk Indonesia pada bulan Juni.

by Stella Gracia
9 Juli 2021 - 14:38
16
VIEWS
Citi Indonesia Raih Penghargaan Bank Asing Sehat
0
SHARES
16
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas.id — Pada paruh pertama 2021, Citi telah berhasil membukukan lebih dari US$25 miliar untuk klien Asia Pasifik dari pasar modal global dan lokal yang diperuntukan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan berkelanjutan. Ini merupakan peningkatan sebesar 400% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dan tercatat sebagai peningkatan terbesar selama setengah tahun.

CEO Citi Asia Pasifik Peter Babej mengatakan transaksi yang paling menonjol pada paruh pertama tahun ini antara lain adalah dari Alibaba Group melalui penawaran empat bagian senilai US$5 miliar pada bulan Februari 2021 yang mencakup rencana keberlanjutan bertahap selama 20 tahun.

  • Baca juga: Dirut Bank BSN, Alex Sofjan Noor: Masa Depan Keuangan Syariah Butuh Peran Serta Generasi Muda

“Ini juga merupakan transaksi keberlajutan pertama di pasar modal bagi Alibaba. Sedangkan dari sektor perangkat keras (hardware), SK hynix menerbitkan obligasi senilai US$2,5 miliar di bulan Januari dengan rencana keberlanjutan selama 10 tahun,”ujarnya.

BERITA TERKAIT

PT SMT Didenda Rp1,5 Triliun di Kasus Saham DSSA, OJK Juga Sanksi AH Ltd dan TC Pte Ltd

Respons Konsultasi MSCI, OJK Sudah Gelar 16 Dialog Investor dan Pacu Aturan Free Float 15 Persen

Dirut Bank BSN, Alex Sofjan Noor: Masa Depan Keuangan Syariah Butuh Peran Serta Generasi Muda

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Peter melanjutkan, Citi juga memimpin dalam penerbitan sukuk senilai US$3 miliar untuk Indonesia pada bulan Juni yang mencakup rencana berkelanjutan selama 30 tahun. Ini merupakan penawaran hijau terlama berbentuk syariah.

“Sebagai perusahaan global yang memegang teguh nilai-nilai perusahaan, Citi berdedikasi untuk mendukung transisi ke ekonomi rendah karbon. Citi melihat pembiayaan berkelanjutan sebagai mandat dan peluang untuk bermitra dengan klien kami di seluruh wilayah untuk membantu mereka dalam mengurangi emisi karbon pada operasi mereks dan mencapai tujuan keberlanjutan perusahaan mereka,” kata Peter.

Dalam banyak kasus, para emiten sekarang dapat mengumpulkan pembiayaan secara lebih murah melalui penerbitan obligasi hijau.

Penetapan harga yang menguntungkan atau ‘greenium’ juga terlihat jelas di antara emiten obligasi berkelanjutan karena para emiten dapat memonetisasi tingkat kelebihan permintaan yang lebih tinggi untuk transaksi ini terutama di pasar yang dinamis dan menantang.

  • Baca juga: Sinergi Bank Digital dan Pindar, Krom Bank serta Easycash Teken Kerja Sama Channeling

“Sepuluh tahun yang lalu, pasar investasi ESG didominasi oleh investor tertentu saja yang menurut pasar dengan aset yang dikelola tidak melebihi US$5 miliar. Satu dekade kemudian, investasi ESG menjadi arus utama — bergerak dari yang niche ke sesuatu yang dibutuhkan. Hal ini terlihat dari kenaikan AUM ESG global yang saat ini telah mencapai US$30-45 triliun,”kata Peter.

Modal yang dikumpulkan untuk klien Asia adalah bagian dari target pembiayaan global Citi secara keseluruhan. Pada tahun 2019, Citi berhasil mencapai Pembiayaan Lingkungan sebesar $100 miliar empat tahun lebih awal dari target yang ditentukan. Pada April 2021, bank mengumumkan tujuan pembiayaan lingkungan senilai US$500 miliar, sebagai bagian dari tujuan pembiayaan berkelanjutan senilai US$1 triliun yang ditargetkan pada tahun 2030.

Kemitraan yang terjalin dengan klien saat ini telah berkembang lebih dari sekedar pembiayaan.

“Cakupan dari upaya pembiayaan berkelanjutan Citi terus berkembang, dan telah berhasil merangkul berbagai segmen klien mulai dari investor yang memposisikan ulang portofolio mereka ke arah industri yang lebih hijau, hingga perusahaan yang menyelaraskan kembali model bisnis mereka melalui akuisisi dan divestasi. komitmen institusional kami untuk membangun masa depan yang lebih hijau telah mencakup berbagai aktivitas ini,” tambah Babej.

Dalam berbagai kasus, Citi turut mengembangkan solusi bersama dengan klien dari sisi pembelian untuk memastikan pemenuhan kebutuhan utama mereka, termasuk dalam membentuk indeks Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (ESG) yang berstandar internasional Citi memiliki indeks ESG yang dapat dijadikan tolak ukur (benchmark) untuk dapat bertransisi ke portolio yang berkelanjutan.

Untuk operasinya sendiri, Citi menargetkan emisi nol bersih pada tahun 2030 berdasarkan jejak lingkungan dan mencapai 100% listrik terbarukan pada tahun 2020.

  • Baca juga: Suku Bunga Bertahan Tinggi, Citi Soroti Ketatnya Perebutan Modal Pemerintah dan Swasta

Selain itu, sejak 2001 Citi telah bekerja untuk mengukur, mengelola, dan mengurangi dampak lingkungan langsung dari operasinya dengan melacak penggunaan energi, emisi gas rumah kaca, penggunaan air, limbah, dan inisiatif pembangunan hijau. Citi tetap berkomitmen untuk mengurangi jejak lingkungan dari 7.000 fasilitasnya di hampir 100 pasar. Sebagian besar fokus ini untuk memastikan portofolio properti Citi lebih hijau dengan target yang jelas dan bertanggung jawab.

Di Jakarta, Citi telah bekerja sama dengan Zero Waste dalam rangka mengurahi jumlah sampah yang dibuang. Dari September hingga Desember 2020, Citi Indonesia berhasil menyumbangkan sampah sebanyak 250 kilogram perbulan ke TPA yang digunakan untuk kompos atau didaur ulang. Inisiatif ini masih terus berlanjut hingga kini.

 
 
 
 
 
Previous Post

DBS Luncurkan Platform Penerbitan Obligasi Digital Otomatis Pertama di Asia

Next Post

Ketika Regulator Melunak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Dirut Bank BSN, Alex Sofjan Noor: Masa Depan Keuangan Syariah Butuh Peran Serta Generasi Muda

Dirut Bank BSN, Alex Sofjan Noor: Masa Depan Keuangan Syariah Butuh Peran Serta Generasi Muda

by Sandy Romualdus
21 Oktober 2026 - 20:01

Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) Alex Sofjan Noor memberikan kuliah umum di UIN Sumatera Utara (UINSU) Medan...

Sinergi Bank Digital dan Pindar, Krom Bank serta Easycash Teken Kerja Sama Channeling

Sinergi Bank Digital dan Pindar, Krom Bank serta Easycash Teken Kerja Sama Channeling

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 13:27

Easycash dan Krom Bank menjalin kerja sama loan channeling guna memperluas penyaluran kredit digital dengan mengedepankan manajemen risiko berbasis AI....

Citi Indonesia Pelopori Penerapan Perangkat AI untuk Efisiensi 180.000 Karyawan Global

Suku Bunga Bertahan Tinggi, Citi Soroti Ketatnya Perebutan Modal Pemerintah dan Swasta

by Stella Gracia
20 Oktober 2026 - 11:13

Citi menyoroti ketatnya persaingan modal antara pemerintah dan swasta di tengah suku bunga tinggi serta tren optimalisasi cadangan emas bank...

Dukung Transformasi Kota Global, Bank Jakarta Biayai Elektrifikasi Transjakarta dan Pedestrian Deck MRT Dukuh Atas

Dukung Transformasi Kota Global, Bank Jakarta Biayai Elektrifikasi Transjakarta dan Pedestrian Deck MRT Dukuh Atas

by Stella Gracia
20 Oktober 2026 - 10:46

Pemprov DKI Jakarta meneken 15 kerja sama strategis lintas BUMD dan BUMN guna memacu infrastruktur, energi bersih, dan visi Top...

Dua Tahun Beruntun, BNI Pertahankan Predikat Tertinggi GCG di IICD Award 2026

Dua Tahun Beruntun, BNI Pertahankan Predikat Tertinggi GCG di IICD Award 2026

by Sandy Romualdus
20 Oktober 2026 - 05:21

BNI mempertahankan predikat tertinggi Leadership in Corporate Governance di ajang The 17th IICD Award 2026 dan meraih posisi GCG terbaik...

Sasar Pekerja Muda, Bank BSN Rilis KPR DP 1 Persen dengan Tenor 40 Tahun

Sasar Pekerja Muda, Bank BSN Rilis KPR DP 1 Persen dengan Tenor 40 Tahun

by Sandy Romualdus
19 Oktober 2026 - 21:24

Bank BSN menghadirkan KPR bagi pekerja muda dengan DP 1 persen dan tenor 40 tahun, ditopang portofolio KPR perseroan yang...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

PT SMT Didenda Rp1,5 Triliun di Kasus Saham DSSA, OJK Juga Sanksi AH Ltd dan TC Pte Ltd

Respons Konsultasi MSCI, OJK Sudah Gelar 16 Dialog Investor dan Pacu Aturan Free Float 15 Persen

Dirut Bank BSN, Alex Sofjan Noor: Masa Depan Keuangan Syariah Butuh Peran Serta Generasi Muda

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Saham HSC Keluar dari IHSG, Analis: Investor Asing Butuh Bukti Penegakan Hukum Nyata

BREN, DSSA, hingga BYAN Masuk Daftar 80 Saham HSC yang Dikeluarkan dari IHSG

Payung Hukum Mengacu PMK 11/2016, Kemenkeu Pertahankan Penyaluran Gaji PNS di Perbankan

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK dan DSN-MUI Perkuat Peran Dewan Pengawas

Topang Likuiditas Industri, LPS Jaga Selisih Bunga Penjaminan BPR terhadap Bank Umum

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Ketika Regulator Melunak

Ketika Regulator Melunak

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance