• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, September 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Diambang Batas UU, Bank Dunia Ramal Defisit Fiskal RI Tertahan 2,8% PDB

oleh Stella Gracia
12 Juni 2026 - 15:11
11
Dilihat
Bank Dunia: Perlu Lebih Banyak Investasi Swasta Demi Perbaikan Ekonomi
0
Bagikan
11
Dilihat

Stabilitas.id – Bank Dunia (World Bank) membunyikan alarm terkait ruang fiskal Indonesia yang diproyeksikan bakal terus berada di bawah tekanan dalam beberapa tahun ke depan. Lembaga donor internasional ini meramal defisit anggaran merayap mendekati batas maksimal 3% yang diizinkan oleh undang-undang, seiring dengan bengkaknya pos belanja subsidi dan program prioritas pemerintah.

Dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026, Bank Dunia memproyeksikan defisit fiskal APBN akan bertengger di level 2,8% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun anggaran 2026.

  • Baca juga: Rapor APBN Agustus 2026: Keseimbangan Primer Surplus Rp154 Triliun di Tengah Defisit Fiskal

Tekanan kembar dari belanja jaringan pengaman sosial dan program strategis baru diperkirakan membuat angka defisit tersebut bertahan di level yang sama pada 2027, sebelum akhirnya turun tipis ke posisi 2,7% terhadap PDB pada tahun 2028.

BERITA TERKAIT

Rapor APBN Agustus 2026: Keseimbangan Primer Surplus Rp154 Triliun di Tengah Defisit Fiskal

Banjir Modal Asing dan Benteng Fiskal di Tengah Gejolak Global

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

Belanja Negara Tembus Rp4.097,2 Triliun pada RAPBN 2027, Ini Asumsi Makronya

“Defisit fiskal tetap berada dekat dengan batas maksimum yang ditetapkan undang-undang dalam jangka menengah,” tulis Bank Dunia dalam laporan makroekonominya, dikutip Jumat (12/6/2026).

Berkah Komoditas dan Reformasi Pajak

Kendati postur defisit melebar, Bank Dunia menilai kurva penerimaan negara berpotensi merangkak membaik dalam jangka menengah. Angin segar ini didorong oleh meredanya penumpukan restitusi pajak serta mulai bekerjanya mesin reformasi administrasi perpajakan yang digulirkan otoritas fiskal.

Dalam jangka pendek, kantong penerimaan negara juga masih mendapatkan bantalan dari tingginya harga sejumlah komoditas ekspor andalan di pasar global.

  • Baca juga: Banjir Modal Asing dan Benteng Fiskal di Tengah Gejolak Global

Siklus harga komoditas batu bara, gas alam cair (LNG), nikel, emas, hingga minyak kelapa sawit (CPO) diperkirakan memberikan tambahan sokongan terhadap penerimaan negara dengan dampak bersih (net impact) sekitar 0,4% terhadap PDB.

Disisi lain, Indonesia juga diperkirakan masih harus menanggung defisit primer rata-rata sebesar 0,4% terhadap PDB sepanjang rentang periode 2026 hingga 2028.

Beban Bunga Utang

Namun demikian, Bank Dunia mengingatkan bahwa jangkar risiko fiskal tidak hanya bersumber dari agresivitas belanja barang dan subsidi. Pemerintah diminta mewaspadai beban pembayaran bunga utang (debt interest payment) yang trennya terus menggunung.

Berdasarkan hitungan Bank Dunia, rasio pembayaran bunga utang terhadap total penerimaan negara diproyeksikan melonjak dari posisi 18,7% pada tahun 2025 menjadi 19,2% pada tahun 2028.

  • Baca juga: JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

Kondisi ini mengindikasikan bahwa porsi pendapatan negara yang tersedot hanya untuk melunasi kewajiban bunga utang akan memakan jatah belanja produktif dalam jumlah yang semakin besar, sehingga mempersempit ruang intervensi pemerintah saat terjadi gejolak ekonomi regional. ***

Tags: Bank DuniaBeban Bunga Utang APBNdefisit apbnDefisit Fiskal RIDefisit Primer NegaraKeberlanjutan Fiskal IndonesiaLaporan Indonesia Economic Prospects 2026Penerimaan Pajak KomoditasProyeksi Defisit Fiskal Bank DuniaRasio Defisit Terhadap PDB
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Laba Bersih Rp1,2 Triliun, RUPST Summarecon Setujui Dividen Rp82,54 Miliar

Selanjutnya

Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Taktik Usia Emas Polytron: Dominasi Pasar B2B Lewat Pembuktian Ketangguhan Ekosistem Motor Listrik

Taktik Usia Emas Polytron: Dominasi Pasar B2B Lewat Pembuktian Ketangguhan Ekosistem Motor Listrik

oleh Sandy Romualdus
20 September 2026 - 19:09

Memasuki usia ke-51, Polytron makin agresif menguasai pasar B2B lewat penambahan suplai motor listrik tangguh bersertifikasi IP67 bagi operasional Rentokil...

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Rapor APBN Agustus 2026: Keseimbangan Primer Surplus Rp154 Triliun di Tengah Defisit Fiskal

oleh Stella Gracia
18 September 2026 - 18:18

Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan defisit APBN hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93% dari PDB, diimbangi surplus...

Realisasi Pembiayaan APBN Januari Capai Rp105 Triliun, Fokus Perkuat Cadangan Pangan

Bayang-bayang The Fed: Pemerintah Akui Suku Bunga AS Bakal Picu Repricing Surat Utang Negara

oleh Stella Gracia
18 September 2026 - 17:55

Pemerintah mengantisipasi terjadinya repricing pada instrumen Surat Utang Negara (SUN) sebagai imbas dari kenaikan suku bunga The Fed ke level...

Dunia Masih Tertekan, BI Ungkap 3 Tantangan Besar yang Menghadang Ekonomi RI

Babak Akhir Krisis 1998: Surplus BI Rp55 Triliun Bawa Pemerintah Lunasi Utang BLBI

oleh Stella Gracia
18 September 2026 - 17:51

Pemerintah resmi melunasi seluruh kewajiban surat utang BLBI peninggalan krisis 1997-1998 pada Agustus 2026 berkat setoran surplus Bank Indonesia sebesar...

Menkeu Tegaskan Pentingnya Kerjasama Global dalam Penanganan Covid-19

Kucuran US$650 Juta dari ADB: Suntikan Dana Segar untuk Modernisasi Fiskal Daerah

oleh Stella Gracia
18 September 2026 - 17:38

ADB menyetujui pinjaman US$650 juta untuk Indonesia melalui Program ADIL guna memodernisasi tata kelola fiskal daerah, digitalisasi, dan peningkatan pelayanan...

Tahan Korosi Abu Vulkanik, Polytron Pamerkan Ketangguhan Baterai IP67 Seri Fox 350

Tahan Korosi Abu Vulkanik, Polytron Pamerkan Ketangguhan Baterai IP67 Seri Fox 350

oleh Sandy Romualdus
17 September 2026 - 21:25

Polytron memastikan keamanan komponen baterai bersertifikasi IP67 pada motor listriknya dari paparan abu vulkanik korosif, sekaligus membagikan tips pencucian yang...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Perkuat Campus Financial Ecosystem, BNI dan Unpad Integrasikan Layanan Perbankan Digital

Taktik Usia Emas Polytron: Dominasi Pasar B2B Lewat Pembuktian Ketangguhan Ekosistem Motor Listrik

Sasar Mahasiswa Unpad, BNI Pamerkan Kecanggihan wondr di Jatinangor Music Fest

Incar Jejaring Raksasa Muhammadiyah, Bank BSN dan MBC Bangun Ekosistem Emas Syariah

Rapor APBN Agustus 2026: Keseimbangan Primer Surplus Rp154 Triliun di Tengah Defisit Fiskal

Lawan Intervensi Trump, The Fed Kerek Suku Bunga Acuan ke Level 4 Persen

Bayang-bayang The Fed: Pemerintah Akui Suku Bunga AS Bakal Picu Repricing Surat Utang Negara

Babak Akhir Krisis 1998: Surplus BI Rp55 Triliun Bawa Pemerintah Lunasi Utang BLBI

IHSG Tutup Pekan Terkoreksi ke 6.478, Rupiah Parkir di Rp 17.615/USD, Minyak Brent Kokoh di US$ 106 per Barel

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026

Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance