• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, November 2, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

Risiko Mengintai Branchless Banking

by Sandy Romualdus
30 Mei 2015 - 00:00
232
VIEWS
Risiko Mengintai Branchless Banking
0
SHARES
232
VIEWS

BERITA TERKAIT

Lelang Properti BTN Buka Peluang Bisnis Property-Preneur bagi Kelas Menengah

Alokasikan 44 Persen KUR untuk Pertanian dan Perikanan, BRI Perkuat Pembiayaan Rantai Pasok Pangan Hulu ke Hilir

Solusi Hunian dan Religi, KPR iB Xtra Haji Umrah Berlaku hingga Juni 2027

OJK Luncurkan Buku PELITA Syariah, Gandeng Tokoh Agama Perluas Literasi Lewat Dakwah

ada yang memungkiri bahwa program yang memungkinkan bank bisa melayani nasabah hingga ke pelosok-pelosok tanpa harus mendirikan kantor adalah sebuah langkah revolusioner. Otoritas Jasa Keuangan, oleh karena itu sadar betul, agar bisa memberi manfaat nyata kepada rakyat banyak dan sekaligus kepada perekonomian, sejak berdirinya langsung menggeber program branchless banking.
Studi-studi yang dilakukan oleh berbagai lembaga pemerintah, swasta, asosiasi, perusahaan keuangan selama ini menyimpulkan bahwa program branchless banking sangat bermanfaat untuk meningkatkan akses masyarakat kepada layanan perbankan. menurut riset Bank Dunia 2010, Indonesia termasuk negara dengan akses keuangan yang minim yaitu sekitar 49 persen dari populasi penduduk belum terlayani jasa keuangan.
Sangat terkonsentrasinya pendirian kantor bank di wilayah perkotaan khususnya di Pulau Jawa sedikit demi sedikit juga akan terurai oleh program yang disebut Laku Pandai itu.
Namun saking menggebunya, OJK bisa saja melewatkan sisi yang paling menakutkan untuk setiap kebijakan yaitu dampak negatif atau dengan kata lain risiko. Menurut Gayatri Rawit Angreni, pakar manajemen risiko, ada sederet risiko yang mengintai program tersebut.
Risiko-risiko itu sejatinya juga muncul melalui pintu-pintu yang sama ketika bank melayani nasabah secara langsung. “Setidaknya terdapat delapan risiko yang harus dihadapi bank penyelenggara dan sekaligus juga harus dimitigasi agar tidak menjadi kerugian yang terjadi di luar limit yang sudah ditetapkan,” kata dia.
Dimulai dengan risiko kredit yaitu kerugian bank karena tidak terbayarnya pinjaman kepada debitur mikro melalui rekomendasi agen. Karena seleksi calon debitur banyak tergantung pada kompetensi agen, kata Gayatri, maka diperlukan panduan pemberian kredit yang pruden dari bank untuk digunakan agen sebagai pedoman analisis debitur.
Kedua, adalah risiko pasar. Risiko merupakan yang paling rendah potensi kemunculannya, mengingat transaksi ini tidak menggunakan mata uang asing dan kemungkinan kecil adanya mismatch suku bunga simpanan dengan suku bunga pinjaman.
Ketiga adalah risiko likuiditas, yakni ketidakmampuan bank atau agen menyediakan dana kepada para debitur dan penabung yang akan menarik dananya. Menurut Gayatri, hal itu bisa terjadi ketika terdapat transaksi yang tidak seimbang antara pinjaman dan simpanan pada satu agen dan akhirnya berimbas pada posisi likuiditas bank penyelenggara di lokasi tertentu. “Risiko likuiditas dapat diatasi dengan cara pemantauan bank terhadap agen secara rutin dan cermat terutama menyangkut transaksi penarikan dan penyetoran dana secara real time dan keperluan tambahan kas kepada agen,” kata mantan Direktur BRI.
Keempat adalah risiko hukum, yaitu risiko yang dapat terjadi ketika bank dan agen menghadapi tuntutan hukum dari nasabah yang mengalami kerugian akibat pengelolaan Laku Pandai yang tidak cermat.

  • Baca juga: Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Risiko Terbesar

Kelima adalah risiko operasional. Risiko ini adalah yang berpeluang paling besar untuk terjadi. Risiko operasional terjadi dan menimbulkan kerugian bank karena adanya kegagalan sistem, proses, dan terjadinya kecurangan (fraud) pada bank dan atau agen.
“Ketika teknologi dan sistem informasi program ini masih baru diimplementasikan, tentunya masih terdapat ruang yang belum sepenuhnya aman dari terjadinya kesalahan, bahkan penyimpangan, baik karena ketidaktahuan maupun unsur kesengajaan dari agen dan nasabah,” kata Gayatri.
Dengan peralatan Laku Pandai yang cukup banyak, yakni telepon selular, alat gesek kartu (EDC), kartu ATM, komputer, dan electronic devices lainnya, maka terbuka peluang kesalahan dalam penggunaannya.
Menurut Gayatri, bank dan juga otoritas harus pasang mata pada risiko operasional dan menyiapkan mitigasinya. Layanan Laku Pandai yang menggunakan transaksi e-banking , memang sudah dikawal dengan alat pengaman, yaitu prinsip keaslian dengan dua faktor (two factor authentication), dan prinsip repudiation dengan messaging security, serta end to end encryption. Namun demikian kemungkinan pembobolan dan pemalsuan data nasabah, serta kecurangan agen dan nasabah tetap tidak bisa dianggap remeh begitu saja.
Beberapa praktik yang berpeluang menimbulkan risiko operasional, kata Gayatri yaitu tata cara penggunaan nomor rahasia (PIN) dan password, serta penyalahgunaan electronic devices dan instrumen kepada pihak lain. “Oleh karena itu, selain seleksi agen dengan cermat, pengawasan internal dan edukasi nasabah adalah upaya yang mutlak dilakukan bank untuk mengendalikan risiko operasional,” sambung dia.
Keenam adalah risiko kepatuhan. Risiko ini mudah terpercik ketika bank dan agen tidak memenuhi ketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh otoritas maupun regulator lainnya. Akibat yang terjadi bisa berupa sanksi dan denda kepada bank, bahkan penurunan tingkat kesehatan bank. Tetapi risiko terburuk yang mungkin terjadi adalah pencabutan status keagenan dan penuntutan hukum serta pengembalian ganti rugi kepada nasabah atau bank.
Ketujuh adalah risiko strategis, yaitu risiko yang diderita bank karena perencanaan program Laku Pandai yang tidak cermat dan atau kegagalan pada tahap implementasi, sehingga target dan sasaran Program Laku Pandai tidak tercapai. Risiko strategis, jelas Gayatri, bisa dipantau dari rencana Laku Pandai yang tercantum pada rencana bisnis bank (RBB) dan dibandingkan dengan realisasinya di lapangan.
Risiko strategis sangat mungkin terjadi, terlebih ketika usia program yang masih sangat dini dan tingkat sosialisasi yang belum optimal, ditambah dengan kompetensi para penyelenggaranya yang masih pada tahap proses pembelajaran. Namun dengan berjalannya waktu dan pengalaman yang diperoleh, tingkat risiko strategis akan menurun.
Yang terakhir adalah risiko reputasi, yaitu kerugian yang diakibatkan karena pemberitaan dan persepsi negatif publik yang disebarluaskan melalui media masa. Akibatnya adalah nama baik agen dan reputasi bank tercemar. Penyebab pemberitaan negatif bisa dari keluhan nasabah yang tidak memahami transaksi Laku Pandai atau memang adanya kesalahan pihak bank dan agen.
Menurut Gayatri, layanan branchless banking dengan profil pelanggan yang kebanyakan masyarakat kecil, sangat peka terhadap kegagalan bank baik di internalnya maupun dalam membina semua agennya. “Bila sampai menimbulkan ketidaknyamanan atau ketidakpuasan nasabah, tentu produk yang masih baru ini akan menciptakan penolakan yang masif dari masyarakat dan tujuan inklusi keuangan bisa gagal,” kata dia mengingatkan.
Penerapan branchless banking dinilai harus bisa memenuhi sisi keamanan dan perlindungan nasabah, karena akan menggunakan agen untuk menjalankan produk-produknya ke masyarakat.
Setali tiga uang, pengamat ekonomi Aviliani juga sepakat bahwa yang patut menjadi perhatian bank adalah risiko operasional karena berpeluang menjadi sumber penyebab risiko dari layanan branchless banking.
“Risiko terbesar adalah operasional karena dalam branchless banking karena ini melibatkan sangat banyak agen yang bisa bermasalah,” ujar dia.
Risiko selanjutnya adalah risiko hukum dan kepatuhan para agen, dalam memberikan layanan kepada nasabah. Aviliani menyontohkan, seperti dalam layanan kredit apabila data nasabah dihilangkan agen, bagaimana debitor mengembalikan pinjamannya. “Jadi, agen yang salah, tetapi yang kena adalah bank. Jadi ada risiko reputasi,” kata dia.
Otoritas Jasa Keuangan harus terus memasang mata pada industri keuangan terkait digulirkannya program Laku Pandai karena banyak risiko yang tadinya belum diperhatiakan akan

  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif
 
 
 
 
 
Previous Post

Menguji Kolaborasi Telco-Bank

Next Post

Peluang Nasabah Menjadi ‘Bank’

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Sejarah Uang

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 14:20

INDEF menyoroti fenomena makan tabungan akibat inflasi pangan di atas 5 persen yang membuat rata-rata saldo tabungan di bawah Rp100...

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Lelang Properti BTN Buka Peluang Bisnis Property-Preneur bagi Kelas Menengah

Alokasikan 44 Persen KUR untuk Pertanian dan Perikanan, BRI Perkuat Pembiayaan Rantai Pasok Pangan Hulu ke Hilir

Solusi Hunian dan Religi, KPR iB Xtra Haji Umrah Berlaku hingga Juni 2027

OJK Luncurkan Buku PELITA Syariah, Gandeng Tokoh Agama Perluas Literasi Lewat Dakwah

Marak Modus Voice Phishing, BRI Ingatkan Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Perbankan

Gaet 3.000 Peserta, Forum DTIIF 2026 Lahirkan Kolaborasi Data Center hingga Motor Listrik

Pendapatan Tembus Rp27,67 Triliun, Laba SIG Melesat 363,1 Persen Jadi Rp532 Miliar

OJK Limpahkan Kasus Tipibank BPR DCN Malang ke Kejari Batu, Dua Direksi Terancam 15 Tahun Penjara

Perkuat Struktur Permodalan, Tiga BPR Resmi Melebur ke BPR Arthaguna Mandiri

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Dunia Menuju Keuangan Inklusif

Dunia Menuju Keuangan Inklusif

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance