• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, November 2, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

Menguji Kolaborasi Telco-Bank

by Sandy Romualdus
30 Mei 2015 - 00:00
20
VIEWS
Bank Mandiri Rilis Rekening Hape
0
SHARES
20
VIEWS

Ada yang berubah, ada yang tetap. Di era 90-an, para petani di pedesaan tidak mengenal telepon seluler. Bahkan di perkotaan, teknologi komunikasi nirkabel ini masih menjadi barang mahal. Sebaliknya pada saat itu, segelintir orang di pedesaan sudah berhubungan dengan bank, apalagi di perkotaan. Selang 20 tahun lebih kemudian, banyak orang-orang perkotaan yang memiliki telepon selular, begitu juga di pedesaan.

  • Baca juga: Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Namun demikian jumlah penduduk yang memiliki rekening dan telah berhubungan dengan bank seperti tidak bergerak.
Terima kasih pada branchless banking, program keuangan inklusif yang didorong oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk meningkatkan penggunaan jasa lembaga keuangan oleh masyarakat. Program yang sudah setahun lebih berjalan ini menjadi program yang memang secara sengaja disusun agar masyarakat di pelosok bisa memperoleh akses ke lembaga keuangan.
Dalam praktik umum di dunia internasional selama ini, ada beberapa model yang biasa diterapkan yaitu telco-based yang jasa pelayanan perbankannya disediakan perusahaan teknologi komunikasi, bank-based yang kebutuhan jasa keuangannya dilayani perbankan, dan hybrid yang memadukan keduanya.
Pertama adalah telco-led model, yakni perusahaan telko sebagai penyedia resmi layanan e-money account, bekerjasama dengan agen, dikelola sepenuhnya dan di bawah lisensi dan merek dagangnya sendiri. Contoh : Telkomsel, Indosat dan XL.
Kedua, bank-led model, yakni bank sebagai penyedia resmi layanan keuangan (baik bank account maupun e-money account), bekerja sama dengan agen, dikelola sepenuhnya atau pun dibantu pihak ketiga dibawah lisensi dan merek dagang bank. Saat ini belum ada di Indonesia.
Ketiga adalah pendekatan hybrid model. Dalam hal ini, bank sebagai penyedia resmi layanan keuangan (bank account) bekerjasama dengan Telko sebagai penyedia jaringan komunikasi dan distribusi, dan atau bekerja sama dengan agen, di mana nasabah dikelola sepenuhnya oleh bank. Bank memiliki lisensi dan merek dagang sendiri. Contoh Bank Mandiri, BTPN, dan BRI.
Secara tidak langsung Rohan Hafas, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, mengatakan bahwa program branchless banking di Indonesia menggunakan metode hybrid. Hal itu membuat bank sebagai lembaga keuangan tetap berperan utama dalam hal membangun kepercayaan masyarakat. Bank tidak kehilangan merek dagang sendiri ketika mengaplikasikan layanan tersebut.
“Di beberapa negara terdapat juga Layanan Keuangan Digital dikelola oleh perusahaan non telko juga non bank, yaitu perusahaan khusus Operator Layanan Keuangan atau Pembayaran Mobile, seperti bKash di Bangladesh, Wing di Kamboja,” kata Rohan.

  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bisnis Dulu, Regulator Kemudian

Di Indonesia, penggunaan model hybrid sejatinya tinggal meneruskan apa yang sudah dirintis oleh kedua industri baik perbankan maupun telekomunikasi. Tujuh tahun lalu, industri telekomunikasi bahkan sudah memulai menjajaki layanan transfer uang bagi para pengguna telepon selular. Tiga operator ternama Tanah Air yaitu Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat, sudah menghadirkan diversifikasi produk dengan menambahkan jasa transaksi uang elektronik (e-money), yang mana pengiriman uang dilakukan melalui jasa operator, yang implementasinya telah dimulai sejak 2008 lalu. Antara lain teknologi T-Chas bagi pelanggan pelanggan Telkomsel, XL melalui XL Tunai, maupun Dompetku oleh Indosat.
Dengan ketiga jenis teknologi e-money tersebut, pelanggan setiap operator telekomunikasi di tempat terpencil mulai menikmati layanan transaksi keuangan. Setidaknya mereka yang biasanya harus menempuh jalan ke kota puluhan kilometer untuk mengetaui informasi kiriman uang ke bank atau kantor Pos dari sanak saudaranya, kini cukup melalui teknologii T-Chas, XL Tunai, dan Dompetku, masyarakt di dareah terpencil dapat mengetaui pengiriman uang cukup melalui pesan singkat (SMS) di ponsel yang mereka miliki.
Kemudian pada tahun 2013, BRI memunculkan apa yang disebut dengan T-BANK, transaksi tanpa ke bank, hasil kerjasamanya dengan Telkom. Pada layanan itu, nasabah hanya cukup menggunakan nomor ponsel sebagai pengganti nomor rekening, maka berbagai transaksi tanpa harus datang ke bank bisa dilakukan. T-BANK ini dikembangkan dengan model bisnis bank dan telko atau hybrid.
Direktur Konsumer Bank BRI A. Toni Soetirto menjelaskan, sistem financial inclusion yang dikembangkan ini merupakan sistem penyedia transaksi keuangan berbasis e-Money Server Based menggunakan nomor ponsel sebagai nomor Rekening, serta perluasan layanan tanpa ke bank menggunakan konsep keagenan (agent based). Telkom dalam hal ini menyiapkan infrastruktur teknis mulai dari sistem hingga aplikasi beserta beberapa anak perusahaan, yang nantinya akan ikut mendukung segala kebutuhan BRI.
Model yang sama juga dilakukan oleh Bank CIMB Niaga, dengan meluncurkan Rekening Ponsel sejak 2013. Rekening Ponsel merupakan fasilitas tarik tunai atau belanja tanpa menggunakan kartu ATM, kartu kredit, ataupun rekening bank. Hanya bermodal nomor handphone, nasabah diberi keleluasaan untuk menarik uang tunai di Indomaret, Alfamart, dan ATM CIMB Niaga manapun tanpa kartu ATM. Selain dapat menarik uang, nasabah juga bisa mengirim uang kepada siapapun di seluruh Indonesia tanpa kecuali. Kemudahan lain yakni mengirim uang tunai ke seluruh nomor ponsel di seluruh Indonesia.
Teranyar pada tahun ini adalah langkah PT Bank Mandiri Tbk bersama Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat membentuk konsorsium untuk menggelar layanan branchless banking dengan nama Rekening Hape. Rekening Hape memanfaatkan nomor telepon seluler nasabah sebagai nomor rekening. Verifikasi dan transaksi dapat dilakukan lewat USSD atau SMS di ponsel. Para agen yang telah ditunjuk akan menjadi perpanjangan tangan bank di desa untuk menjangkau nasabah. Nasabah juga dapat tarik tunai tabungannya dari mesin ATM Bank Mandiri dan jaringan ATM Bersama.
Chief Digital Services Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya mengatakan, faktor penting kesuksesan layanan ini ada di para agen. Ia menargetkan jumlah agen Rekening Hape dapat tumbuh menjadi 1.750 pada akhir 2015 di seluruh Indonesia. “Dengan kerja sama ini, Bank Mandiri akan menggunakan keahliannya dalam mengelola uang, sementara kami operator seluler punya jaringan dan punya pengalaman dalam mengelola agen,” ujar Yessie.
Apapun produk branchless banking yang diusung perbankan dan telko, memang tidak menjamin semua akan berjalan mulus. Tentu masih butuh regulasi yang kuat, serta mengelola jaringan agen secara baik. Namun apapun yang terjadi 2015 tampaknya akan menjadi tahun yang menarik bagi branchless banking di Indonesia, sejalan dengan kampanye program Laku Pandai yang gencar dilakukan di seluruh wilayah Indonesia.
Sementara produk-produk branchless banking sudah bermunculan, baru pada tahun lalu, otoritas baik Bank Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan resmi memberi ‘pagar’ yang jelas pada layanan ini sekaligus mendorong program keuangan inklusif. Berbarengan dengan itu muncul juga beberapa istilah yang sebenarnya memiliki pengertian yang sama seperti branchless banking, yaitu layanan keuangan digital (LKD) atau mobile payment system (MPS).
BI mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 16/8/2014 tentang uang elektronik atau e-money. Dalam peraturan itu, penerbit e-money dilarang untuk melakukan kerja sama eksklusif serta dilarang untuk menahan nilai minimum transaksi menggunakan uang elektronik. BI juga mendorong terjadinya interkoneksi top-up dan interoperability antara sesama penerbit e-money.
Dalam aturan itu, penerbit e-money dibagi menjadi tiga lembaga, yaitu bank umum, bank pembangunan daerah, dan lembaga selain bank. Petunjuk pelaksana aturan tersebut dari sisi industri, izin yang semula tidak terbatas akan dibuat terbatas maksimal lima tahun dan bisa diperpanjang.
Tahun lalu juga OJK mengeluarkan aturan tentang Laku Pandai yang menetapkan persyaratan, perizinan, dan keperluan penyediaan layanan keuangan tanpa kantor lainnya. Jenis layanan keuangan yang harus ada dalam Laku Pandai adalah tabungan Basic Saving Account (BSA) dan penyaluran kredit nasabah mikro.

BERITA TERKAIT

Laba Bersih Melesat 19 Persen, Bank Danamon Raup Rp3,5 Triliun per Kuartal III/2026

Dukung Usaha Berkelanjutan, BCA Perkuat Literasi Keuangan 100 Peternak Sapi di Malang

RUPSLB Bank Neo Commerce Tunjuk Christian Lesmana Jadi Direktur Utama

Dorong Inovasi Berkelanjutan, CIMB Niaga Danai Tiga Usaha Sosial Terbaik di Community Link 2026

 
 
 
 
 
Previous Post

Menyibak Sisi Gelap

Next Post

Risiko Mengintai Branchless Banking

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Sejarah Uang

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 14:20

INDEF menyoroti fenomena makan tabungan akibat inflasi pangan di atas 5 persen yang membuat rata-rata saldo tabungan di bawah Rp100...

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Laba Bersih Melesat 19 Persen, Bank Danamon Raup Rp3,5 Triliun per Kuartal III/2026

Dukung Usaha Berkelanjutan, BCA Perkuat Literasi Keuangan 100 Peternak Sapi di Malang

RUPSLB Bank Neo Commerce Tunjuk Christian Lesmana Jadi Direktur Utama

Dorong Inovasi Berkelanjutan, CIMB Niaga Danai Tiga Usaha Sosial Terbaik di Community Link 2026

OJK Serahkan Tambahan Data Aliran Dana dan Aset Dana Syariah Indonesia ke Bareskrim

Pakar Hukum: Pengembalian Dana Nasabah oleh Bank BUMN Bukan Kerugian Negara

Perkuat Akuntabilitas Pengawasan Sektor PPDP, OJK Kantongi Sertifikasi ISO 9001:2015 dari SGS

Bulan Inklusi Keuangan 2026 Catat Pembukaan 27,23 Juta Rekening Baru di Seluruh Indonesia

Transaksi wondr Tembus Rp1.774 Triliun, BNI Akselerasi Inovasi Layanan Keuangan Digital

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Dunia Menuju Keuangan Inklusif

Dunia Menuju Keuangan Inklusif

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance