• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Danantara

Danantara Bongkar Modus Parkir Dana di Luar Negeri Lewat Permainan Harga Swasta

oleh Stella Gracia
21 Mei 2026 - 15:10
64
Dilihat
Pemerintah Berkomitmen Perluas Implementasi DO dan SP2 Online

Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta (Foto Ist)

0
Bagikan
64
Dilihat

Stabilitas.id — Badan Pengelola Investasi Danantara (Danantara) membongkar modus klasik ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) berupa praktik underpricing atau under invoicing yang telah merugikan keuangan negara selama bertahun-tahun. Guna menyumbat celah manipulasi harga tersebut, pemerintah resmi membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Khusus Ekspor, yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI).

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, menjelaskan bahwa kendati praktik miring tersebut kerap tidak dikategorikan sebagai tindakan korupsi secara hukum, dampak destruktifnya sangat memukul penerimaan negara, baik dari sektor perpajakan maupun Devisa Hasil Ekspor (DHE).

  • Baca juga: Tanggap Bencana Gempa NTT, BRI Peduli Dirikan 3 Posko Logistik dan Dapur Umum di Flores

Under invoicing sendiri merupakan praktik curang dalam perdagangan internasional di mana pihak eksportir sengaja melaporkan atau mencantumkan nilai komoditas pada faktur (invoice) jauh lebih rendah daripada harga transaksi yang sebenarnya secara global.

BERITA TERKAIT

Tanggap Bencana Gempa NTT, BRI Peduli Dirikan 3 Posko Logistik dan Dapur Umum di Flores

81 Tahun Indonesia Merdeka, Ini 8 Kontribusi Nyata BRI untuk Negeri

Kemenkeu: 91 Persen Pembiayaan Investasi 2027 Bergantung pada Sektor Swasta

Meringankan Beban 14 Juta Ibu-Ibu Prasejahtera, Bunga Pembiayaan PNM Mekaar Anjlok dari 20% ke 8%

“Praktik ini terjadi karena adanya permainan harga antara pihak penjual dan pembeli yang sama-sama berasal dari sektor swasta. Sifatnya kan swasta melawan swasta. Jadi ini bukan korupsi, melainkan murni permainan harga di atas kertas dan aksi pemarkiran dana di luar negeri,” ungkap Rohan dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).

Pasang Harga di Bawah Pasar Internasional Sejak 2010

Rohan membeberkan bahwa pemerintah sebenarnya telah berulang kali mencoba mengendus dan menindak persoalan sistemik ini sejak lama. Bahkan, catatan penegakan hukum mencatat sejumlah kasus terkait manipulasi dokumen ekspor ini sudah jamak ditemukan sejak tahun 2010.

Modus ini sengaja dilakoni pelaku usaha guna meraup margin keuntungan atau selisih harga yang jauh lebih besar di luar negeri tanpa harus menyetor hak bagi hasil yang adil kepada negara. Dalam skema tersebut, harga jual ekspor dilaporkan anjlok drastis di bawah harga pasar internasional yang berlaku (underpricing). Akibatnya, setoran pajak penghasilan, royalti, hingga pasokan devisa ekspor ke dalam negeri menjadi tidak optimal.

  • Baca juga: 81 Tahun Indonesia Merdeka, Ini 8 Kontribusi Nyata BRI untuk Negeri

Dampak buruk lainnya adalah hilangnya potensi likuiditas makro akibat penempatan dana hasil ekspor di perbankan luar negeri secara ilegal yang membuat roda perekonomian domestik kekurangan stimulus modal.

“Kalau dana hasil ekspor itu diparkir di luar negeri, ya jangan dong. Uang itu kan hak milik kita semua untuk menumbuhkan perekonomian dan memacu investasi baru di dalam negeri apabila uangnya masuk ke sistem keuangan domestik. Kalau uangnya ditahan di luar, kita sendiri yang kesusahan karena artinya kita kekurangan modal,” tutur Rohan.

PT DSI Jadi Penjaga Gawang Ekspor Sawit dan Batu Bara

Rohan menegaskan, pendirian PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) dirancang khusus sebagai instrumen negara untuk mereformasi tata kelola ekspor komoditas hulu sekaligus memastikan DHE kembali masuk seutuhnya ke dalam sistem perbankan nasional.

Sebelumnya, pemerintah telah mengesahkan regulasi paralel lewat PP Nomor 21 Tahun 2026 yang mewajibkan eksportir SDA memarkir 100% DHE mereka di bank-bank BUMN (Himbara) per 1 Juni 2026. Kehadiran PT DSI dinilai bakal memperkuat pengawasan fisik dan dokumen di lapangan.

Dalam jangka pendek, PT DSI akan memegang mandat utama untuk mengawasi ketat kewajaran harga transaksi ekspor pada komoditas strategis nasional, khususnya kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dan batu bara. Badan usaha ini akan memastikan setiap komoditas yang keluar dari bumi Indonesia wajib mengacu pada indeks harga pasar internasional yang valid guna mematikan ruang bagi praktik underpricing. ***

  • Baca juga: Kemenkeu: 91 Persen Pembiayaan Investasi 2027 Bergantung pada Sektor Swasta

Anatomi Modus Under Invoicing Ekspor Komoditas

Alur Proses Transaksi Praktik Curang Lapangan Dampak Kerugian Negara Peran Proteksi PT DSI
Penerbitan Faktur (Invoice) Sengaja mencantumkan nilai barang di bawah harga pasar dunia Setoran Pajak, Bea Keluar, dan Royalti menyusut drastis Validasi wajib kesesuaian harga transaksi dengan indeks global
Fungsi Intermediasi Transaksi bersifat private antarswasta (private to private) Negara kehilangan hak atas nilai tambah riil komoditas Bertindak sebagai pengawas ekspor pintu tunggal (one-gate system)
Tata Kelola Likuiditas Selisih keuntungan diparkir di luar negeri (tidak direpatriasi) Likuiditas valas domestik kering, memicu tekanan kurs rupiah Memastikan kepatuhan wajib masuk 100% DHE ke rekening khusus

Tags: #investasi bodongDanantaradevisa hasil eksporDHE SDAEkspor Sumber Daya AlamPT Danantara Sumberdaya IndonesiaPT DSIRohan HafasTata Kelola KomoditasUnder InvoicingUnderpricing
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Kunci Pasokan Dolar, Ekonom Mandiri Ramal Regulasi Baru DHE Bisa Seret Rupiah ke Rp16.800

Selanjutnya

Data Ritel Terpuruk di Level 0,2%, Ekonom Desak Beijing Guyur Stimulus Agresif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BNI Bawa Danantara Housing Expo Lebih Dekat dengan Masyarakat

BNI Bawa Danantara Housing Expo Lebih Dekat dengan Masyarakat

oleh Sandy Romualdus
16 Agustus 2026 - 10:52

BNI menghadirkan booth Danantara Housing Expo 2026 di Grha BNI, Jakarta, untuk memperkenalkan program serta solusi pembiayaan perumahan kepada karyawan...

Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

oleh Sandy Romualdus
12 Agustus 2026 - 15:29

Muliaman Hadad dan Pahala Mansury mengemuka sebagai calon kuat Gubernur Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Pemerintah finalisasi struktur & lokasi....

Tekan Angka Stunting di Lereng Merapi, BRI Peduli Pugar Posyandu Matahari di Desa Brilian Sleman

Tawarkan Bunga Fixed 2,75% dan DP 1%, BRI Pamerkan 200.000 Unit Hunian di NICE PIK

oleh Stella Gracia
11 Agustus 2026 - 14:40

BRI pimpin Himbara di Danantara Housing Expo 2026 pada 27–30 Agustus di NICE PIK. Tawarkan 200.000 unit rumah, DP 1%,...

BNI Pasarkan 2.600 Aset Agunan, Puncak Lelang Serentak Dijadwalkan 21 Agustus 2026

Akomodir Penghasilan Sampingan Gen Z, Danantara Rancang Skema KPR Adaptif

oleh Stella Gracia
10 Agustus 2026 - 10:31

Danantara rilis ekosistem KPR inklusif sasar Gen Z dan MBR via Danantara Housing Expo 2026. Tawarkan DP mulai 1%, bunga...

Obral Aset Properti BUMN, Danantara Gelar Danantara Housing dan Pangkas 250 Entitas

Masuk Roadmap Tahun Ke-4, Danantara Bakal Go Public-kan Deretan BUMN Raksasa

oleh Stella Gracia
7 Agustus 2026 - 11:17

Danantara siapkan gelombang IPO BUMN seperti Pegadaian, Pupuk Indonesia, hingga Pelindo. Masuk bagian roadmap 5 tahun untuk perkuat pasar modal...

Antisipasi Kejahatan Siber, Taspen dan Pelni Perkuat Sinergi Mitigasi Penipuan Digital

Antisipasi Kejahatan Siber, Taspen dan Pelni Perkuat Sinergi Mitigasi Penipuan Digital

oleh Stella Gracia
7 Agustus 2026 - 10:44

Taspen dan Pelni perkuat sinergi BUMN cegah penipuan digital. Sepanjang 2025–Juli 2026, Taspen adukan 444 akun bodong ke Kemkomdigi demi...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Gelar Pameran Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Sabet Rekor MURI

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Data Ritel Terpuruk di Level 0,2%, Ekonom Desak Beijing Guyur Stimulus Agresif

Data Ritel Terpuruk di Level 0,2%, Ekonom Desak Beijing Guyur Stimulus Agresif

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance