• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, September 6, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Kunci Pasokan Dolar, Ekonom Mandiri Ramal Regulasi Baru DHE Bisa Seret Rupiah ke Rp16.800

oleh Stella Gracia
21 Mei 2026 - 15:09
55
Dilihat
Uang Beredar Tumbuh 4,9% di Mei 2025, Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global
0
Bagikan
55
Dilihat

Stabilitas.id — Pemerintah memperketat regulasi devisa dengan mewajibkan penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) sebesar 100% di bank-bank milik negara (Himbara). Kebijakan taktis yang mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026 ini diyakini para ekonom bakal mempertebal pasokan valuta asing (valas) domestik sekaligus menjadi amunisi kuat untuk mengerek penguatan nilai tukar rupiah.

Ketentuan baru tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026. Berdasarkan beleid tersebut, para eksportir komoditas SDA tidak hanya wajib memarkirkan seluruh DHE mereka di Himbara, tetapi juga dikenakan aturan retensi saldo yang ketat pada rekening khusus:

  • Baca juga: Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan
  • Sektor Migas: Wajib retensi sebesar 30% dari total DHE selama minimal 3 bulan.

    BERITA TERKAIT

    Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

    Regenerasi Pimpinan BI: Destry Damayanti Gubernur, Aida Budiman Deputi Gubernur Senior

    Serapan Kenaikan Bunga Juni Belum Optimal, Motto Stability Over Growth Masih Relevan Bagi BI

    Imbas Penurunan Keyakinan Konsumen dan Eskalasi Iran-AS, Kurs Rupiah Kembali Anjlok

  • Sektor Non-Migas: Wajib retensi sebesar 100% dari total DHE selama 12 bulan penuh.

Selain itu, eksportir diwajibkan melakukan repatriasi atau pemulangan dana valas yang selama ini ditempatkan di luar negeri untuk dipindahkan ke dalam negeri melalui jaringan bank BUMN, dengan batas kewajiban konversi ke mata uang rupiah dipatok minimal sebesar 50%.

Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Andry Asmoro mengungkapkan, efektivitas regulasi ini sangat bergantung pada aspek kepatuhan penegakan hukum di lapangan.

“Jika kebijakan penempatan DHE SDA ini benar-benar dilakukan secara konsisten, langkah ini mestinya mampu menambah pasokan dolar AS secara signifikan di pasar domestik dan pada akhirnya memperkuat posisi rupiah,” ujar Andry, dikutip Kamis (21/5/2026).

Tameng Volatilitas Global

Suntikan likuiditas valas dari sektor komoditas ini dinilai strategis untuk membangun bantalan resiliensi moneter nasional. Tebalnya pasokan dolar di dalam negeri akan meminimalkan sensitivitas kurs rupiah dari tekanan sentimen eksternal maupun gejolak geopolitik global.

  • Baca juga: Regenerasi Pimpinan BI: Destry Damayanti Gubernur, Aida Budiman Deputi Gubernur Senior

Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Hosianna Situmorang menambahkan, pasokan valas yang kuat dari implementasi PP 21/2026 memiliki kapasitas untuk meng-counter dampak volatilitas indeks dolar AS (greenback). Skenario ini membuka peluang bagi mata uang Garuda untuk merangkak naik menuju target fundamental yang ditetapkan pemerintah.

Dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027, pemerintah mematok asumsi target kurs rupiah bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.

“Kembali ke level target pemerintah di kisaran Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS itu sangat memungkinkan. Namun, otoritas juga tidak bisa otomatis mendorong penguatan terlalu tajam. Perlu dipertimbangkan dampaknya terhadap daya saing ekspor (export competitiveness) Indonesia dibandingkan dengan negara-negara kompetitor di kawasan Asia lainnya,” jelas Hosianna.

Kondisi Pasar

Lahirnya kebijakan pengetatan DHE ini momentumnya bersamaan dengan tekanan hebat yang tengah melanda pasar valas domestik sepekan terakhir, di mana kurs rupiah sempat bertengger di atas level Rp17.600 per dolar AS.

Berdasarkan data Refinitiv, pada perdagangan Rabu (20/5/2026), rupiah ditutup menguat 0,54% ke level Rp17.600 per dolar AS. Pergerakan ini membalikkan posisi hari sebelumnya, Selasa (19/5/2026), saat rupiah terpukul melemah ke posisi Rp17.695 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan tengah pekan, volatilitas rupiah terbilang tinggi. Mata uang domestik sempat dibuka melemah 0,20% ke level Rp17.730 per dolar AS bahkan sempat menyentuh level terendah di Rp17.745 per dolar AS. Namun, kurs berhasil berbalik menguat (rebound) secara dramatis sesaat setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan keputusan kenaikan suku bunga acuan (BI Rate). Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau masih bergerak kokoh dengan penguatan tipis 0,06% ke level 99,388 pada pukul 15.00 WIB. ***

  • Baca juga: Serapan Kenaikan Bunga Juni Belum Optimal, Motto Stability Over Growth Masih Relevan Bagi BI

Ringkasan Ketentuan Wajib Parkir DHE SDA (PP No. 21 Tahun 2026)

Komponen Aturan Finansial Sektor Migas Sektor Non-Migas Target Dampak Moneter
Alokasi Penempatan Bank 100% Wajib di Himbara 100% Wajib di Himbara Sentralisasi likuiditas valas negara
Rasio Kewajiban Retensi 30% dari nilai DHE 100% dari nilai DHE Mengunci pasokan dolar di dalam negeri
Durasi Wajib Retensi Minimal 3 Bulan Minimal 12 Bulan Stabilitas jangka menengah-panjang
Batas Konversi Repatriasi Minimal 50% ke Rupiah Minimal 50% ke Rupiah Mengurangi dominasi penggunaan dolar
Proyeksi Target Kurs Rp16.800 – Rp17.500 (Asumsi Makro KEM-PPKF 2027) Menjaga daya saing ekspor Asia

Tags: Andry Asmorobank Himbaradevisa hasil eksporDHE SDAHosianna Situmorangkebijakan moneterKEM-PPKF 2027Kurs Dolar ASNilai Tukar RupiahPP Nomor 21 Tahun 2026Repatriasi Valas
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Erajaya Group (ERAL) Amankan Pinjaman Investasi Rp148 Miliar dari Bank BCA

Selanjutnya

Danantara Bongkar Modus Parkir Dana di Luar Negeri Lewat Permainan Harga Swasta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Perkuat Strategi Ritel Mikro, SIG Luncurkan Semen Kujang Berteknologi Active Micro Particle

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 09:40

SIG resmi menghidupkan kembali merek legendaris Semen Kujang untuk menguasai pasar ritel Jawa Barat, ditopang teknologi Active Micro Particle buatan...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Dorong Konsep Total Building Solution, SIG Buka Prospek Positif Pasar Semen 2H26

oleh Stella Gracia
3 September 2026 - 22:37

SIG mencatatkan lonjakan laba bersih 471% yoy menjadi Rp228 miliar pada Semester I/2026, ditopang kenaikan pendapatan Rp17,65 triliun dan penurunan...

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

oleh Sandy Romualdus
3 September 2026 - 17:20

Office of Chief Economist Bank Mandiri memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,3%-5,4% pada 2026, ditopang belanja pemerintah di tengah pengetatan likuiditas...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Menkeu Purbaya: Modal Asing Masuk Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jaga Kepercayaan Global

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 13:15

IHSG ditutup menguat 1,14% ke level 6.599,9 pada Selasa (1/9/2026) didorong net buy asing Rp2,03 triliun, di mana saham BBRI...

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

Tekan Kerugian Bencana Rp22,85 Triliun, Kemenkeu Dorong Strategi Pre-Disaster Planning

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 13:14

Kemenkeu merilis sistem ARISE bersama UNDRR dan ITB untuk membantu pemda mengidentifikasi dan mengantisipasi dampak fiskal dari risiko bencana. Stabilitas.id...

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 13:14

Wamenkeu Suahasil Nazara menegaskan resiliensi APBN dan memaparkan asumsi makro RAPBN 2027 dengan target pertumbuhan ekonomi 6% serta defisit 2,4%...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Sinyal Hawkish The Fed Membingungkan Pasar, Keputusan Suku Bunga September Bergantung Data Inflasi

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

RUPSLB BTN Rombak Lima Kursi Direksi, Nixon Napitupulu Tetap Menjabat Dirut

AAUI Soroti Target OJK dan Tantangan Reasuransi di Tengah Tergerusnya Laba Industri

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Perkuat Customer Experience, CIMB Niaga Tebar Promo dan Gelar Engagement di Harpelnas 2026

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Pemerintah Berkomitmen Perluas Implementasi DO dan SP2 Online

Danantara Bongkar Modus Parkir Dana di Luar Negeri Lewat Permainan Harga Swasta

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance