• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

Hentakan Perempuan di Barat

by Sandy Romualdus
25 Februari 2015 - 00:00
16
VIEWS
Hentakan Perempuan di Barat
0
SHARES
16
VIEWS

Oleh Syarif Fadilah

April, tahun lalu, empat orang perempuan berkumpul di Denver, Amerika Serikat untuk berbagi kisah sukses dalam sebuah diskusi panel bertajuk “Women of Distinction: Risk Managers of the Year Share Their Wisdom.”

  • Baca juga: Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Empat orang itu memberikan pencerahan jauh melebih cerita soal gender, mereka adalah Grace Crickette, Lori Gray, Sheila Small, dan Laurie Solomon. Keempatnya adalah perempuan yang telah menerima penghargaan Risk Manager of the Year, sebuah penghargaan bergengsi di bidang manajemen risiko di Negara Paman Sam.

BERITA TERKAIT

No Content Available

Amerika Serikat dan juga negara-negara Eropa yang dicitrakan sebagai negara yang sangat mendukung kesetaraan gender di semua bidang ternyata juga pernah mengalami fase di mana perempuan ‘disepelekan’ ketika akan menduduki jabatan tertentu, tak terkecuali di ladang manajemen risiko.

“Ketika saya pertama kali menjadi seorang eksekutif, saya harus berhadapan dengan situasi psikolog klinis,” kata Grace Crickette, SVP dan CRO untuk AAA Northern California, Nevada dan Utah. “Seseorang mengatakan kepada saya, ‘Anda memiliki beberapa ciri-ciri yang benar-benar hebat untuk berada dalam bisnis jika Anda seorang laki-laki. Sebagai seorang wanita, Anda mungkin akan berhadapan dengan saat-saat yang cukup sulit.’”

Kondisi itu juga dialami oleh Pamela Rogers, Vice President, Enterprise Risk and Insurance Management di Weight Watchers International, perusahaan publik di bidang kesehatan dan SDM berbasis di New York.

Ketika itu, pada tahun 80-an, sewaktu dia pertama kali memasuki dunia kerja, perempuan yang menduduki jabatan manajerial tingkat senior sangatlah sedikit. “Saat itu siapa yang pernah berpikir soal keseimbangan dalam bekerja?, kata dia yang saat itu memasuki bidang manajemen risiko

di General Motors, perusahaan otomotif terkemuka saat itu pada awal 1980-an.

Akan tetapi kini semuanya berubah. Asosiasi manajemen risiko yang berbasis di Inggris mencatat adanya peningkatan dua kali lipat dari keanggotaan perempuan dalam 10 tahun terakhir. Federasi Asosiasi Manajemen Risiko Eropa (Ferma) memiliki dewan 11 anggota, empat di antaranya adalah perempuan. Sebuah majalah manajemen risiko yang diterbitkan Risk and Insurance Management Society, telah melihat perubahan signifikan dalam kepemimpian gender. Di dalam majalah itu kini memiliki tujuh perempuan dari 16 orang yang ada di dewan redaksi. Dalam hal keanggotaan, sementara rims tidak meminta disebutkan soal gender sebagai bagian dari proses aplikasi, 2.913 dari 7.738 anggotanya (37,6 persen) mengindikasikan berjenis kelamin perempuan.

Kepemimpinan perempuan diakui dapat menjaga keseimbangan antara mengejar profit dan menjaga perusahaan dari risiko bisnis. Dalam soal, profitabilitas, beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita adalah orang yang mampu membuat perbedaan secara bottom-line. Universitas Pepperdine mempelajari 500 perusahaan yang dipublikasikan Majalah Fortune dan menemukan bahwa perusahaan yang mempromosikan perempuan lebih sering membuat keuntungan 18-69 persen lebih tinggi dari perusahaan rata-rata di industri sejenis.

Perempuan juga dinilai sebagai ‘pengubah permainan’ dalam organisasi. Sebuah laporan dari Catalyst pada 2009 menunjukkan bahwa perusahaan Fortune 500 yang memiliki tiga atau lebih perempuan dalam peran manajemen senior peringkat lebih tinggi dalam keunggulan organisasi dari perusahaan pesaing mereka. Sejauh berjalannya kinerja, perusahaan-perusahaan itu juga melampaui persaingan dengan 40 persen atau lebih.

Ada banyak alasan mengapa perempuan membawa kekuatan untuk bisnis dan manajemen risiko. “Perempuan secara alami inovatif, pemikir strategis,” kata Julie Pemberton. “Kami memiliki kemampuan alami untuk rencana skenario dan mencari solusi kreatif. Itu kunci sukses dalam manajemen risiko.”

  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Seperti dikutip dari RMMagazine.com, Pemberton, Direktur Manajemen Risiko Perusahaan dan Asuransi Coinstar yang berlokasi di Bellevue, Washington, berpikir bahwa bagian dari kesuksesan ini bisa terus terjadi. Dia merujuk pada generasi terakhir dari perempuan-perempuan terdahulu yang mulai memasuki dunia kerja dan naik ke posisi manajemen.

Meskipun mereka masih langka di dunia bisnis yang didominasi oleh laki-laki, mereka yang berhasil mencapai puncak mengajar anak-anak mereka –dengan contoh–bahwa peluang kepemimpinan terbuka untuk perempuan di perusahaan Amerika. “Akibatnya, anak perempuan dengan ambisi tersebut dibesarkan dengan kepercayaan diri untuk mengejar kesempatan yang sama dan mempromosikan bakat mereka sedikit lebih,” kata dia.

Kekuatan komunikasi perempuan juga membantu, khususnya dalam perusahaan dan manajemen risiko strategis, yang dinilai Pemberton sebagai kunci untuk membangun hubungan yang solid dengan kepemimpinan perusahaan yang lebih luas.

Intinya perempuan memahami kebutuhan untuk membangun kepercayaan, rasa hormat dan transparansi sambil memahami kondisi sekitar. “Ada sesuatu yang bisa dikatakan untuk intuisi wanita,” kata Pemberton. “Kami memiliki kemampuan alami untuk peka terhadap isyarat verbal dan nonverbal yang membawa kita untuk menyelidiki sedikit lebih dalam dan mengajukan pertanyaan yang lebih dalam.”

 

Aturan Formal

Sementara itu, di seberang samudera, tahun lalu, telah diluncurkan aturan yang akan membuat jumlah perempuan di bidang yang terkait manajemen risiko bertambah banyak. Sebanyak 350 perusahaan publik terbesar di Inggris diharuskan menempatkan lebih banyak perempuan untuk dewan direksi mereka dan menyatakan akan meningkatkan keragaman jenis kelamin, seperti yang diminta oleh Asosiasi Asuransi Inggris (ABI).

Mempromosikan perempuan untuk jabatan yang lebih tinggi dari manajemen akan meningkatkan manajemen risiko perusahaan, memperkuat strategi dan membantu mereka fokus pada tujuan jangka panjang. ABI merupakan representasi dari perusahaan asuransi di Inggris dengan aset kelolaan mencapai 2,7 triliun dollar AS atau mencapai Rp33.750 triliun.

Bahkan Komisi Eropa tahun 2013 lalu meminta perusahaan-perusahaan publik untuk secara sukarela berkomitmen untuk menempatkan eksekutif perempuan hingga 30 persen dari jumlah dewan direksi mereka pada 2015. Menurut data ABI, proporsi perempuan di ruang rapat direksi dari 100 perusahaan terbesar di Inggris adalah 14,2 persen pada 2014, naik dari 13,4 persen pada 2010.

Menurut Mervyn Davies, mantan Bos Standard Chartered Plc, perusahaan-perusahaan dalam daftar FTSE 100 seharusnya meningkatkan proporsi perempuan di dewan mereka menjadi 25 persen. upaya ini akan memakan waktu lebih dari 70 tahun hingga mencapai kesetaraan gender di ruang rapat perusahaan-perusahaan Inggris pada tingkat saat perubahan, kata Mervyn.

“Dewan Direksi dengan keseimbangan gender yang lebih baik, akan lebih memperhatikan audit, dan pengawasan dan pengendalian risiko,” kata laporan ABI. “Mereka juga tampak lebih baik secara eksplisit untuk  mengidentifikasi kriteria dalam  mengukur dan memantau pelaksanaan strategi perusahaan dibandingkan dengan semua laki-laki.”

  • Baca juga: Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

Kembali ke Denver, AS, menurut para peraih Risk Managers of the Year, untuk menyiapkan gelombang besar perempuan yang mumpuni dalam bidang manajemen risiko tidaklah mudah. Menurut Grace Crickette, perempuan harus lebih fokus dalam membangun reputasi Anda sebelum bekerja dalam dewan direksi.

Meski begitu, para perempuan yang sudah ada dalam dewan seharusnya tidak berpangku tangan dalam menyiapkan generasi-generasi perempuan penerusnya. “Bantu mendidik mereka. Saya sendiri membuat sebuah upaya untuk mengirimkan artikel –yang tidak ditulis oleh saya–setidaknya  sebulan sekali yang menawarkan sesuatu yang berharga untuk dipelajari. Dalam melakukannya, Anda juga menunjukkan apa yang Anda tahu, mengerti, dan Anda dapat lakukan. “

Tags: Hentakan Perempuan di Barat
 
 
 
 
 
Previous Post

Srikandi Manajemen Risiko

Next Post

CIMB Niaga Serahkan Donasi AMDB 2014 Senilai Rp300 Juta ke Dua Yayasan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Sejarah Uang

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 14:20

INDEF menyoroti fenomena makan tabungan akibat inflasi pangan di atas 5 persen yang membuat rata-rata saldo tabungan di bawah Rp100...

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Kerek Deposit Facility dan Pangkas GWM Perbankan

Pangsa Pasar Sentuh 7 Persen, BI Pacu Pendalaman Sukuk Sekunder dan Repo Syariah

Manufaktur Tetap Ekspansif, PMI-BI Kuartal III/2026 Naik ke Level 52,28 Persen

Sambut Libur Akhir Tahun, BI Proyeksikan SBT Kegiatan Usaha Kuartal IV/2026 Tumbuh 10,77 Persen

Jaring Talenta Vokasi Global, Kemnaker Gelar InaSkills 2026 Berstandar Internasional

Soroti AI hingga Green Transformation, Pameran INCHEM TOKYO 2027 Gandeng Industri Global

JLL Ungkap Pasar Properti Indonesia Masuki Era Desentralisasi dan Aset Digital

Gandeng Danantara dan BNSP, Kemnaker Perkuat Ekosistem Sertifikasi Tenaga Kerja BUMN

Dominasi Mesin Pencari Tergerus, Pengguna GenAI Global Melonjak 57,2 Persen

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
CIMB Niaga Serahkan Donasi AMDB 2014 Senilai Rp300 Juta ke Dua Yayasan

CIMB Niaga Serahkan Donasi AMDB 2014 Senilai Rp300 Juta ke Dua Yayasan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance