Stabilitas.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperketat pengawasan distribusi dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 H.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan pemantauan intensif di berbagai titik distribusi strategis, mulai dari pasar rakyat hingga produsen. Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau di tengah momentum peningkatan konsumsi nasional.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pemasok, dan distributor untuk memastikan pasokan tersedia dan harga terkendali. Hasil pemantauan nasional menunjukkan stok dalam kondisi aman,” ujar Mendag Budi dalam keterangan resminya, Kamis (12/3/2026).
BERITA TERKAIT
Berdasarkan hasil tinjauan di sejumlah wilayah seperti Sukoharjo, Palembang, dan Makassar, harga rata-rata komoditas pangan utama tercatat relatif stabil. Beberapa data harga yang dihimpun Kemendag antara lain:
-
Daging Sapi: Rp130.000 – Rp140.000/kg
-
Bawang Merah: Rp35.000 – Rp40.000/kg
-
Beras SPHP Bulog: Rp12.200 – Rp12.600/kg
-
Daging Ayam Ras: Rp30.000 – Rp32.000/kg
Untuk memperkuat akurasi data, Kemendag mengoptimalkan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang mencakup 550 pasar di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Pemulihan Jalur Distribusi Pasca-Bencana
Selain pemantauan rutin, Kemendag memberikan perhatian khusus pada wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh yang sempat terdampak banjir pada November 2025. Data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menunjukkan tingkat pemulihan gerai ritel di wilayah tersebut sudah mencapai 95%.
Mendag Budi memastikan aktivitas perdagangan di daerah terdampak, seperti Pidie dan Tebing Tinggi, telah kembali optimal untuk menyangga kebutuhan lebaran.
Sebagai langkah mitigasi, Kemendag mendorong pemerintah daerah untuk menggelar Gerakan Pangan Murah. Selain itu, kolaborasi dengan pelaku usaha ritel diwujudkan melalui program stimulus seperti “Friday Mubarak” dan “Gerakan Belanja di Indonesia Aja (BINA)” yang menawarkan paket diskon khusus Ramadan.
Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan menghindari aksi panic buying. Kemendag menjamin bahwa percepatan distribusi telah dilakukan sejak Januari lalu untuk mengantisipasi potensi gangguan cuaca yang dapat menghambat logistik nasional. ***

















