JAKARTA, Stabilitas.id — Di tengah pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama dua tahun, Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) terus mempertahankan kinerja positif.
Hingga kuartal III-2021 ini, Bank Sampoerna membukukan laba bersih sebesar Rp42 miliar atau mengalami pertumbuhan sebesar 9,4% secara year on year atau dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja ini dicapai dengan dukungan pendapatan operasional non-bunga yang meningkat signifikan hingga mencapai Rp 30 miliar pada 9 bulan pertama tahun 2021 ini atau meningkat sebesar 94% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
BERITA TERKAIT
Direktur Utama Bank Sampoerna, Ali Rukmijah, menjelaskan bahwa kinerja yang diraih Bank Sampoerna tidak terlepas dari hasil transformasi secara digital yang dimulai sejak beberapa tahun lalu dan masih terus berlangsung.
“Bank Sampoerna berkomitmen untuk terus bertransformasi secara digital dan terus memutakhirkan layanan perbankan digital agar mempermudah nasabah dalam memenuhi kebutuhan perbankan mereka, termasuk UMKM yang akan memperoleh manfaat besar lewat layanan digital,” ungkap Ali.
Ali melanjutkan, pertumbuhan transaksi digital Bank Sampoerna menunjukkan tren yang sangat baik. Meski tidak belum terlepas dari dampak penurunan aktivitas ekonomi secara keseluruhan, jumlah transaksi digital terus bertumbuh dan hingga September 2021 mencapai sebesar 23,8 juta transaksi atau meningkat hampir 3 kali lipat dibandingkan dengan jumlah transaksi pada sembilan bulan pertama tahun 2020.
“Di samping layanan internet banking, mobile banking, digital lending melalui PDaja.com, dan virtual account, Bank Sampoerna juga berkolaborasi dengan berbagai fintech P2P lending, seperti Mekar untuk pemberdayaan UMKM khususnya perempuan, serta mendukung perluasan implementasi Gerbang Pembayaran Nasional (GPN),”ujar Henky Suryaputra, Direktur Keuangan & Perencanaan Bisnis.
Adanya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di banyak wilayah di Indonesia hingga kuartal III 2021, tidak dapat dihindari mempengaruhi jumlah permintaan kredit yang diterima dan penyaluran kredit yang dilakukan. Total kredit Bank Sampoerna stabil di Rp 8,0 triliun pada akhir September 2021 dan diharapkankan mencapai Rp 8,4 triliun di akhir tahun 2021.
Henky Suryaputra lebih lanjut menyampaikan bahwa kualitas kredit merupakan hal lain yang sungguh-sungguh diperhatikan oleh Bank Sampoerna. Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto dapat dijaga pada level 2,9%.
Beban penyisihan penurunan nilai kredit yang dilakukan pada 9 bulan pertama tahun 2021 mencapai Rp 171 miliar, atau meningkat 22% dibandingkan dengan yang dibukukan pada tahun lalu. Hal ini menjadikan rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) terhadap total aset produktif meningkat 76 basis poin menjadi 3,74% pada akhir September 2021.

















