IASC OJK catat pengaduan scam capai Rp 9,1 triliun. Bank Neo Commerce bagikan 5 tips cegah penipuan digital dukung Gerakan GENCARKAN 2026.
Stabilitas.id – Akselerasi alih teknologi digital memberikan kemudahan akses transaksi perbankan ritel, namun di saat bersamaan membawa peningkatan ancaman kejahatan siber (cybercrime), terutama maraknya penipuan digital (scam). Menanggapi maraknya modus penipuan berbasis pesan singkat, email, hingga media sosial, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) membagikan lima langkah strategis guna membentengi masyarakat dari kerugian finansial.
Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang merujuk pada riset Global Anti-Scam Alliance (GASA), total estimasi kerugian masyarakat Indonesia akibat pesan spam dan scam telah menembus angka Rp 7,5 triliun.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat melalui lembaga Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) sejak berdirinya pada 22 November 2024 hingga 14 Januari 2026, telah masuk sebanyak 432.637 pengaduan kejahatan siber dari masyarakat dengan nilai akumulasi kerugian menembus Rp 9,1 triliun. Dari total kerugian tersebut, IASC berhasil menyelamatkan dan memblokir dana nasabah sebesar Rp 436,88 miliar.
5 Langkah Cegah Modus Kejahatan Siber
Untuk mengantisipasi modus pelaku penipuan digital yang semakin variatif—mulai dari pencurian data melalui tautan palsu (phishing), tawaran investasi fiktif, hingga pengambilalihan akun—Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Eri Budiono mengimbau masyarakat untuk secara konsisten menerapkan lima disiplin kebiasaan digital:
- Lebih Waspada terhadap Informasi Tiba-tiba: Jangan mudah percaya pada penawaran hadiah atau pesan panik yang dikirimkan oleh pihak tidak dikenal. Lakukan konfirmasi berulang.
- Hindari Mengklik Tautan (Link) Sembarangan: Periksa keabsahan alamat URL pada pesan SMS, WhatsApp, maupun email. Hindari membuka tautan dari pengirim mencurigakan yang berpotensi mencuri data pribadi.
- Proteksi Strict Data Rahasia: Jangan pernah membagikan kode One Time Password (OTP), PIN, password, maupun kode verifikasi perbankan kepada siapa pun, termasuk oknum yang mengatasnamakan petugas resmi bank.
- Verifikasi Sebelum Mengirim Transaksi Dana: Konfirmasi kebenaran nomor rekening tujuan melalui kanal resmi perusahaan/pihak terkait sebelum mengeksekusi transfer.
- Simpan Bukti dan Segera Laporkan Akun Mencurigakan: Tangkap layar (screenshot) bukti percakapan dan nomor rekening pelaku, lalu segera lakukan pemblokiran serta pelaporan melalui kanal resmi platform terkait dan IASC.
Eri Budiono menegaskan bahwa penanganan scam tidak cukup sekadar mengandalkan respons saat penipuan sudah terjadi, melainkan memperkuat pencegahan melalui sistem teknologi dan edukasi protektif.
“Sebagai bank dengan layanan digital, BBYB bertanggung jawab memperkuat teknologi keamanan, mengasah kemampuan deteksi transaksi mencurigakan, serta meningkatkan literasi nasabah. Namun, melawan penipuan siber membutuhkan kolaborasi erat antara perbankan, regulator, penegak hukum, dan kesadaran masyarakat itu sendiri,” ujar Eri dalam keterangan resminya, Rabu (26/8/2026).
Inisiatif edukasi anti-scam ini juga merupakan bagian dari partisipasi aktif BBYB dalam mendukung program prioritas OJK yakni GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan). Melalui aplikasi perbankan neobank serta kanal komunikasi publiknya, BBYB terus mengedukasi 36 tahun pengalamannya di industri perbankan nasional guna mewujudkan ekosistem keuangan digital yang aman, tepercaya, dan berkelanjutan.
Ringkasan Statistik Kejahatan Siber & Inisiatif Anti-Scam BBYB (2026)
| Parameter Indikator | Capaian / Estimasi Data | Sumber Data / Keterangan |
| Kerugian Kerjahatan Spam/Scam | ~ Rp 7,50 Triliun |
Laporan GASA / Komdigi.
|
| Total Pengaduan IASC OJK | 432.637 Aduan |
Periode Nov 2024 – Jan 2026.
|
| Akumulasi Kerugian Aduan IASC | Rp 9,10 Triliun |
Total kerugian terlaporkan nasabah.
|
| Total Dana Berhasil Diblokir | Rp 436,88 Miliar |
Tindakan pembekuan oleh IASC OJK.
|
| 5 Pilar Edukasi Utama BBYB | Waspada, No-Click Link, Proteksi OTP, Verifikasi, & Laporkan |
Bagian dari Kampanye GENCARKAN 2026.
|

















