• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, September 13, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Prof. Syafii Antonio Usulkan Alokasi 15% Dana APBN dan BUMN untuk Pacu Bank Syariah

oleh Sandy Romualdus
11 September 2026 - 17:21
8
Dilihat
Prof. Syafii Antonio Usulkan Alokasi 15% Dana APBN dan BUMN untuk Pacu Bank Syariah
0
Bagikan
8
Dilihat

Prof. Syafii Antonio mendorong alokasi 15% dana APBN untuk perbankan syariah, sejalan dengan penunjukan Bank BSN sebagai penyalur gaji ASN dan TNI-Polri secara terpusat.

Stabilitas.id — Pakar ekonomi dan perbankan syariah terkemuka sekaligus pendiri Universitas Tazkia, Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec., menilai pemerintah memiliki dua instrumen strategis dari sisi kebijakan fiskal dan tata kelola korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dapat dioptimalkan guna memacu akselerasi kinerja industri perbankan syariah nasional.

  • Baca juga: Genjot Penetrasi Merchant di Kota Kembang, Bank BSN Rilis Program Serbu Ekosistem

Berbicara dalam Gala Dinner Peluncuran layanan BSN Prioritas di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (10/9/2026), Prof. Syafii Antonio menjabarkan bahwa optimalisasi kedua instrumen makro ini diyakini mampu menyuntikkan permodalan dan ruang likuiditas secara masif bagi bank-bank syariah tanpa mendisrupsi ekuilibrium pasar keuangan.

Pertama, penguatan dari sisi intervensi fiskal melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Prof. Syafii menyarankan agar pemerintah mengalokasikan sekitar 10% hingga 15% dari total perputaran dana APBN untuk disalurkan melalui entitas bank syariah, termasuk Bank Syariah Nasional (BSN). Penempatan dana skala jumbo ini diproyeksikan akan menekan beban biaya dana (cost of fund) perbankan syariah, sehingga bank memiliki ruang likuiditas yang lebih leluasa untuk mengakselerasi pembiayaan ke sektor riil secara kompetitif.

BERITA TERKAIT

Genjot Penetrasi Merchant di Kota Kembang, Bank BSN Rilis Program Serbu Ekosistem

Bidik Nasabah High-Net-Worth, BSN Resmi Luncurkan Layanan BSN Prioritas

Pacu Volume Transaksi Mobile Banking, Bank BSN Serbu Merchant di Kota-Kota Besar

Bank BSN Serbu Ekosistem Muhammadiyah Lampung, Kampus, AUM hingga Saudagar Jadi Incaran

Kedua, optimalisasi aktivitas pencarian dana (fund raising) oleh korporasi pelat merah. Beliau mendorong pemerintah untuk menginstruksikan BUMN agar meraup 10% hingga 15% dari total kebutuhan pendanaannya melalui instrumen syariah. “Kebijakan ini sangat implementatif karena tidak membebani kas negara atau membutuhkan suntikan modal tunai, melainkan dieksekusi melalui penerbitan sukuk atau surat berharga syariah lainnya,” tegasnya.

Manuver makroekonomi ini dinilai sangat logis dan berdimensi global. Prof. Syafii menegaskan kembali bahwa instrumen keuangan syariah saat ini telah diakui secara universal sebagai alternatif pendanaan yang stabil, terbukti dari maraknya negara-negara Barat dan non-Muslim—seperti Inggris (London), Luksemburg, hingga Jerman—yang mengadopsi regulasi dan giat menerbitkan instrumen sukuk, jauh sebelum Indonesia memilki produk yang sama. “Karena Syariah adalah ekosistem finansial universal yang sangat rasional secara kalkulasi bisnis,” imbuhnya.

  • Baca juga: Bidik Nasabah High-Net-Worth, BSN Resmi Luncurkan Layanan BSN Prioritas

Ketangguhan fundamental model bisnis ini juga telah teruji secara empiris saat krisis moneter melanda pada periode 1997-2000. Ketika mayoritas bank konvensional terpaksa kolaps akibat jebakan negative spread seiring meroketnya suku bunga, bank-bank berbasis syariah justru mampu bertahan menavigasi badai likuiditas lantaran ditopang oleh sistem bagi hasil yang adaptif terhadap guncangan pasar.

Resiliensi dan kepercayaan institusional tersebut terefleksi langsung pada rapor kinerja perbankan syariah seperti Bank BSN. Pasca aksi korporasi spin-off pada akhir tahun lalu, perseroan langsung memacu mesin pertumbuhannya. Hingga 31 Agustus 2026, aset Bank BSN telah mencapai Rp81,5 triliun, melesat 20,75% secara tahunan (year-on-year/YoY). “Capaian impresif ini sekaligus mengukuhkan Bank BSN sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia,” jelas Alex Sofjan Noor.

Fundamental yang solid ini turut didorong oleh penetrasi ekosistem digital. Platform mobile banking andalan perseroan, Bale Syariah, kini telah diakses oleh 238.897 pengguna dengan volume transaksi mencapai Rp6,57 triliun dari 3,29 juta kali transaksi. Di segmen sistem pembayaran, layanan QRIS BSN telah menjangkau 2.102 merchants, membukukan 2,07 juta transaksi dengan volume mencapai Rp552,1 miliar.

“Di usia perseroan yang masih terbilang muda, BSN akan terus berupaya hadir di berbagai lini dan ekosistem masyarakat,” tutup Alex, memberikan pandangan optimis ke pasar atas langkah integrasi nilai syariah ke dalam arus utama ekonomi nasional.

  • Baca juga: Pacu Volume Transaksi Mobile Banking, Bank BSN Serbu Merchant di Kota-Kota Besar

Untuk itu, sejalan dengan visi optimalisasi dana pemerintah di ekosistem syariah tersebut, selain mengemban tugas dari pemerintah sebagai pelaksana penyaluran subsidi pembiayaan syariah perumahan rakyat melalui FLPP, BSN baru saja menorehkan tonggak pencapaian strategis sebagai bank penyalur gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, anggota Polri, Pejabat Negara, hingga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) secara terpusat.

Penunjukan ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor KEP-33/PB/PB.3/2026 tertanggal 24 Agustus 2026. Langkah ini memperkuat ekspansi BSN dalam mengelola belanja pegawai negara setelah perseroan dinyatakan lulus User Acceptance Test (UAT) atas sistem interkoneksi penyaluran Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Gaji antara Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) dan BSN pada 31 Juli 2026 lalu. ***

Tags: Alex Sofjan Noorapbnbale syariahBank BSNPayroll ASNProf. Syafii AntonioQRIS BSNSukuk BUMN
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Disiplin Fiskal Topang Optimisme, Pasar Saham dan Obligasi RI Catat Kinerja Gemilang di Agustus 2026

Selanjutnya

Asia Care Survey 2026: Warisan Bukan Lagi Prioritas Tunggal, 40% Aset Disiapkan untuk Anak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Implementasi Sustainable Finance, Portofolio ESG BRI Tembus Rp842,1 Triliun di Triwulan II 2026

Implementasi Sustainable Finance, Portofolio ESG BRI Tembus Rp842,1 Triliun di Triwulan II 2026

oleh Sandy Romualdus
12 September 2026 - 13:02

Portofolio pembiayaan berkelanjutan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencapai Rp842,1 triliun pada akhir triwulan II 2026, merepresentasikan 58%...

BRICS Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal, RI Dorong Konektivitas Pembayaran Lintas Negara

Genjot Penetrasi Merchant di Kota Kembang, Bank BSN Rilis Program Serbu Ekosistem

oleh Stella Gracia
12 September 2026 - 09:35

PT Bank Syariah Nasional (BSN) meluncurkan Program Serbu Ekosistem di Bandung untuk memperluas penetrasi layanan digital perbankan dan fasilitas QRIS...

BRICS Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal, RI Dorong Konektivitas Pembayaran Lintas Negara

Lintasarta Rilis Bandwidth on Demand untuk Akselerasi Infrastruktur Digital Perbankan

oleh Stella Gracia
11 September 2026 - 19:31

Lintasarta meluncurkan solusi Bandwidth on Demand (BWoD) untuk sektor perbankan guna memastikan fleksibilitas dan keandalan infrastruktur digital hingga kapasitas 1...

Bidik Nasabah High-Net-Worth, BSN Resmi Luncurkan Layanan BSN Prioritas

Bidik Nasabah High-Net-Worth, BSN Resmi Luncurkan Layanan BSN Prioritas

oleh Sandy Romualdus
11 September 2026 - 06:52

PT Bank Syariah Nasional (BSN) meluncurkan layanan BSN Prioritas untuk membidik nasabah affluent dan HNWI dengan memadukan ekosistem wealth management...

Resiliensi Perbankan Kuat, Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Indeks Persepsi Risiko Terjaga di Level 57, Perbankan Nasional Waspadai Efek Suku Bunga Global

oleh Stella Gracia
10 September 2026 - 21:11

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat optimisme perbankan terjaga pada triwulan III-2026, tercermin dari Indeks Orientasi Bisnis Perbankan di level 56....

Satu Dekade Beroperasi, Kredivo Sumbang Rp33 Triliun ke PDB Nasional dan Genjot Kredit Produktif

Satu Dekade Beroperasi, Kredivo Sumbang Rp33 Triliun ke PDB Nasional dan Genjot Kredit Produktif

oleh Stella Gracia
10 September 2026 - 20:58

Laporan Kredivo bersama LD FEB UI merinci dampak ekonomi Rp33 triliun terhadap PDB nasional, didukung adopsi kredit produktif dan peningkatan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Implementasi Sustainable Finance, Portofolio ESG BRI Tembus Rp842,1 Triliun di Triwulan II 2026

Evaluasi Standar Global, KRQA-SQC Gelar Audit Terintegrasi di PT Trans Yeong Maritime

Kinerja Penjualan Eceran Menguat, BI Prediksi Tekanan Inflasi Melandai di Akhir Tahun

Genjot Penetrasi Merchant di Kota Kembang, Bank BSN Rilis Program Serbu Ekosistem

Lintasarta Rilis Bandwidth on Demand untuk Akselerasi Infrastruktur Digital Perbankan

BRICS Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal, RI Dorong Konektivitas Pembayaran Lintas Negara

Asia Care Survey 2026: Warisan Bukan Lagi Prioritas Tunggal, 40% Aset Disiapkan untuk Anak

Prof. Syafii Antonio Usulkan Alokasi 15% Dana APBN dan BUMN untuk Pacu Bank Syariah

Disiplin Fiskal Topang Optimisme, Pasar Saham dan Obligasi RI Catat Kinerja Gemilang di Agustus 2026

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Asia Care Survey 2026: Warisan Bukan Lagi Prioritas Tunggal, 40% Aset Disiapkan untuk Anak

Asia Care Survey 2026: Warisan Bukan Lagi Prioritas Tunggal, 40% Aset Disiapkan untuk Anak

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance