• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi Industri

Keseimbangan Produksi Migas dan Energi Terbarukan Jadi Kunci Ketahanan Energi NKRI 2026

by Sandy Romualdus
15 Desember 2025 - 20:42
81
VIEWS
Keseimbangan Produksi Migas dan Energi Terbarukan Jadi Kunci Ketahanan Energi NKRI 2026
0
SHARES
81
VIEWS

Stabilitas.id – Sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) masih menjadi penopang utama ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global dan tuntutan transisi energi. Pemerintah didorong untuk segera menghentikan tren penurunan produksi migas agar pasokan energi tetap terjaga pada 2026, sekaligus menopang target pembangunan jangka panjang dan agenda dekarbonisasi nasional.

Isu tersebut mengemuka dalam EITS Discussion Series VII 2025: “Pemantik Bisnis Sektor ESDM 2026, Dari Hilirisasi Hingga Transisi”, yang digelar di Jakarta, Senin (15/12). Forum ini menegaskan bahwa ketahanan energi Indonesia tidak dapat dilepaskan dari keseimbangan antara optimalisasi produksi migas dan percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).

  • Baca juga: OJK Pacu Sustainable Finance: Siasat Berantas Greenwashing dan Rebut Pasar Karbon Asia

Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association (IPA) Marjolin Wahjong menilai ketahanan energi menjadi isu krusial bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama di tengah lonjakan permintaan energi domestik dan dinamika geopolitik global. Menurutnya, pemerintah perlu mengambil langkah antisipatif untuk menghentikan tren penurunan produksi migas yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.

BERITA TERKAIT

OJK Pacu Sustainable Finance: Siasat Berantas Greenwashing dan Rebut Pasar Karbon Asia

Perpres 26/2026 Terbit, Pertamina Boleh Impor Langsung 150 Juta Barel Minyak Rusia

Pertamina Patra Niaga: Harga BBM Subsidi dan Non-Subsidi Per 1 April 2026 Tetap

CIMB Niaga Salurkan Green Financing Syariah USD18,5 Juta ke IKPT

“Kita harus menghentikan penurunan produksi dan meningkatkan produksi selama era transisi energi, sambil tetap menargetkan net zero emission pada 2060,” ujar Marjolin.

Ia memaparkan, proyeksi permintaan energi nasional hingga 2050 menunjukkan tren meningkat signifikan. Permintaan gas diperkirakan melonjak hingga empat kali lipat, sementara minyak berpotensi naik dua kali lipat. Namun, di sisi lain, produksi migas nasional justru terus menurun. Kondisi ini, menurut Marjolin, berisiko memperlebar kesenjangan pasokan energi jika tidak direspons dengan kebijakan yang pro-investasi.

Dalam perspektif investor, IPA menekankan pentingnya contract sanctity dan kepastian hukum sebagai fondasi utama iklim investasi hulu migas. Industri ini dikenal berkarakter high risk, high capital, dan high technology, dengan siklus proyek yang dapat melampaui 30 tahun. Karena itu, stabilitas regulasi dan fiskal dinilai menjadi faktor kunci daya saing Indonesia di tingkat global.

“Percepatan eksplorasi, kemudahan perizinan, serta revisi Undang-Undang Migas menjadi langkah penting untuk memperkuat iklim investasi jangka panjang,” katanya.

Marjolin juga menegaskan bahwa transisi energi tetap harus berjalan, namun prioritas utama pemerintah adalah memastikan ketahanan dan keterjangkauan energi bagi masyarakat. Ia meyakini, dengan kebijakan yang tepat, industri migas justru dapat berkontribusi pada pencapaian target Net Zero Emission 2060, antara lain melalui penerapan teknologi carbon capture and storage (CCS) sekaligus menekan ketergantungan impor energi.

Dari sisi pemerintah, Tenaga Ahli Kepala SKK Migas Muhammad Kemal menegaskan bahwa optimalisasi lifting migas nasional menjadi prioritas strategis untuk menjaga pasokan energi, menekan impor, dan menopang penerimaan negara. Ia menilai dinamika global saat ini menunjukkan pergeseran fokus dari ambisi keberlanjutan semata menuju isu keamanan dan keterjangkauan energi.

“Risiko underinvestment di sektor migas berpotensi memicu ketidakseimbangan pasokan dan tekanan harga energi. Karena itu, penguatan produksi domestik menjadi langkah krusial agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gejolak eksternal,” ujar Kemal.

Berdasarkan data SKK Migas hingga November 2025, kinerja produksi hulu migas relatif terjaga dengan penurunan produksi setara minyak nasional hanya sekitar 0,1% secara tahunan. Capaian ini ditopang peningkatan aktivitas eksplorasi dan pengembangan, termasuk kenaikan investasi eksplorasi sekitar 20% dibandingkan tahun sebelumnya serta tambahan produksi dari sumur-sumur baru hasil plan of development (POD).

  • Baca juga: Perpres 26/2026 Terbit, Pertamina Boleh Impor Langsung 150 Juta Barel Minyak Rusia

Kemal menekankan pentingnya menjaga reserve replacement ratio (RRR) di atas 100% guna menjamin keberlanjutan produksi jangka panjang. Sejak 2018, RRR nasional konsisten melampaui target, didorong persetujuan POD strategis dan percepatan proyek hulu migas.

Untuk 2026, pemerintah menargetkan lifting minyak 610 ribu barel per hari dan lifting gas sekitar 5.500 juta kaki kubik per hari, dengan dukungan investasi hulu migas lebih dari US$22 miliar. Menurut Kemal, pencapaian target tersebut membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, SKK Migas, dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Di sisi transisi energi, Manager New and Renewable Energy Pertamina NRE Chandra Asmara menilai gas alam masih memainkan peran penting sebagai energi jembatan menuju sistem energi rendah karbon. Gas dinilai mampu menjadi solusi pragmatis di tengah keterbatasan EBT yang belum sepenuhnya andal menopang kebutuhan listrik nasional.

“Pembangkit listrik berbasis gas, khususnya combined cycle gas turbine (CCGT), menghasilkan emisi sekitar 350–550 gram CO₂ per kilowatt jam, atau 50–70% lebih rendah dibandingkan PLTU batu bara,” ujarnya.

Selain emisi yang lebih rendah, gas juga unggul dari sisi fleksibilitas operasional. Kemampuan fast ramping pembangkit gas dinilai krusial untuk menjaga stabilitas jaringan listrik, terutama ketika pasokan listrik dari surya dan angin berfluktuasi. Pertamina NRE pun mengembangkan portofolio gas to power, termasuk proyek Jawa Satu Power berkapasitas 1.760 MW yang terintegrasi dengan fasilitas FSRU di Jawa Barat.

Meski demikian, Chandra mengingatkan risiko ketergantungan jangka panjang terhadap gas jika tidak diimbangi kebijakan dekarbonisasi yang jelas. Ia menekankan pentingnya adopsi teknologi CCUS, hidrogen biru, dan biometana agar gas benar-benar berfungsi sebagai energi transisi.

Komitmen percepatan EBT juga ditegaskan pemerintah. Mewakili Dirjen EBTKE, M. Wahyu Jasa Diputra menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi EBT sangat besar, mencapai sekitar 3.687 gigawatt, dengan dominasi surya, hidro, angin, dan panas bumi. Hingga Semester I 2025, bauran EBT nasional telah mencapai sekitar 16%, meningkat 1,35% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tambahan kapasitas terpasang sekitar 1,15 GW.

Ke depan, pemerintah menargetkan investasi EBT hingga 2034 mencapai lebih dari Rp1.600 triliun, dengan potensi penciptaan sekitar 760 ribu lapangan kerja hijau dan penurunan emisi hingga 129 juta ton CO₂.

Sementara itu, Koordinator Eksploitasi Migas Ditjen Migas Kementerian ESDM Maruf Afandi mengungkapkan konsumsi minyak Indonesia telah mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, jauh melampaui produksi yang berada di kisaran 600 ribu barel per hari. Untuk menahan defisit energi, pemerintah mendorong eksplorasi masif dengan membuka lebih dari 75 blok migas potensial, mereaktivasi sekitar 4.500 sumur idle, serta mengoptimalkan lapangan eksisting melalui teknologi enhanced oil recovery (EOR).

  • Baca juga: Pertamina Patra Niaga: Harga BBM Subsidi dan Non-Subsidi Per 1 April 2026 Tetap

Dalam perspektif kebijakan jangka panjang, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Dina Nurul Fitriah menegaskan bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) menjadi landasan baru arah pembangunan energi Indonesia. Regulasi ini menargetkan bauran EBT 70–72% pada 2060, dengan pasokan energi primer 665–775 juta ton setara minyak (TOE).

“Keberhasilan transisi energi sangat bergantung pada kepastian regulasi, dukungan pembiayaan, dan kolaborasi pemerintah, BUMN, serta swasta agar ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan target dekarbonisasi dapat berjalan seimbang,” ujarnya. ***

Tags: #SKK Migasbauran energi nasionalcarbon capture storage CCSCCUS Indonesiaeksplorasi migasenergi baru terbarukan EBTenergi fosil dan EBTEnergi Rendah Karbongas alam energi transisiimpor BBM IndonesiaIndonesian Petroleum Association IPAinvestasi migas Indonesiakebijakan energi nasional KENketahanan energi nasionalketahanan energi NKRIlifting migas 2026lifting minyak dan gasmigas IndonesiaNet Zero Emission 2060pembangkit listrik gas CCGTpenurunan produksi migasPP 40 Tahun 2025produksi migas 2026sektor hulu migasTransisi Energi Indonesia
 
 
 
 
 
Previous Post

AAUI Estimasi Klaim Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar Capai Rp567 Miliar

Next Post

BNI Perkuat Tata Kelola dan Strategi Hadapi Tahun Buku 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:00

Indonesia peringkat 1 dunia sektor modest fashion SGIE 2025/2026. Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman buka IN2MOTIONFEST x JMFW...

Pilar Pertamina Hijau: Patra Logistik Sulap Sekam dan Jerami Jadi Energi Alternatif

Pasok 1.500 SPBU: Patra Logistik Terapkan Standar Baru Perawatan 500 Mobil Tangki BBM

by Stella Gracia
2 Oktober 2026 - 12:12

Patra Logistik menerapkan standar baru SK 007 di Fuel Terminal Boyolali guna mengoptimalkan perawatan 500 mobil tangki BBM pemasok 1.500...

Tembus 75 Ribu Unit, Polytron Pamerkan Fox-Series dan Guyur Subsidi Rp6 Juta di GIIAS Semarang

Tembus 75 Ribu Unit, Polytron Pamerkan Fox-Series dan Guyur Subsidi Rp6 Juta di GIIAS Semarang

by Sandy Romualdus
2 Oktober 2026 - 10:37

Penjualan motor listrik Polytron sukses menembus 75 ribu unit secara nasional. Perusahaan agresif menebar subsidi Rp6 juta pada ajang GIIAS...

Perkuat Rantai Pasok Pertamina Patra Niaga, Patra Logistik Perluas Manajemen Armada ke Wilayah Barat

Perkuat Rantai Pasok Pertamina Patra Niaga, Patra Logistik Perluas Manajemen Armada ke Wilayah Barat

by Stella Gracia
1 Oktober 2026 - 12:12

Patra Logistik resmi mengelola distribusi BBM di seluruh Pulau Jawa setelah memperluas layanan Fleet Management ke tujuh terminal di Jawa...

Halal Indo 2026 Raup Transaksi Ratusan Miliar, Kemenperin Desak Realisasi Bisnis Nyata

Halal Indo 2026 Raup Transaksi Ratusan Miliar, Kemenperin Desak Realisasi Bisnis Nyata

by Stella Gracia
29 September 2026 - 15:08

Kemenperin membukukan komitmen transaksi Rp622 miliar pada Halal Indo 2026 guna memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produsen halal global. Stabilitas.id...

Realokasi Modal Rp14 Triliun, Divestasi Chandra Asri Justru Bawa SCG Rajai Penjualan ASEAN

Realokasi Modal Rp14 Triliun, Divestasi Chandra Asri Justru Bawa SCG Rajai Penjualan ASEAN

by Sandy Romualdus
24 September 2026 - 12:27

Bagi SCG, melepaskan sebagian jangkar di satu sisi (Chandra Asri) ternyata bukan untuk berlayar pergi, melainkan untuk kembali membanjiri pasar...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
BNI Perkuat Tata Kelola dan Strategi Hadapi Tahun Buku 2026

BNI Perkuat Tata Kelola dan Strategi Hadapi Tahun Buku 2026

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance