• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Kontribusi Fiskal Melejit, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp1,73 Triliun ke Negara

by Stella Gracia
2 Juni 2026 - 10:31
37
VIEWS
Kontribusi Fiskal Melejit, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp1,73 Triliun ke Negara
0
SHARES
37
VIEWS

Stabilitas.id – Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group, PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), membukukan total kontribusi kepada negara sebesar Rp1,73 triliun sepanjang tahun buku 2025. Setoran jumbo ini dinilai memperkuat stabilitas fiskal nasional di tengah upaya pemerintah memacu efisiensi logistik.

Secara rinci, kontribusi tersebut mengalir melalui tiga lini utama, yakni setoran pajak senilai Rp1,45 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp55,59 miliar, serta pembayaran konsesi mencapai Rp224,5 miliar.

  • Baca juga: Tanjung Emas Menuju Gerbang Utama: Berlomba Melawan Arus Investasi

Pada pos perpajakan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi penyumbang terbesar dengan angka Rp485,45 miliar, disusul Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25/29 senilai Rp360,13 miliar, dan PPh Pasal 21 sebesar Rp267,35 miliar.

BERITA TERKAIT

Tanjung Emas Menuju Gerbang Utama: Berlomba Melawan Arus Investasi

Sinyal Manufaktur Solid, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 6,63 Juta TEUs di Semester I/2026

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra menegaskan bahwa realisasi ini merupakan wujud kepatuhan regulasi sekaligus komitmen perseroan dalam menyokong Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Dukungan tersebut menjadi wujud nyata komitmen perusahaan sebagai bagian dari Pelindo Group dalam mendukung pembangunan nasional melalui APBN,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Widyaswendra menambahkan, seiring dengan eskalasi aktivitas perdagangan, sektor kepelabuhanan diproyeksikan tetap menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi. Efisiensi di terminal petikemas diharapkan mampu menekan biaya logistik nasional, mempercepat distribusi barang, serta mendongkrak daya saing ekspor.

Optimisme tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat sektor transportasi dan pergudangan nasional tumbuh 8,98% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Triwulan IV/2025, menjadikannya salah satu motor penggerak ekonomi utama.

Tantangan Konektivitas Antarpulau

Menanggapi performa tersebut, Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Anton Agus Setyawan menilai bisnis logistik domestik memiliki ruang pertumbuhan yang lebar sejak tren perdagangan antarnegara dan antarpulau masif di awal era 2000-an.

Kendati infrastruktur darat seperti jalan tol telah berkembang pesat, Anton menggarisbawahi bahwa optimalisasi pelabuhan dan konsep tol laut masih perlu dipacu, khususnya untuk mereduksi disparitas harga di kawasan Indonesia Timur seperti Papua.

  • Baca juga: Sinyal Manufaktur Solid, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 6,63 Juta TEUs di Semester I/2026

“Bagaimana logistik supply chain di Papua itu bisa lebih baik sehingga perbedaan harga beberapa produk komoditas bisa dikurangi,” tutur Anton, Jumat (22/5/2026).

Senada, pengamat transportasi sekaligus anggota Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Tory Damantoro menyebut SPTP memegang peran strategis sebagai anchor atau jangkar fiskal.

“Sebagai operator pelabuhan komersial nasional, Pelindo punya peran sejati sebagai enabler ekonomi makro agar target penurunan biaya logistik menjadi 8% terhadap PDB dapat tercapai,” kata Tory.

Ia mendorong Pelindo bertransformasi dari sekadar operator pelabuhan menjadi integrator rantai pasok global (Global Value Chain/GVC) melalui standarisasi layanan ekspor manufaktur, agribisnis, hingga hilirisasi.

Modernisasi Alat Masif

Guna mengejar target efisiensi tersebut, SPTP tengah masif melakukan modernisasi infrastruktur lewat penambahan dan relokasi alat bongkar muat di sejumlah titik strategis sepanjang 2025.

Langkah ini mencakup penambahan 4 unit Quay Container Crane (QCC) di TPK Semarang, 1 unit QCC di IPCTPK Panjang, serta 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) dan 4 unit QCC di Terminal Petikemas Surabaya. Penguatan alat juga menyasar terminal regional seperti TPK Kendari, TPK Banjarmasin, TPK Nilam, TPK Belawan, TPK Perawang, dan Terminal Kijing.

Pakar Maritim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Raja Oloan Saut Gurning menilai ekspansi alat ini merupakan respons logis atas lonjakan kunjungan kapal (ship calls) dan volume kontainer.

Sebagai contoh, Terminal Kijing mencatatkan lonjakan kunjungan kapal hingga 15% (741 calls) pada 2025, dipicu oleh arus kargo curah kering dan cair dari hilirisasi kelapa sawit serta alumina. Sementara itu, TPK Banjarmasin menunjukkan resiliensi tinggi didorong konsumsi domestik dan industri hinterland pertambangan.

  • Baca juga: ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

Namun, Saut mengingatkan bahwa produktivitas tidak hanya bergantung pada kuantitas alat. “Efisiensi terminal peti kemas juga ditentukan oleh kesiapan infrastruktur pendukung seperti dermaga, lapangan penumpukan, gudang, hingga gate. Indikator utamanya adalah kemampuan menekan turn around time kapal,” pungkasnya. ***

Tags: Biaya Logistik NasionalKontribusi APBN PelindoModernisasi PelabuhanPelindo Terminal PetikemasPertumbuhan Sektor Logistik BPSSetoran Pajak PelindoTerminal Kijing
 
 
 
 
 
Previous Post

DJP Catat 13,45 Juta SPT Tahunan Terkumpul, Akun Coretax Tembus 19,4 Juta

Next Post

Bidik Kredit Konsumer, BRI (BBRI) Tebar Promo KPR Bunga Mulai 2,50% dan Tenor 20 Tahun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:51

Bank Indonesia mencatat ULN Indonesia Agustus 2026 tetap sehat sebesar US$459,3 miliar (tumbuh 5,6% yoy) dengan rasio PDB 30,9% didominasi...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:00

Indonesia peringkat 1 dunia sektor modest fashion SGIE 2025/2026. Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman buka IN2MOTIONFEST x JMFW...

Porsi Kredit UMKM BRI Capai 83,86%, Bukti Komitmen BRI pada Pemberdayaan Usaha Mikro

Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:18

Riset Paramadina memproyeksikan kewajiban sertifikasi halal serentak berisiko membebani 8 juta UMKM pangan dan menekan daya beli rumah tangga. Stabilitas.id...

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

by Stella Gracia
13 Oktober 2026 - 13:23

Kementerian Pariwisata meluncurkan rute wisata Camino de Flores. Program ini bertujuan meratakan distribusi wisatawan dan memulihkan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara...

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

by Stella Gracia
12 Oktober 2026 - 12:21

Survei Konsumen BI September 2026 mencatat IKK tetap optimis di level 118,1 di tengah kenaikan rasio belanja konsumsi masyarakat menjadi...

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:13

APBN membukukan defisit Rp319 triliun atau 1,24 persen PDB per September 2026, Menkeu Suahasil Nazara pastikan disiplin fiskal terjaga. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Bidik Kredit Konsumer, BRI (BBRI) Tebar Promo KPR Bunga Mulai 2,50% dan Tenor 20 Tahun

Bidik Kredit Konsumer, BRI (BBRI) Tebar Promo KPR Bunga Mulai 2,50% dan Tenor 20 Tahun

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance