• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, September 16, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi Infrastruktur

Tanjung Emas Menuju Gerbang Utama: Berlomba Melawan Arus Investasi

oleh Stella Gracia
15 September 2026 - 12:37
3
Dilihat
Tanjung Emas Menuju Gerbang Utama: Berlomba Melawan Arus Investasi
0
Bagikan
3
Dilihat

Pelaku usaha mendesak Pelabuhan Tanjung Emas segera naik kelas menjadi pelabuhan utama logistik Jawa Tengah. Diwarnai ancaman perpindahan ke Priok, TPK Semarang siapkan empat crane baru di tengah tren naiknya ekspor-impor.

Stabilitas.id – Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang kini berdiri di persimpangan krusial. Desakan agar pelabuhan ini segera “naik kelas” menjadi gerbang utama aktivitas ekspor-impor di Jawa Tengah semakin lantang disuarakan oleh para pelaku usaha. Tuntutan ini bukan tanpa alasan; pertumbuhan investasi yang masif dan menjamurnya kawasan industri baru di Jateng mutlak membutuhkan infrastruktur logistik yang setara agar tak memicu hengkangnya arus barang ke pelabuhan provinsi tetangga.

  • Baca juga: Sinyal Manufaktur Solid, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 6,63 Juta TEUs di Semester I/2026

Dorongan kuat ini terekam jelas dalam forum diskusi bertajuk Proyeksi Pertumbuhan Barang dan Industri untuk Perencanaan Pengembangan TPK Semarang, yang digelar oleh Pelindo Terminal Petikemas di Semarang pada Kamis (10/9/2026).

Ketua Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat Jateng-DIY, Jarot Wibowo, menjadi salah satu pihak yang paling vokal menyuarakan urgensi ini. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi intensif dengan pihak Bea Cukai dan Pemerintah Provinsi Jateng telah dirintis sejak 2024 demi mewujudkan Tanjung Emas sebagai pelabuhan utama. Jarot memperingatkan, jika kapasitas dan pelayanan tidak segera dibenahi, arus barang industri Jateng akan “bocor” lari ke Tanjung Priok di Jakarta atau Tanjung Perak di Surabaya.

BERITA TERKAIT

Sinyal Manufaktur Solid, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 6,63 Juta TEUs di Semester I/2026

Kontribusi Fiskal Melejit, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp1,73 Triliun ke Negara

Pelindo Beri Pelayanan Pada Satu Juta Pemudik di Lebaran 2022

Pelindo 1 Optimalkan Layanan Online Untuk New Normal

“Ekspektasi kami sebenarnya sangat tinggi,” ujar Jarot. Lebih lanjut, ia menyoroti tren batas waktu penyelesaian ekspor dari pembeli global (buyer) yang kian ketat. Jika dulu perusahaan memiliki kelonggaran hingga 150 hari sejak pesanan pembelian (PO) terbit, kini batas waktunya terpangkas menjadi sekitar 75 hari. Kondisi ini menuntut efisiensi logistik yang ekstrem, termasuk kebutuhan mendesak akan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) untuk mengurai kepadatan kontainer di terminal. Jarot juga memperingatkan pengelola pelabuhan agar tak terlena di masa low season, dan segera memitigasi potensi penumpukan barang jelang peak season.

Ketertinggalan Infrastruktur dan PR di Lapangan

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa laju pertumbuhan pasar jauh meninggalkan kecepatan pengembangan infrastruktur pelabuhan. Manager PT CMA-CGM Surabaya-Semarang, Efraim Zakka, menegaskan bahwa pelaku industri membutuhkan kepastian roadmap pengembangan agar bisa menyusun ekspansi bisnis. Meskipun TPK Semarang telah meng-upgrade teknologi, Efraim menilai kapasitas lapangan kontainer, serta kedalaman alur dan kolam pelabuhan, harus segera diperbesar untuk menarik kapal-kapal niaga raksasa.

Senada dengan Efraim, Ketua DPC INSA Semarang, Hari Ratmoko, menilai volume muatan di Tanjung Emas kini nyaris sejajar dengan Tanjung Priok dan Tanjung Perak. “Sudah waktunya jangan ragu lagi, harus gerak cepat supaya semua potensi ekonomi bisa kita capture,” tegasnya. Ia menggarisbawahi urgensi pengerukan kolam pelabuhan yang mendangkal serta perpanjangan dermaga sebagai pekerjaan rumah utama.

  • Baca juga: Kontribusi Fiskal Melejit, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp1,73 Triliun ke Negara

Ketua DPW ALFI/ILFA Jateng-DIY, Teguh Arif Handoko, turut memberikan target konkret. Ia menantang TPK Semarang untuk mengejar kapasitas pelayanan sebesar 1,2 juta TEUs pada tahun 2030, yang setara dengan penanganan 3.300 TEUs per hari, lengkap dengan kapasitas cadangan untuk menampung lonjakan arus mendadak.

Respons Pelindo: Tambah Armada Crane, Lirik Potensi Batang

Merespons rentetan tuntutan tersebut, Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, menyatakan bahwa segala masukan, terutama terkait perkembangan kawasan industri baru di Kabupaten Batang, akan menjadi pertimbangan utama dalam cetak biru pengembangan TPK Semarang.

Dari sisi kesiapan, TPK Semarang baru saja mendapat tambahan amunisi berupa empat unit crane baru yang dirancang untuk menangani kapal-kapal besar berkapasitas hingga 16 row. Namun, Nyoman sadar bahwa peremajaan alat berat ini belum cukup untuk menjawab kebutuhan jangka panjang jika kedalaman (draft) alur pelabuhan tidak segera dibenahi.

Optimisme Nyoman didukung oleh tren lalu lintas logistik yang menghijau. Sepanjang 2025, arus peti kemas TPK Semarang sukses menyentuh angka 1 juta TEUs. Memasuki Agustus 2026, angka tersebut telah mencapai 698.500 TEUs—tumbuh 5,53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini disokong kuat oleh kinerja internasional, di mana arus impor naik 8,14% menjadi 309.128 TEUs, dan ekspor melesat 8,88% menyentuh 316.159 TEUs.

Dengan peralatan yang kian modern dan tren positif ekspor-impor yang terus mendaki, Tanjung Emas sejatinya telah memegang tiket untuk naik kelas. Kini, tantangan terbesarnya tinggal satu: seberapa cepat pemerintah dan operator pelabuhan mampu mengeruk kedalaman alur lautnya agar gerbang niaga Jateng ini benar-benar terbuka lebar. ***

  • Baca juga: Pelindo Beri Pelayanan Pada Satu Juta Pemudik di Lebaran 2022

Editor : Sandy Romualdus

Tags: #PelabuhanALFI Jatengarus peti kemas TEUsbongkar muat kontainerekspor-impor Jawa Tengahinfrastruktur logistikkawasan industri BatangPelabuhan Tanjung EmasPelindo Terminal PetikemasTPK Semarang
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Resiliensi Akar Bambu: Strategi BI Ubah Ketahanan Finansial Jadi Mesin Pembiayaan

Selanjutnya

Sasar Pelaku UMKM, Kolaborasi BNIdirect Bisnis dan Pajakind Tawarkan Pengelolaan Pajak Terpadu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Perkuat Ekonomi hingga Literasi Warga Surabaya, Patra Logistik Gandeng Unair

Hubungkan Hunian dan Mobilitas, Jasa Marga Pamerkan Fitur Seamless Way to Go

oleh Stella Gracia
31 Agustus 2026 - 11:15

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menghadirkan Travoy Center pada Danantara Housing Expo 2026 untuk mengintegrasikan ekosistem mobilitas digital dengan...

Gempa M 7,7 Guncang NTT, 200 BTS Terdampak dan Sinyal Tiga Operator Terganggu

Gempa M 7,7 Guncang NTT, 200 BTS Terdampak dan Sinyal Tiga Operator Terganggu

oleh Sandy Romualdus
15 Agustus 2026 - 16:42

Komdigi pantau pemulihan 200 BTS seluler terdampak gempa M 7,7 di NTT. Layanan Telkomsel, XLsmart, dan Indosat terganggu di 10...

SIG Pasok Material Konstruksi Ramah Lingkungan ke Proyek Sekolah Rakyat di Empat Provinsi

SIG Pasok Material Konstruksi Ramah Lingkungan ke Proyek Sekolah Rakyat di Empat Provinsi

oleh Stella Gracia
2 Juli 2026 - 20:28

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya, PT Varia Usaha Beton (VUB), memasok puluhan ribu kubik beton ramah...

Waspada Efek Perang Timur Tengah, KSSK Siapkan Langkah Mitigasi ‘Forward Looking’

SMGR Dorong Konstruksi Hijau, SpeedCrete Jadi Jawaban Perbaikan Jalan Rendah Polusi

oleh Stella Gracia
7 Mei 2026 - 09:20

Stabilitas.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG) menghadirkan inovasi beton cepat kering bernama SpeedCrete sebagai solusi perbaikan jalan tanpa...

Beban Proyek Whoosh: WIKA Tagih Piutang Rp5,02 Triliun, Arbitrase SIAC Ditunda

Beban Proyek Whoosh: WIKA Tagih Piutang Rp5,02 Triliun, Arbitrase SIAC Ditunda

oleh Stella Gracia
7 April 2026 - 10:43

Stabilitas.id – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) tengah mengupayakan penyelesaian piutang raksasa terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Emiten...

Garap Proyek Tol Harbour Road II Rp5,22 Triliun, WIKA Fokus Pemulihan Arus Kas

Garap Proyek Tol Harbour Road II Rp5,22 Triliun, WIKA Fokus Pemulihan Arus Kas

oleh Stella Gracia
7 April 2026 - 10:31

Stabilitas.id – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) terus memacu pengerjaan proyek Jalan Tol Pelabuhan II atau Harbour Road 2...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Konsolidasi Lima Entitas: Maybank Indonesia Resmi Lahir Sebagai Raksasa Keuangan Terintegrasi

Kembalinya Short Selling: Karpet Merah yang Memantik Alarm Kewaspadaan

Sasar Pelaku UMKM, Kolaborasi BNIdirect Bisnis dan Pajakind Tawarkan Pengelolaan Pajak Terpadu

Tanjung Emas Menuju Gerbang Utama: Berlomba Melawan Arus Investasi

Resiliensi Akar Bambu: Strategi BI Ubah Ketahanan Finansial Jadi Mesin Pembiayaan

Jaring Pengaman Korporasi: Cara BNC dan Akulaku Menjawab Krisis Pangan Pascagempa NTT

Titik Balik Sang Petani Perempuan: Menyiasati Cuaca, Mengelola Permodalan

IHSG Fluktuatif: Pasar Cermati Reshuffle Menkeu, Aturan Short Selling, dan Gejolak Minyak Global

Lebih dari Sekadar Beasiswa, Kawah Candradimuka PNM Cetak Generasi Baru Sociopreneur

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
BNI Perkuat Edukasi Anti-Phishing, Kenalkan Panduan Aman PERIKSA untuk Nasabah Korporasi

Sasar Pelaku UMKM, Kolaborasi BNIdirect Bisnis dan Pajakind Tawarkan Pengelolaan Pajak Terpadu

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance