• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Info Otoritas

Lampaui Target RPJMN 2029 Lebih Cepat, OJK Beberkan 5 Strategi Tutup Gap Literasi-Inklusi

by Sandy Romualdus
11 Agustus 2026 - 10:18
24
VIEWS
Lampaui Target RPJMN 2029 Lebih Cepat, OJK Beberkan 5 Strategi Tutup Gap Literasi-Inklusi
0
SHARES
24
VIEWS

SNLIK 2026 catat literasi 69,57% dan inklusi 93,61%, lampaui target RPJMN 2029. OJK luncurkan 5 strategi tutup gap inklusi dan atasi ketimpangan sektor.

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan lompatan strategis dalam percepatan inklusi dan literasi keuangan nasional. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026, indeks literasi keuangan Indonesia berhasil menyentuh level 69,57%, sedangkan indeks inklusi keuangan menembus 93,61%.

  • Baca juga: Indonesia Tuan Rumah BCBS–ICBS 2026 di Bali: Bahas Risiko Kripto hingga Komputasi Kuantum Perbankan

Realisasi ini meningkat dibandingkan hasil SNLIK 2025 yang mencatatkan indeks literasi 66,64% dan inklusi 92,74%. Capaian tahun 2026 ini secara resmi berhasil melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 lebih cepat dari jadwal, di mana target literasi 2029 ditetapkan sebesar 69,35% dan inklusi sebesar 93,00%.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menggarisbawahi bahwa keberhasilan melampaui target RPJMN ini menjadi pijakan penting untuk mengejar visi Indonesia Emas 2045 dengan target inklusi 98%.

BERITA TERKAIT

Indonesia Tuan Rumah BCBS–ICBS 2026 di Bali: Bahas Risiko Kripto hingga Komputasi Kuantum Perbankan

Luncurkan Roadmap 2026–2030: OJK Dorong Bank Masuk Era ‘Universal Banking’ dan Uji Risiko Iklim

Aset Capai Rp1.699 Triliun: OJK Kejar Target Rasio Dana Pensiun 60 Persen terhadap PDB

OJK Dorong Penerapan Tokenisasi Aset, Regulatory Sandbox Siap Masuk Fase Implementasi Penuh

“Keberhasilan ini membuktikan program edukasi dan perluasan akses pasar keuangan nasional kian terarah. Namun, fokus utama OJK kini adalah memperkecil celah (gap) antara pemanfaatan produk keuangan yang tinggi dan pemahaman risikonya,” ujar Friderica dalam konferensi pers daring hasil SNLIK 2026 di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Geliat Perdesaan dan Dinamika Gender

Menelisik rincian demografi, Friderica —yang akrab disapa Kiki, menyoroti salah satu poin krusial dari SNLIK 2026 adalah lompatan signifikan literasi keuangan di kawasan perdesaan. Tingkat pemahaman finansial masyarakat desa melonjak sebesar 4,55 persen poin—dari 59,87% pada 2025 menjadi 64,42% pada 2026. Laju ini melampaui pertumbuhan wilayah perkotaan yang naik 1,54 persen poin ke level 72,54%. Sementara dari sisi akses (inklusi), wilayah perkotaan mencatatkan indeks 95,47% dan perdesaan berada di angka 90,39%.

Kiki juga mengungkapkan peta kesetaraan gender juga menunjukkan tren progresif. Indeks literasi perempuan melesat 3,88 persen poin menjadi 69,61%, melampaui indeks laki-laki yang berada pada level 69,54% (naik 2,01 persen poin). Unggulnya angka literasi perempuan diikuti oleh tingkat inklusi yang juga sedikit memimpin di level 93,73%, berbanding 93,49% pada kelompok laki-laki.

Meski demikian, SNLIK 2026 mencatat adanya ketimpangan sektoral antara kinerja produk konvensional dan syariah. Indeks literasi dan inklusi konvensional tumbuh solid masing-masing di level 69,57% dan 93,53%. Sebaliknya, sektor keuangan syariah mengalami sedikit penyesuaian (koreksi), di mana indeks literasi berada di level 43,07% (turun dari 43,42%) dan indeks inklusi syariah mencatatkan angka 13,24% (turun dari 13,41%).

  • Baca juga: Luncurkan Roadmap 2026–2030: OJK Dorong Bank Masuk Era ‘Universal Banking’ dan Uji Risiko Iklim

Paradoks Akses: Ketika Inklusi Mendahului Pemahaman

Di balik optimisme capaian angka nasional, OJK memberikan catatan kritis mengenai dinamika pemanfaatan layanan keuangan di lapangan. Kiki menyoroti fenomena masih tingginya celah (gap) antara tingkat akses dan tingkat pemahaman risiko.

Secara umum, distribusi pemahaman finansial menurut kelompok umur masih membentuk kurva normal. Puncak tertinggi literasi dan inklusi dicapai oleh kelompok usia produktif 26–35 tahun (literasi 78,70%; inklusi 96,27%). Angka ini melandai pada kelompok usia 36–50 tahun (73,81%), lalu menurun pada kelompok pra-lansia/lansia 51–79 tahun (60,01%), dan berada di titik terendah pada remaja 15–17 tahun (56,04%).

Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada ketidakseimbangan antara keterlibatan masyarakat dalam ekosistem keuangan dengan kedalaman pemahaman mereka.

“Di hampir seluruh segmen, nilai indeks inklusi konsisten berada jauh di atas indeks literasi. Sebagai contoh, kelompok ibu rumah tangga mencatatkan tingkat inklusi sangat tinggi sebesar 93,72%, namun indeks literasinya baru menyentuh 62,79%,” papar Kiki.

Kondisi serupa terlihat pada segmen pekerja informal dan masyarakat yang belum bekerja. Kelompok petani, peternak, dan nelayan mencatatkan tingkat inklusi 87,82% dengan literasi 59,32%. Bahkan kelompok masyarakat yang belum/tidak bekerja memiliki akses hingga 89,59%, tetapi literasi keuangannya menjadi yang terendah secara nasional pada angka 49,46%. Sebaliknya, keterhubungan kuat dengan aktivitas ekonomi formal—seperti pada pegawai profesional (literasi 85,80%; inklusi 98,89%) dan pensiunan (literasi 74,11%; inklusi 99,54%)—secara alami mendorong angka literasi yang jauh lebih matang.

Ketimpangan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar masyarakat telah aktif bertransaksi atau menggunakan produk jasa keuangan digital, namun belum sepenuhnya dibekali mitigasi risiko, pemahaman hak-kewajiban, serta perencanaan keuangan jangka panjang.

Peta Strategi OJK Menuju Indonesia Emas 2045

  • Baca juga: Aset Capai Rp1.699 Triliun: OJK Kejar Target Rasio Dana Pensiun 60 Persen terhadap PDB

Untuk menutup celah rentan tersebut dan memastikan keterbukaan akses berbanding lurus dengan kesejahteraan (financial well-being), OJK merumuskan Lima Arah Strategi Utama yang berfokus pada kualitas dan pelindungan konsumen, guna menopang Visi Indonesia Emas 2045 dengan target inklusi 98%:

  • Pemetaan Sasaran Prioritas yang Presisi:
    OJK mengarahkan fokus edukasi kepada segmen yang memiliki indeks di bawah rata-rata nasional, meliputi masyarakat perdesaan, lulusan pendidikan SMP ke bawah, kelompok berpenghasilan di bawah Rp1,5 juta/bulan, pekerja informal, serta kelompok umur rentan (15–17 tahun dan lansia).
  • Penguatan Literasi Jangka Panjang via Kurikulum Formal:
    Mengintegrasikan materi literasi keuangan ke dalam kurikulum pendidikan nasional untuk menanamkan pemahaman, sikap, dan perilaku finansial yang bijak sejak usia sekolah.
  • Pemerataan Literasi dan Inklusi Sektoral:
    Mendorong peningkatan pemahaman pada sektor-sektor yang tingkat literasi serta pemanfaatannya relatif masih rendah, khususnya pasar modal, perasuransian, dana pensiun, dan industri penjaminan.
  • Inklusi Berkualitas dan Optimalisasi TPAKD:
    Menggeser fokus edukasi dari sekadar hafalan teori menuju edukasi berbasis perilaku praktis (behavioral-based education). Langkah ini diperkuat melalui ekspansi peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di seluruh pelosok tanah air.
  • Akselerasi Edukasi Digital dan Benteng Pelindungan Konsumen:
    Memperkuat infrastruktur edukasi digital seperti platform LMS Edukasi Keuangan dan kanal SikapiUangmu. Bersamaan dengan itu, OJK memperketat pengawasan dan penindakan hukum melalui penyiapan ekosistem pelindungan konsumen terpadu yang melibatkan Satgas PASTI (Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal), Indonesia Anti-Scam Center (IASC), serta Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK).

Akselerasi angka finansial 2026 ini memberikan fondasi yang kuat bagi perekonomian nasional. Namun, efektivitas pilar pelindungan konsumen dan integrasi literasi praktis akan menjadi tolok ukur utama apakah lompatan inklusi ini benar-benar mampu melindungi masyarakat dari risiko keuangan ilegal sekaligus meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan. ***

Tags: Friderica Widyasari DewiGap Literasi dan InklusiIndonesia Anti-Scam CenterInklusi Keuangan OJKLiterasi Keuangan IndonesiaRPJMN 2029Satgas PASTISNLIK 2026Target Indonesia Emas 2045TPAKD
 
 
 
 
 
Previous Post

Indeks Literasi dan Inklusi 2026 Naik, Ada Lompatan Pesat di Perdesaan dan Kalangan Perempuan

Next Post

AUM BNI Private Tumbuh 21%, Wealth Management Makin Solid

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

by Sandy Romualdus
17 Oktober 2026 - 00:22

LPS menargetkan aktivasi Program Penjaminan Polis asuransi berlaku mulai Juli 2027 dengan menerapkan skema pendaftaran bertahap dan seleksi kesehatan modal....

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:45

OJK menjatuhkan denda rekor total Rp2,1 triliun kepada DSSA, BREN, dan CUAN atas pelanggaran manipulasi pasar dan penjatahan semu penawaran...

Dorong UMKM Naik Kelas, BNI Buka Lapak Kuliner Nusantara di Ajang Balap Dunia

Kenalkan Tokenisasi Aset Riil di Unair: OJK Minta Mahasiswa Cermati Prinsip 2L dan Hindari FOMO

by Stella Gracia
14 Oktober 2026 - 09:08

OJK menggelar Digital Financial Literacy 2026 di Unair Surabaya untuk mengedukasi mahasiswa mengenai peluang tokenisasi RWA dan prinsip investasi 2L....

Indonesia Tuan Rumah BCBS–ICBS 2026 di Bali: Bahas Risiko Kripto hingga Komputasi Kuantum Perbankan

Indonesia Tuan Rumah BCBS–ICBS 2026 di Bali: Bahas Risiko Kripto hingga Komputasi Kuantum Perbankan

by Stella Gracia
12 Oktober 2026 - 23:01

OJK dan BI menjadi tuan rumah BCBS–ICBS 2026 di Bali, mempertemukan 300 pengawas bank dari 60 negara guna membahas risiko...

Meruntuhkan Sekat Laboratorium: Saat Perempuan Memimpin Gelombang Inovasi Digital

Meruntuhkan Sekat Laboratorium: Saat Perempuan Memimpin Gelombang Inovasi Digital

by Sandy Romualdus
12 Oktober 2026 - 11:36

BI dorong talenta digital perempuan lewat ajang PIDI di FEKDI x IFSE 2026. Destry Damayanti tegaskan perempuan harus bertransformasi jadi...

Sekali Pindai Lintas Samudra: Langkah Berani QRIS Menguasai Pasar Pembayaran Antarnegara

Sekali Pindai Lintas Samudra: Langkah Berani QRIS Menguasai Pasar Pembayaran Antarnegara

by Sandy Romualdus
12 Oktober 2026 - 11:33

BI luncurkan Indonesia Travel Pack 2026 dan perkuat QRIS Antarnegara di FEKDI x IFSE. Transaksi tembus Rp6,2 triliun, dorong belanja...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
AUM BNI Private Tumbuh 21%, Wealth Management Makin Solid

AUM BNI Private Tumbuh 21%, Wealth Management Makin Solid

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance