• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, Mei 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Asuransi

Inovasi, Lokalisasi, dan Transformasi Digital Dorong Pertumbuhan Struktural Asia di Semester II-2025

oleh Stella Gracia
11 Juli 2025 - 19:01
16
Dilihat
Inovasi, Lokalisasi, dan Transformasi Digital Dorong Pertumbuhan Struktural Asia di Semester II-2025
0
Bagikan
16
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – Manulife Investment Management hari ini merilis market outlook untuk paruh kedua 2025, menyediakan perspektif mendalam terkait kondisi makroekonomi dan investasi di Asia maupun global.

Di tengah ketidakpastian kebijakan, pertumbuhan yang tidak merata, dan pola perdagangan yang masih terus berubah, peluang struktural Asia dalam hal inovasi, lokalisasi, dan transformasi digital masih tetap memberikan peluang jangka panjang yang menarik bagi para investor.

Seiring meredanya tekanan inflasi global, kondisi makroekonomi masih dibayangi oleh peningkatan ketidakpastian kebijakan dan arah pertumbuhan yang tidak merata. Di AS, meningkatnya perselisihan perdagangan dan pergeseran prioritas fiskal telah membebani sektor industri, pasar tenaga kerja, dan konsumsi, sehingga mendorong bank sentral AS untuk mempertahankan bias dovish dan pasar memperkirakan suku bunga dapat turun ke level 3,5% pada pertengahan tahun 2026.

BERITA TERKAIT

Pasca-Lebaran: Penjualan Mobil Melonjak 55%, Optimisme Ekonomi Kuartal II Menguat

Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Bank Mandiri (BMRI) Pacu Kredit 17,4% di Kuartal I/2026

Menkeu Purbaya: Analisis JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi RI Terkuat Kedua di Dunia

Waspada Efek Perang Timur Tengah, KSSK Siapkan Langkah Mitigasi ‘Forward Looking’

Luke Browne, Global Head of Multi-Asset Solutions, Senior Portfolio Manager, Head of Multi-Asset Solutions, Asia, mengatakan: “Kondisi makro di tahun 2025 telah berkembang secara dramatis hanya dalam tempo enam bulan. Apa yang dimulai sebagai langkah pelonggaran yang tersinkronisasi kini terfragmentasi karena keputusan pemerintah, terutama di AS, memicu efek berantai di perdagangan global dan pasar modal. Dalam pandangan kami, pembelokan arah kebijakan The Fed masih tetap utuh, namun kecepatan dan skala penurunan suku bunga akan bergantung pada daya tahan pertumbuhan AS, tren pertumbuhan lapangan kerja, dan perkembangan kondisi perdagangan.”

Browne menambahkan: “Di belahan dunia lain, pelemahan sektor manufaktur Eropa terlihat sudah mencapai level terendahnya, namun pertumbuhannya masih tersendat, dan Bank Sentral Eropa sudah menuju fase akhir siklus pelonggaran. Sebaliknya, Jepang memasuki siklus investasi baru didorong oleh inflasi upah dan reformasi struktural, meskipun memasuki paruh kedua siklus tersebut terlihat mulai melambat. Pasar negara/kawasan berkembang mengalami divergensi – perekonomian yang fundamental domestiknya kuat dan eksposur perdagangan AS terbatas tetap tangguh, sementara perekonomian yang memiliki ketergantungan ekspor tinggi tetap rentan terhadap siklus tarif dan volatilitas arus dana. Selain itu, perdebatan seputar plafon utang AS, dampaknya terhadap imbal hasil obligasi pemerintah AS serta pergeseran yang berkembang ke hard assets menambah peluang lebih lanjut.”

Pendapatan tetap Asia: Investor global dan Asia menunjukkan minat yang meningkat terhadap pasar pendapatan tetap Asia

Murray Collis, Head of Asia ex-Japan Fixed Income, mengungkapkan bahwa momentum positif pendapatan tetap Asia terus berlanjut sepanjang tahun ini, dengan obligasi lokal Asia yang berkinerja lebih baik karena pelemahan dolar AS, sementara instrumen utang Asia lainnya juga tetap menunjukkan ketahanan.

Collis mengatakan: “Bank sentral AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga Fed Funds Rate di 4,5% pada paruh pertama tahun 2025. The Fed akan terus bersandar pada data dalam mengambil keputusan di masa depan dan tidak bereaksi secara impulsif terhadap kebijakan perdagangan yang masih dalam tahap negosiasi, dan cenderung mengamati dampaknya terhadap pertumbuhan dan inflasi saat kebijakan tersebut mulai berlaku. Pasar memperkirakan The Fed akan melanjutkan pemotongan suku bunga di semester kedua dan hal ini akan menopang pasar pendapatan tetap secara keseluruhan. Di pasar domestik Asia, secara selektif kami melihat adanya ruang penurunan suku bunga untuk memberikan dorongan pertumbuhan ekonomi akibat dampak tarif, seperti Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Filipina, dan penurunan ini akan mendorong kinerja obligasi domestik di negara-negara tersebut. Sementara itu, instrumen utang Asia dalam mata uang USD akan terus menarik bagi investor karena imbal hasil yang atraktif dan durasi yang lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain.”

Collis melanjutkan: “Pendapatan tetap Asia siap meraih momentum positif di paruh pertama 2025 untuk membukukan kinerja tahunan yang menarik bagi para investor. Dengan ketidakpastian seputar posisi fiskal AS dan dolar AS yang kalah unggul sepanjang tahun ini, kami melihat minat yang lebih besar dari investor global dan investor Asia untuk kembali ke kawasan ini demi peluang investasi dan diversifikasi.”

Saham Asia: Kekuatan Struktural di Tengah Gejolak Kebijakan

Terlepas dari volatilitas global saat ini, Charlie Dutton, Head of Emerging Market Equities, Co-Head, Senior Portfolio Manager, Emerging Markets Equity, tetap optimis terhadap prospek jangka panjang Asia, seraya menyebutkan adanya pendorong struktural yang kuat dan juga peluang-peluang dengan tingkat keyakinan tinggi di seluruh kawasan. Ia melihat adanya dorongan kuat tematik terkait AI, konsumsi, dan layanan kesehatan, di samping tren makro seperti disinflasi kawasan, sikap dovish bank sentral, dan mesin pertumbuhan yang terdiversifikasi di China, India, dan ASEAN.

Dutton mengatakan: “Di daratan utama China, fokus telah bergeser ke arah transformasi struktural. Ini mencakup percepatan AI lokal, peningkatan belanja fiskal hingga 4% dari PDB, dan perluasan hubungan perdagangan dengan ASEAN. Meskipun fokus judul berita lebih sering menyoroti ketegangan perdagangan, cerita sebenarnya terletak pada upaya China untuk mencapai swasembada teknologi, inovasi layanan kesehatan, dan konsumsi domestik. Sedangkan untuk wilayah Taiwan, peluangnya berkisar dari rantai pasokan server AI, peningkatan lanjutan telepon pintar generasi baru, hingga infrastruktur jaringan 800G. Meskipun risiko ekspor tetap menjadi perhatian, pasar ini terus menarik dana global, terutama dalam desain chip dan co-packaged optics (integrasi komponen optik dan elektronik).”

India terlihat menonjol karena demografinya yang mendukung dan eksekusi kebijakan yang efektif. “Pemotongan pajak individu meningkatkan konsumsi, dan dengan eksposur perdagangan yang terbatas – di mana ekspor ke AS hanya berkontribusi terhadap 2% PDB – India relatif terisolasi dari guncangan tarif,” jelas Dutton.

Dirinya juga menyoroti daya tarik ASEAN yang terus meningkat: “Negara-negara seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia diuntungkan oleh inflasi yang lebih rendah, penurunan suku bunga, dan penataan ulang rantai pasokan. Dengan populasi yang muda, infrastruktur yang membaik, dan momentum reformasi, ASEAN menarik investasi asing dan mendorong permintaan domestik. Kami melihat potensi yang kuat pada perusahaan-perusahaan yang sejalan dengan peningkatan konsumsi, inklusi digital, dan integrasi regional.”***

Tags: #Pertumbuhan EkonomiinovasiInvestasManulife Management
 
 
 
 
Sebelumnya

Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah

Selanjutnya

Jadi Mata Pencaharian Warga Sekitar, Ini Kisah Klaster Usaha Tanaman Hias Binaan BRI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur

Tekan Emisi Konstruksi, SIG Gandeng BRIN Kembangkan Beton Pintar hingga Beton Maritim

oleh Stella Gracia
20 Mei 2026 - 09:01

Stabilitas.id — Raksasa produsen semen pelat merah, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), terus memacu dekarbonisasi di sektor konstruksi lewat...

Restrukturisasi MRA Efektif, Waskita Karya (WSKT) Pangkas Utang Rp17 Triliun

Restrukturisasi MRA Efektif, Waskita Karya (WSKT) Pangkas Utang Rp17 Triliun

oleh Stella Gracia
18 Mei 2026 - 09:53

Stabilitas.id — Emiten kontraktor pelat merah, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) membukukan kemajuan signifikan dalam program penyehatan keuangan perseroan. Melalui...

QIII 2014, Premi Prudential Tumbuh 13%

Fokus ke Produk Tradisional, Aset Kelolaan Prudential Syariah Melesat Jadi Rp8 Triliun

oleh Sandy Romualdus
18 Mei 2026 - 09:43

Stabilitas.id — PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) menorehkan rapor biru sepanjang tahun buku 2025. Penguasa pangsa pasar (market...

Laba Bersih Sompo Insurance Indonesia Tumbuh 10%, Ditopang Premi Bruto Rp2,7 Triliun

Laba Bersih Sompo Insurance Indonesia Tumbuh 10%, Ditopang Premi Bruto Rp2,7 Triliun

oleh Sandy Romualdus
18 Mei 2026 - 09:38

Stabilitas.id — Perusahaan asuransi umum, PT Sompo Insurance Indonesia membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. Emiten asuransi ini mencatatkan...

Visi Nyiayu: Mengubah Wajah Industri Infrastruktur Menjadi Lebih Inklusif

Visi Nyiayu: Mengubah Wajah Industri Infrastruktur Menjadi Lebih Inklusif

oleh Sandy Romualdus
14 Mei 2026 - 09:05

Stabilitas.id - Di sebuah industri yang bising oleh deru mesin dan aroma beton, Nyiayu Chairunnikma mafhum betul bahwa profesionalisme saja...

Freeport Indonesia Setor Rp4,8 Triliun ke Pemda Papua, Total Kontribusi Negara Tembus Rp75 T

Freeport Indonesia Setor Rp4,8 Triliun ke Pemda Papua, Total Kontribusi Negara Tembus Rp75 T

oleh Stella Gracia
13 Mei 2026 - 09:13

Stabilitas.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi menyetorkan bagian keuntungan bersih tahun buku 2025 senilai Rp4,8 triliun kepada pemerintah pusat...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Berlaku! PMK 23/2026: Aturan Baru Penagihan hingga Pelunasan Piutang Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Lampung Masuk 10 Besar Investor Terbanyak, OJK Ingatkan Rumus 2L Atasi Investasi Bodong

Aset Konsolidasi Tembus Rp168,85 Triliun, KUB Bank Jatim Gerbang Aliansi Ekonomi Lintas Daerah

Kuartal I/2026: Aset BPD Tembus Rp1.036 Triliun di Tengah Evaluasi Ketat KUB oleh OJK

Kinerja Kuartal I/2026 Melesat: Laba Sebelum Pajak Krom Bank Meroket 99%

Gempuran Geopolitik Global, Bank Indonesia Kerek Suku Bunga BI-Rate ke 5,25%

Tekan Kebocoran Finansial, KPR Takeover Jadi Solusi Hemat Cicilan Hingga 40%

Pasca-Lebaran: Penjualan Mobil Melonjak 55%, Optimisme Ekonomi Kuartal II Menguat

Tekan Emisi Konstruksi, SIG Gandeng BRIN Kembangkan Beton Pintar hingga Beton Maritim

Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Jadi Mata Pencaharian Warga Sekitar, Ini Kisah Klaster Usaha Tanaman Hias Binaan BRI

Jadi Mata Pencaharian Warga Sekitar, Ini Kisah Klaster Usaha Tanaman Hias Binaan BRI

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance