• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Mengelola Risiko Siber dalam Industri Digital

by Sandy Romualdus
19 November 2021 - 11:37
138
VIEWS
Mengelola Risiko Siber dalam Industri Digital
0
SHARES
138
VIEWS

Brigitta Ratih E Aryanti, Head of Government Affairs and Public Policy Google Cloud Indonesia

BERDASARKAN studi yang dilakukan Google bekerja sama dengan Temasek pada akhir 2020 disebutkan bahwa jumlah pengguna internet baru terus meningkat tajam dan di Asia Tenggara jumlahnya bertambah 40 juta pengguna sepanjang 2020. Peningkatan ini cukup signifikan mengingat dalam 5 tahun sebelumnya peningkatan sebesar 100 juta. Dengan pencapaian itu berarti sudah 70 persen populasi Asia Tenggara yang menggunakan internet.

  • Baca juga: Modus Kejahatan Perbankan Kian Lihai: BRI Ajak Nasabah Perketat Keamanan Transaksi

Pencapaain Ini sangat dipengaruhi oleh kondisi pandemi karena masyarakat mulai mengakses berbagai kebutuhan sehari-hari dengan menggunakan beragam produk digital. Studi kami juga menemukan 1 dari 3 pengguna layanan digital baru saja menggunakan layanan tersebut sejak terjadinya pandemi. Seiring dengan itu pertumbuhan ekonomi digital di indonesia juga terus meningkat. Jadi nilai ekonomi digital di Indonesia telah mencapai 44 miliar dollar AS pada 2020 dan akan terus meningkat sampai 124 miliar dollar AS pada 2025.

Salah satu enabler penting yang memungkinkan perkembangan industri digital dalam sektor industri adalah penggunaan cloud. Seiring pertumbuhan teknologi didgital semua sektor mulai adopsi cloud untk mempercepat transformasi digital di perusahaannya. Studi IDC memperkirakan tahun 2022 setidaknya 70 persen perusahaan akan menggunakan cloud baik private maupun public cloud. Pada 2024 diperkirakan akan lebih dari 50 persen anggaran IT akan difokuskan pada transformasi dan inovas digital dan pada 2025, setidaknya 90 persen aplikasi perusahaan baru akan memanfaatkan artificial intelligence (AI).

BERITA TERKAIT

Modus Kejahatan Perbankan Kian Lihai: BRI Ajak Nasabah Perketat Keamanan Transaksi

BNI dan BI Edukasi Pengunjung wondrX 2026 Waspadai Kejahatan Siber

RGS 2026 : Kunci Menarik Investor Adalah Kepastian Hukum dan GRC yang Kredibel

Gelar Roadshow di PKN STAN, OJK Ajak Generasi Muda Perkuat Stabilitas Sistem Keuangan

Perubahan ini tidak hanya di sektor swasta saja tapi juga akan dan terus terjadi di sektor pemerintah atau sektor publik. Kami juga mengadakan survei pada 1.300 pimpinan di jasa keuangan di 10 negara termasuk Indonesia dan studi ini menemukan sebagian besar jasa keuangan sudah mulai manfaatkan public cloud. Jumlahnya rerata 88 persen perusahaan jasa keuangan sudah manfaatkan cloud sebagai bagian dari infrastruktur komputasi mereka. Tapi memang di antara penggunaan hybrid cloud (kombinasi private dan public cloud) masih sangat mendominasi.

Dari perusahaan jasa keuangan yang sudah mengadopsi cloud tersebut kita juga terus zoom in dan analisis berapa persen workload data yang sudah dimigrasikan ke cloud. Dan rata-rata sudah lebih dari 40 persen workload jasa keuangan yang sudah dipindahkan. Di Indonesia, hasil survey menunjukkan 44 persen sudah migrasi ke cloud dan menariknya tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di kawasan asia pasifik.

Manfaat utama cloud dalam transformasi digital ada empat. Pertama, on demand access. Jasa-jasa yang kita akses hanya sesuai dengan kebutuhan konsumen. Untuk cloud juga sama , untuk perusahaan juga on demand access artinya sumber daya dan layanan bisa dideploy dengan cepat tanpa perluu dari IT sehingga perusahaan lebih bisa scale up secara fleksibel.

Kedua adalah shared IT services. Layanan IT yang ada bisa dibagi pakai bersama, ini memungkinkan efisiensi biaya karena layanan bisa diutilisasi dengan lebih baik dan perusahaan bisa memanfaatkan keahlian cloud provider dalam bidang manajemen IT, cyber security sehingga sumber daya perusahaan bisa fokus pada tujuan bisnis yang lebih penting.

Ketiga, bisa diakses selama ada koneksi internet. Jadi perusahaan bisa memanfaatkan jaringan global sehingga bisa mengurangi latency dan meningkatkan  ketahanan operasional misal untuk pemulihan bencana dan backup data.

Keempat. Sistem pay as you go. Pembayaran hanya sesuai yang digunakan oleh perusahaan. Sehingga bisa hemat biaya secara signifikan. Degan keempat manfaat ini diharapkan perusahaan juga bertransformasi digital dan scaling up lebih cepat.

  • Baca juga: BNI dan BI Edukasi Pengunjung wondrX 2026 Waspadai Kejahatan Siber

Beberapa risiko operasional yang sering ditemui dalam industri digital ini berkembang seiring dengan penggunaan teknologi digital dalam berbagai sektor industri. Ada cyber security, ada juga risiko pandemic. Jadi bagaimana perusahaan mempertahankan bisnis saat harus social distancing. Juga ada risiko lingkungan hidup dan infrastruktur karena ada perubahan iklim, ada juga risiko geopolitik dan juga risiko teknologi.

Dengan adanya risiko operasional tersebut, teknologi cloud juga bisa meningkatkan operational resilience yaitu kemampuan perusahaan kelola berbagai risiko secara efektif. Jadi bisa dilihat dari aksesibilitas yang lebih baik, dengn memanfaatkan cloud, layanan bisa diakses dari berbagai perangkat dan lokasi manapun selama memiliki akses internet, kemudian efisiensi biaya karena bisa melayani berbagai klien.

Kemudian demand scalability, cloud menyediakan platform yang  fleksibel dan dapat berkembang  dan mengecil sesuai kebutuhan klien. Always on availability karena data hampir tidak pernah offline dan dapat diakses kapanpun selama ada internet dan keamanan yang lebih baik. Penyedia cloud bisa memonitor lebih seksama keamanan dari data cloud daripada yang dilakukan dengan monitoring in house oleh bagian IT dari perusahaan itu.

Dari sekian banyak risiko operasional yang ada, ancaman siber jumlahnya terus meningkat. Sepanjang Januari-Juli, sebanyak 741 juta anomaly trafik yang bisa disebut juga serangan siber. Bahkan samai September sudah mencapai 921 juta terjadi ancaman keamanan siber di Indonesia. Meningkat sangat signifikan dibanding 290 juta pada 2019.

Dengan terus meningkatnya ancaman keamanan siber, bagaimana kami mengelola keamanan siber sekaligus melindungi miliaran penggunanya. Setiap produk Google didesign untuk memperhatikan keamanannya.

Setiap hari di layanan Google search saja kami sudah memblokir lebih dari 25 miliar halaman spam. Di Gmail, kami juga sudah mencegah 100 juta upaya phising, dari sisi goggle play kami sudah melakukan security scan daari 100 miliar install app, dari goggle photo kami suda mengenkripsi 4 miliar foto baru yang diubah.

Kami di Google cloud dan di Google secara keseluruhan memiliki beberapa prinsip dasar yang harus dipegang teguh. Di antaranya adalah, datamu adalah milikmu bukan milik Google, kami tidak pernah menjual data konsumen ke pihak ketiga atau untuk iklan, kami menjaga datamu dari akses orang dalam, praktik kerahasiaan data kami diaudit dengan standar internasional.

Bagaimana Google cloud membantu dalam aspek keamanan? Pertama kami menyediakan proteksi dengan infrastruktur mendasar yang secure by defaut, artinya didesain, dibangun dan dioperasikan dengan mengedepankan aspek keamanan.

  • Baca juga: RGS 2026 : Kunci Menarik Investor Adalah Kepastian Hukum dan GRC yang Kredibel

Kedua, kami juga memberikan berbagai pilihan pengendalian sehingga memenuhi ketentuan peraturan kebijakan ataupun tujuan bisnis perusahaan. Ketiga, kami juga berusahaan memenuhi ketentuan-ketentuan regulasi dan berusaha meningkatkan kapabilitas untuk membantu agar klien patuh dan tunduk pada regulator setempat.***

*) Disari dari materi pada Virtual Seminar #58 LPPI : Mengelola Risiko Siber Dalam Industri Digital. Paparan lengkapnya dapat disimak melalui Kanal Youtube LPPI pada link berikut : https://www.youtube.com/watch?v=2jEzcMpSjvU

Tags: #Google IndonesiaBrigitta Ratih E AryantiGoogle Cloud IndonesiaIndustri DigitalKejahatan SiberMengelola Risiko SiberRisiko Siber
 
 
 
 
 
Previous Post

Kedisiplinan yang Berbuah Manis

Next Post

Mengantisipasi Tren Pengunduran Diri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

by Sandy Romualdus
23 September 2026 - 11:21

Mengapa 88% perusahaan menggunakan AI tetapi gagal meraih value bisnis yang nyata? Temukan akar masalah gap adopsi AI, risiko halusinasi...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

by Sandy Romualdus
16 September 2026 - 13:34

Menghadapi kompleksitas lanskap ancaman siber 2025, organisasi harus berevolusi dari sekadar membangun kesadaran menuju implementasi Cyber Threat Detection dan Incident...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

by Sandy Romualdus
7 September 2026 - 10:28

Transformasi digital menuntut Indonesia memperkuat benteng pertahanan siber melalui kombinasi kesadaran keamanan siber dan literasi digital guna mengatasi kerentanan faktor...

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

Toxic Productivity

Toxic Productivity

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 11:57

"Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, ketika keinginan untuk terus produktif membuat kita mengabaikan kesehatan, waktu istirahat, hingga hubungan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Mengantisipasi Tren Pengunduran Diri

Mengantisipasi Tren Pengunduran Diri

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance