• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Asuransi

MTF Incar Laba Bersih Lampaui Rp300 Miliar, Pembiayaan Baru Rp20 Triliun

by Sandy Romualdus
28 April 2015 - 00:00
7
VIEWS
MTF Incar Laba Bersih Lampaui Rp300 Miliar, Pembiayaan Baru Rp20 Triliun
0
SHARES
7
VIEWS

Jakarta – PT Mandiri Tunas Finance (MTF) optimis laba bersih hingga akhir tahun bisa melampaui Rp300 miliar, mengingat di kuartal pertama (Q1) tahun ini MTF berhasil mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp76,59 miliar atau tumbuh hingga 36,90% dari kuartal yang sama tahun lalu sebesar Rp55,94 miliar.

“Laba bersih kita di Q1 sudah hampir Rp77 miliar dengan pembiayaan yang baru tumbuh di kisaran 3%. Kuartal berikut akan lebih baik karena ada pemeran, belanja pemerintah yang mulai tumbuh. Tanda-tanda sudah terlihat sejak April. Jadi Akhir tahun bisa di atas Rp300 miliar,” ungkap Ignatius Susatyo Wijoyo di Jakarta, Selasa (28/4).

  • Baca juga: Buntut Dugaan Kekerasan 'Debt Collector', OJK Panggil Manajemen Mandiri Tunas Finance

Ditanya mengenai strategi apa yang dilakukan MTF sehingga bisa tumbuh di tengah lesunya industri otomotif, Susatyo menjelaskan, MTF menerapkan strategi ekspansi pembiayaan ke merek yang diperkirakan akan tumbuh di pasar otomotif.

BERITA TERKAIT

Buntut Dugaan Kekerasan ‘Debt Collector’, OJK Panggil Manajemen Mandiri Tunas Finance

“Kita melihat sesuatu dari sisi oportunitynya. Kalau data Gaikindo turun, itu tidak semua. Ada merek yang tumbuh di 2015. Seperti Honda Mobilio, HRV, Nisan X-Ttrail. Nah kita masuk ke tipe-tipe tertentu yang sedang tumbuh. Kita juga mempertahankan dealer kita yang existing. Ini yang membuat kita tetap bertahan,” pungkas dia.

Harjanto Tjitohardjodjo, Direktur Marketing dan Sales MTF menambahkan, bahwa produk Honda mengalami peningkatan penjualan sepanjang Q1-2015 sebesar 5% dengan pertumbuhan terbaik di merek Honda Mobilio. Dia juga menegaskan ke depan, sesuai dengan kehadiran merek baru dari Astra maka akan mendorong pertumbuhuhan pembiayaan, sejalan dengan ekspansi jaringan yang trus dilakukan MTF.

Harjanto menjelaskan, kendati market industri mengalami penurunan, MTF berhasil tumbuh, salah satunya dengan memperluas jaringan cabang dan kantor satelit (kantor cabang MTF di Bank Mandiri) di sejumlah daerah yang masih minim penetrasi pembiayaan.

“Market turun 30%, market kita tidak turun, karena kita perkuat terus jaringan cabang dan satelit kita. Dari target 30 kantor satelit, kita sudah bangun 13. Sementara cabag tahun ini rencananya dibangun 6 kantor,” ungkap dia.

Di sisi lain, MTF yang mulai fokus dengan pembiayaan mobil baru juga berhasil menekan beban biaya kredit. Seperti diungkapkan Direktur Keuangan MTF, Ade Cahyo Nugroho, bahwa Cost of Credit MTF di Q1-2015 hanya 5%, sehingga revenue naik hingga 30%.

  • Baca juga: Topang 2,97 Juta UMKM, Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp271,20 Triliun per Kuartal III/2026

Untuk diketahui, MTF berhasil meraih pembiayaan baru sepanjang kuartal pertama (Q1) 2015 sebesar Rp3,68 miliar, meningkat 3,59% dibanding periode yang sama tahun 2014. Komposisi pembiayaan Q1-2015 terdiri dari 96% mobil baru, 3% mobil bekas dan 1% sepeda motor.

“Nilai pembiayaan mobil baru Q1-2015 tumbuh 8% dibandingkan periode Q1-2014, sedangkan secara unit  mobil baru meningkat 2%. Hal ini sejalan dengan fokus usaha Perseroan di segmen pembiayaan mobil baru,” ungkap Susatyo lebih lanjut.

Dia pun memperkirakan New Landing semester 1 antara akan memenuhi setidaknya 45% dari target pembiayaan MTF di tahun ini yang mencapai Rp20 triliun. “New Landing di semester 1 di kisaran Rp8,5 triliun – Rp9 triliun, ini 45% dari target pembiayaan. Ini juga didorong oleh belanja pemerintah sudah kelihatan di bulan Mei, dan puncak pada Juni,” jelas Susatyo.

Di semester kedua, pertumbuhan pembiayaan MTF akan lebih kencang sejalan dengan pelaksanaan pameran Gaikindo dan IMS (Indonesia Motor Show), HUT Jakarta, dan musim masuk sekolah. “Jadi porsi landing semester kedua bisa 55% dari total pembiayaan yakni sekitar Rp10 triliun – Rp11 triliun. Kita juga rencanakan event pameran bersama Bank Mandiri saat HUT Bank Mandiri,” ungkap Susatyo.

Sumber Dana

Untuk memenuhi target pembiayaan 2015 sebesar Rp20 triliun, Chayo, Direktur Keuangan MTF menegaskan adanya dukungan yang kuat dari induk usaha, yakni Bank Mandiri. “Funding kita 70%-80% dari Bank Mandiri. Suport masih baik, karena cost of fund Bank Mandiri terbaik,” pungkas Cahyo.

Sementara sisanya sekitar 30% akan diisi oleh pinjamaan bank dan penerbitan obligasi. Dia menjelaskan, dari pinjaman bank dan pasar uang saja cukup untuk memenuhi 6-7 bulan pembiayaan.

  • Baca juga: Studi Sun Life: 82 Persen Perempuan Generasi Sandwich Terhambat Bangun Ketahanan Finansial

“Obligasi, bunga masih menarik. Di bulan Mei dan Juni kami terbitkan sisah jatah yang Rp150 miliar. Awal Juni kita harapkan dananya sudah masuk ke kita. Jadi kita punya cadangan yang cukup,” pungkas Cahyo.

Selain itu, lanjut dia, MTF juga menkaji untuk menerbitkan obligasi di semester kedua senilai Rp500 miliar hingga Rp 1 triliun. “Kita juga rencanakan penerbitkan MTN (medium term note) senilai Rp300 miliar. Sudah ada buyer-nya,” kata dia.

Tags: mandiri tunas finance
 
 
 
 
 
Previous Post

Gandeng 3 Operator Seluler, Bank Mandiri Rilis Rekening Hape

Next Post

Sekitar 84,3 Persen Transaksi di CIMB Niaga Melalui Branchless Banking

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Jamin Pembiayaan Rp157,3 Triliun untuk 2,28 Juta UMKM, Kinerja Jamkrindo Melesat di Semester I/2026

Topang 2,97 Juta UMKM, Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp271,20 Triliun per Kuartal III/2026

by Stella Gracia
28 Oktober 2026 - 16:23

Jamkrindo membukukan volume penjaminan Rp271,20 triliun dan laba sebelum pajak Rp1,1 triliun per September 2026, menjangkau 2,97 juta UMKM-K. Stabilitas.id...

Studi Sun Life: 82 Persen Perempuan Generasi Sandwich Terhambat Bangun Ketahanan Finansial

Studi Sun Life: 82 Persen Perempuan Generasi Sandwich Terhambat Bangun Ketahanan Finansial

by Stella Gracia
26 Oktober 2026 - 13:13

Studi Sun Life mencatat 82 persen perempuan generasi sandwich terkendala membangun ketahanan finansial akibat beban ganda pengasuhan anak dan orang...

Aset Dapen Terpusat di Jakarta, BPA Brokers Bidik Pendampingan Korporasi di Sentra Ekonomi Daerah

Aset Dapen Terpusat di Jakarta, BPA Brokers Bidik Pendampingan Korporasi di Sentra Ekonomi Daerah

by Sandy Romualdus
20 Oktober 2026 - 17:46

BPA Brokers menghadirkan layanan konsultasi tata kelola DPPK dan DPLK guna membantu korporasi menyusun strategi dana pensiun karyawan yang berkelanjutan....

Literasi Asuransi di Angka 42,84 Persen, DAI Perkuat Edukasi UMKM di 7 Kota

Literasi Asuransi di Angka 42,84 Persen, DAI Perkuat Edukasi UMKM di 7 Kota

by Sandy Romualdus
20 Oktober 2026 - 11:53

Dewan Asuransi Indonesia (DAI) dan asosiasi industri asuransi memperingati Hari Asuransi 2026 dengan menggenjot literasi dan inklusi keuangan di 7...

Bantu Pemulihan Gempa NTT, AAJI Kucurkan Donasi Rp315 Juta dan 60 Polis Asuransi Mikro

Bantu Pemulihan Gempa NTT, AAJI Kucurkan Donasi Rp315 Juta dan 60 Polis Asuransi Mikro

by Sandy Romualdus
19 Oktober 2026 - 21:55

AAJI bersama 19 perusahaan anggota dan Yayasan Benih Baik menyalurkan donasi Rp315 juta serta 60 polis asuransi mikro bagi warga...

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

by Sandy Romualdus
17 Oktober 2026 - 00:22

LPS menargetkan aktivasi Program Penjaminan Polis asuransi berlaku mulai Juli 2027 dengan menerapkan skema pendaftaran bertahap dan seleksi kesehatan modal....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Topang 2,97 Juta UMKM, Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp271,20 Triliun per Kuartal III/2026

Dorong Inklusi Finansial UMKM, BI Integrasikan Data QRIS ke Sistem Credit Scoring

Kredit Tembus Rp242,6 Triliun, CIMB Niaga Bukukan Laba Sebelum Pajak Rp5,8 Triliun

Dari Menabung ke Multi-Aset, Ajaib Catat 25 Persen Investor Pemula Langsung Berdiversifikasi

Perkuat Kebijakan Berbasis Riset, OJK Gelar International Research Forum 2026 dan Rilis Jurnal Syariah

Cegah Fraud dan Risiko Siber, OJK Rangkul 27 Asosiasi Profesi Tata Kelola di Forum SPEKTA

Akselerasi Pasar Uang dan Valas 2030, BI Gandeng OJK dan APUVINDO Perkuat 4 Prioritas

Bentengi Pelajar dari Penipuan Digital, OJK Gelar Digiclass 2026 di Sekolah Rakyat

Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Tumbuh Jadi Rp45,2 Triliun

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
CIMB Niaga Perluas Pasar KPR di Pekanbaru

Sekitar 84,3 Persen Transaksi di CIMB Niaga Melalui Branchless Banking

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance