JAKARTA, Stabilitas – Presiden Indonesia, Joko Widodo resmi menutup bursa perdagangan pasar modal menjelang penutupan akhir tahun 2018. Hadir dan memberikan sambutan dalam acara penutupan tersebut, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Dalam sambutannya, Wimboh mengatakan Tahun 2018 diwarnai dengan berbagai perkembangan ekonomi, pasar keuangan dan politik yang cukup dinamis, baik di tingkat global maupun domestik, serta menyisakan catatan positif.
“Di tengah tekanan ekternal, beberapa indikator Pasar Modal masih terjaga. Secara year to date (ytd), koreksi kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sampai dengan penutupan kemarin masih yang terbaik diantara kinerja bursa saham utama se-asia pasifik dan bahkan diantara bursa saham utama dunia”kata Wimboh di Gedung Bursa Efek Indonesia Jumat (28/12)
Wimboh juga melaporkan, jumlah perusahaan baru yang mencatatkan efeknya di Bursa Efek sebanyak 59 perusahaan serta mencatatkan hal tersebut merupakan jumlah IPO per tahun terbesar pasca diundangkannya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan swastanisasi bursa.
BERITA TERKAIT
“Nilai transaksi dan kapitalisasi pasar juga terus menunjukkan tren positif walaupun dalam beberapa periode investor asing membukukan net sell,”ujarnya.
Ia juga menambahkan, catatan positif tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah, Bank Indonesia, dan peran serta seluruh pemangku kepentingan lainnya di industri jasa keuangan.
“Sinergi tersebut selain menambah kepercayaan publik, khususnya investor, juga memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan industri Pasar Modal secara keseluruhan,”pungkas Wimboh.
Di tahun 2019 mendatang, kata dia, seluruh pelaku pasar modal Indonesia bertekad untuk kembali memberikan kontribusi terbaiknya, khususnya untuk mendukung pembiayaan program-program ekonomi prioritas Pemerintah.















