• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Asuransi

OJK Dorong Percepatan Transformasi Digital di Industri Asuransi

Hingga saat ini baru 12 perusahaan asuransi yang memenuhi aturan sebagaimana evaluasi implementasi IT oleh OJK.

oleh Stella Gracia
10 Maret 2021 - 21:38
52
Dilihat
OJK Dorong Percepatan Transformasi Digital di Industri Asuransi
0
Bagikan
52
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id  — Pandemi Covid-19 telah mengubah proses bisnis di semua industri, tak terkecuali sektor proteksi atau asuransi. Sebab, secara kasat mata suasana pandemi saat ini bisa diartikan sebagai representasi dari peran teknologi yang tidak bisa dihindari. Maka teknologi wajib dioptimalkan dalam menjalankan bisnis ke depan.

Demikian dikatakan Anggota Dewan Komisioner OJK, Riswinandi dalam Virtual Seminar ke-42 yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) dengan tema “Industri Asuransi Jiwa: Hikmah dari Pandemi dan Bagaimana Selanjutnya” di Jakarta, hari ini, Selasa (10/03/2021).

  • Baca juga: Indeks Inklusi Syariah Baru 13,24%, OJK Bersama DPR dan LPS Pacu Ekosistem EKSiS 2026

“Dalam pelaksanaan bisnis, di asuransi jiwa produk yang dikaitkan dengan investasi ini masih mendominasi preminya, makanya kita beri kesempaakn pemasaran dilakukan secara virtual dengan persyaratan sesuai dengan persiapan IT masing-masing,” kata Riswinandi.

BERITA TERKAIT

Indeks Inklusi Syariah Baru 13,24%, OJK Bersama DPR dan LPS Pacu Ekosistem EKSiS 2026

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Dia menjelaskan, OJK akan terus mendorong industri asuransi untuk menyiapkan IT secara baik sesuai aturan yang berlaku. Sebab, hingga saat ini baru 12 perusahaan asuransi yang memenuhi aturan sebagaimana evaluasi implementasi IT oleh OJK.

“Harapannya segera yang lain ikuti, kalau mau berkontribusi ya segera periapkan fasilitas IT-nya,” tegas Riswinandi.

Lebih lanjut Riswinandi mengatakan, hal yang menarik dari transformasi digital di saat pandemi ini, mengutip penelitian Mckenzie bahwa 65 persen agen asuransi menyatakan konsumen proaktif dalam menanyakan produk yang berkaitan dengan kesehatan, kecelakaan dan penyakit lainnya, juga jasa online medial service. “Di Indonesia juga sudah memuali, bahkan beberapa RS sudah mulai lakukan. Saya saksikan konsultasi di RS kita buat appointment secara online dan disediakan waktunya, resep juga onlnine. Semua mengarah ke digital,” imbuhnya.

Menurutnya, proses secara digital ini berdampak signifikan, sehingga manajemen perusahaan asuransi harus mulai terapkan manajemen risiko teknologi informasi. “OJK sudah persiapkan (aturan) semoga tidak lama juga akan keluar POJK terkait manajemen risiko teknologi informasi sehingga di industri bisa punya guideline sesuai aturan POJK,” ungkap Riswinandi.

Secara umum, lanjutnya, industri asuransi masih mencatat pertumbuhan kinerja di saat pandemi saat ini. Kendati sempat mengalami dampak di awal  pandemi, sebab portofolio investasi asuransi 70-80 persen berada di sektor pasar modal. “Dampaknya di awal pandemi perlahan juga mulai berkurang, terlihat dari pertumbuhan positif dari aset perusahaan secara year on year sekitar 1,73 persen di Januari, yakni Rp 734,64 triliun. Investasi juga tumbuh 1,34 persen,” papar Riswinandi.

Dari sisi permodalan, Riswinandi menyebutkan di awal tahun ini rasio solvabilitas asuransi masih baik. RBC asuransi jiwa di kisaran 535,08 persen dan asuransi umum di angka 343,47 persen. “Tentu ini kalau berjalan terus kita berharap akan memperbaiki kurva pertumbuhan dan sejalan dengn terus dilakukan vaksinasi,” pungkas Riswinandi.

Direktur Utama LPPI, Mirza Adityaswara sepakat bahwa Indonesia saat ini berada dalam masa pemulihan karena telah memasuki periode vaksinasi. Sejalan dengan itu ekonomi dunia sudah mulai pulih walau belum sesuai harapan. Namun secara year on year, GDP growth minusnya sudah berkurang.  “Tahun 2021 ini mudah-mudahan pemulihan terus berlanjut sesuai harapan dan tumbuh 4,5-5 persen terpenuhi,” harap Mirza.

  • Baca juga: Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Untuk itu, Riswinandi lebih lanjut menambahkan, pihaknya telah bertemu dengan AAJI dan sepakat momentum pandemi ini bisa dijadikan momentum kebangkitan dari asuransi. “Jadi kembali ke pemahaman asuransi bahwa proteksi jadi yang utama.”

OJK saat ini juga sedang menggodok peraturan terkait pemasaran produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi. Hal ini sudah didiskusikan dengan asosiasi perusahaan asuransi bahwa dalam regulasi ini perlu memperhatikan beberapa point penting, terkait dengan ketentuan harus adanya tarif di perusahaan tersebut, penjelasan spesifikasi produk, transparansinya, dan tentu penyesuaian tata kelola investasi termasuk juga mengenai pembeli polis. “Karena belajar dari pengalaman selama ini banyak laporan masuk ke OJk yang menunjukkan tidak ada konmunikasi yang baik saat akuisisi dan berdampak pada klaim,” jelas Riswinandi.

Digital Shifting

Direktur Utana BNI Life, Shadiq Akasya di kesemoatan yang sama mengakui jika industri asuransi jiwa mengalami dampak seperti penurunan daya beli, pembataan aktifitas, kesulitan tatap muka, potensi peningkatan klaim dengan pandemi ini. Beberapa perusahaan asuransi yang meng-cover asuransi kesehatan mengalami kenaikan jumlah klaim, di samping tantangan pertahankan presistensi karena produk reguler. “Maka dengan adanya penurunan daya beli maka presitensi terdampak kalau kita tidak aktif tanyakan kembali pembayaranya. Lalu referensikan customer untuk shifting ke produk digital,” kata Shadiq.

Dia menjelaskan, pergeseran preferensi customer saat ini telah mengadopsi praktek digital selama pandemi. Sebab tercatat customer lebih banyak mengambil proses non face to face, sehingga berdampak pada turunnya transaksi layanan secara face to face, dan ini mempengaruhi tingkat penjualan.

Menurut Shadiq, yang harus dilakukan dalam tahapan digital transformasi, pertama adalah menentukan core value proposition, produk, service, chanel dan branding. Lalu tahap kedua ada digital proses, yakni bagaimana supportive environment, seperti sistem, regulasi, dan people.

Kemudian masuk ke tahap ketiga yakni ekosistem, ada bisnis model, partneship, dan marketing. Dan tahap keempat adalah further development. “Apa yang bisa dicreate dari data yang sudah ada. Ada AI yang membantu pemetaan nasabah dengan mesin learning,” pungkas Shadiq.

Di kesempatan yang sama, Elyn Wati, Ketua Bidang Kerjasama & Internasional AAJI mengungkapkan, digitalisasi adalah keharusan sebab dampak pandemi terhadap pertanggung sangat terlihat adanya penurunan. Total pertanggung di 2019 ada 58.500.900 orang, menurun 7 persen di 2020 yakni menjadi 53 juta orang. Akibatnya, bisnis perorangqn turun 2,7 persen dan kumpulan turun 8.6 persen. “Klaim turun tapi angkanya masih Rp150 triliun dan ada fenomena di industri adalah ada klaim yang biasanya tidak ditanggung polis asuransi jiwa, sekarang polis harus tanggung,” jelas Elyn.

  • Baca juga: Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Hingga Oktober 2020, AAJI mencatat perusahaan asuransi jiwa sudah membayar klaim Covid sebesar Rp 651,8 miliar. Sementara pendapatan bisnis baru dari keagenan turun signifikan dari 2019 yang sebesar Rp 37,04 triliun, di 2020 hanya Rp 25,15 triliun.

“Dari sini bisa dilihat suka atau tidak suka wajib  digitalisasi agar agen bisa ketemu, tapi tetap ada penurunan di bisnis,” pungkas dia. Namun, Elyn mengingatkan, “Security jadi hal yang penting, jangan hanya ubah prosedur dan SOP, sistem harus aware tentang ransomware, data bridge, dll.”

Tags: #Asuransi JiwaBNI LifeIKNBLPPIojk
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Industri Produk Sawit Nasional Berdaya Saing di Pasar Eropa

Selanjutnya

Alodokter, Homecare24, Medithru, Kemenkes dan Kemenparekraf Beri Vaksin Gratis Bagi Lansia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Laba Bersih IFG Life Melonjak 162,9% Jadi Rp 482,12 Miliar di 2025, RBC Terjaga 180,16%

Laba Bersih IFG Life Melonjak 162,9% Jadi Rp 482,12 Miliar di 2025, RBC Terjaga 180,16%

oleh Stella Gracia
13 Agustus 2026 - 17:13

IFG Life bukukan laba bersih Rp 482,12 miliar di 2025 (naik 162,9%). Pendapatan jasa asuransi capai Rp 6,56 triliun &...

Jamin Pembiayaan Rp157,3 Triliun untuk 2,28 Juta UMKM, Kinerja Jamkrindo Melesat di Semester I/2026

Jamin Pembiayaan Rp157,3 Triliun untuk 2,28 Juta UMKM, Kinerja Jamkrindo Melesat di Semester I/2026

oleh Sandy Romualdus
7 Agustus 2026 - 18:07

Jamkrindo raih laba sebelum pajak Rp743,23 miliar di Semester I/2026, melonjak 34,7% YoY. Volume penjaminan tembus Rp157,3 triliun untuk 2,28...

Sabet Empat Penghargaan hingga Juli 2026, BRI Life Perkuat Transformasi Digital dan GCG

Sabet Empat Penghargaan hingga Juli 2026, BRI Life Perkuat Transformasi Digital dan GCG

oleh Sandy Romualdus
3 Agustus 2026 - 15:14

BRI Life borong empat penghargaan nasional dan internasional hingga Juli 2026, termasuk Insurance Asia Awards 2026 di Singapura. Stabilitas.id -...

Satu Dekade Beruntun, Tugu Insurance (TUGU) Pertahankan Rating Internasional ‘A- Excellent’

Laba Bersih Tugu Insurance (TUGU) Melesat 76,87% Jadi Rp 480,29 Miliar di H1 2026

oleh Sandy Romualdus
3 Agustus 2026 - 15:09

Laba bersih Tugu Insurance (TUGU) melesat 76,87% YoY menjadi Rp 480,29 miliar pada Semester I 2026. Hasil jasa asuransi melonjak...

Melampaui 328% Target, Askrindo Meraup Laba Bersih Rp 1,69 Triliun pada 2025

Melampaui 328% Target, Askrindo Meraup Laba Bersih Rp 1,69 Triliun pada 2025

oleh Sandy Romualdus
3 Agustus 2026 - 15:05

Askrindo (IFG) membukukan laba bersih konsolidasi Rp 1,69 triliun pada 2025, melampaui 328% dari target. Total aset tembus Rp 31...

Kelola Proyek Sampah Rp86 Triliun, Denera Bidik IPO pada 2028

Pangkas 12 Entitas Asuransi BUMN, Danantara dan IFG Soroti Bahaya Misinvestment

oleh Stella Gracia
24 Juli 2026 - 17:09

Danantara dan IFG pangkas 12 entitas asuransi & penjaminan BUMN. COO Danantara Dony Oskaria soroti ancaman misinvestment dan portofolio properti....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BNI Hadirkan Akses Eksklusif Menikmati Andrea Bocelli “Romanza” di Indonesia

Kolaborasi Bank BSN dan BAZNAS, ZIS Bakal Mudah Dibayar Lewat Bale Syariah

Kemenkeu Peduli Salurkan Bantuan Logistik Rp 565,2 Juta untuk Pengungsi Gempa Nusa Tenggara Timur

Komisi XI DPR dan Kemenkeu Tinjau Gempa Flores: Pemulihan Bencana Tidak Berhenti di Fase Tanggap Darurat

RAPBN 2027 Targetkan Ekonomi Tumbuh 6%: Wamenkeu Suahasil Buka-Bukaan Strategi Efisiensi Anggaran

ULN Swasta Masih Kontraksi, Penarikan Utang Pemerintah Kuartal II/2026 Melambat

Sabet IACA Award 2026, BI Manfaatkan Limbah Racik Uang Kertas Jadi Cendera Mata dan Energi

Terintegrasi Aplikasi OCTO, KKI Ritel CIMB Niaga Fasilitasi Pembayaran QRIS

Rasio LaR Turun 145 Bps, BRI Jaga NPL Coverage Tebal di Level 179,45%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Alodokter, Homecare24, Medithru, Kemenkes dan Kemenparekraf Beri Vaksin Gratis Bagi Lansia

Alodokter, Homecare24, Medithru, Kemenkes dan Kemenparekraf Beri Vaksin Gratis Bagi Lansia

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance