• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Asuransi

OJK Dorong Percepatan Transformasi Digital di Industri Asuransi

Hingga saat ini baru 12 perusahaan asuransi yang memenuhi aturan sebagaimana evaluasi implementasi IT oleh OJK.

by Stella Gracia
10 Maret 2021 - 21:38
52
VIEWS
OJK Dorong Percepatan Transformasi Digital di Industri Asuransi
0
SHARES
52
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas.id  — Pandemi Covid-19 telah mengubah proses bisnis di semua industri, tak terkecuali sektor proteksi atau asuransi. Sebab, secara kasat mata suasana pandemi saat ini bisa diartikan sebagai representasi dari peran teknologi yang tidak bisa dihindari. Maka teknologi wajib dioptimalkan dalam menjalankan bisnis ke depan.

Demikian dikatakan Anggota Dewan Komisioner OJK, Riswinandi dalam Virtual Seminar ke-42 yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) dengan tema “Industri Asuransi Jiwa: Hikmah dari Pandemi dan Bagaimana Selanjutnya” di Jakarta, hari ini, Selasa (10/03/2021).

  • Baca juga: Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

“Dalam pelaksanaan bisnis, di asuransi jiwa produk yang dikaitkan dengan investasi ini masih mendominasi preminya, makanya kita beri kesempaakn pemasaran dilakukan secara virtual dengan persyaratan sesuai dengan persiapan IT masing-masing,” kata Riswinandi.

BERITA TERKAIT

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Kenalkan Tokenisasi Aset Riil di Unair: OJK Minta Mahasiswa Cermati Prinsip 2L dan Hindari FOMO

Indonesia Tuan Rumah BCBS–ICBS 2026 di Bali: Bahas Risiko Kripto hingga Komputasi Kuantum Perbankan

Gagal Pulihkan Kinerja: OJK Cabut Izin Usaha PT Porto Ventura Kapital

Dia menjelaskan, OJK akan terus mendorong industri asuransi untuk menyiapkan IT secara baik sesuai aturan yang berlaku. Sebab, hingga saat ini baru 12 perusahaan asuransi yang memenuhi aturan sebagaimana evaluasi implementasi IT oleh OJK.

“Harapannya segera yang lain ikuti, kalau mau berkontribusi ya segera periapkan fasilitas IT-nya,” tegas Riswinandi.

Lebih lanjut Riswinandi mengatakan, hal yang menarik dari transformasi digital di saat pandemi ini, mengutip penelitian Mckenzie bahwa 65 persen agen asuransi menyatakan konsumen proaktif dalam menanyakan produk yang berkaitan dengan kesehatan, kecelakaan dan penyakit lainnya, juga jasa online medial service. “Di Indonesia juga sudah memuali, bahkan beberapa RS sudah mulai lakukan. Saya saksikan konsultasi di RS kita buat appointment secara online dan disediakan waktunya, resep juga onlnine. Semua mengarah ke digital,” imbuhnya.

Menurutnya, proses secara digital ini berdampak signifikan, sehingga manajemen perusahaan asuransi harus mulai terapkan manajemen risiko teknologi informasi. “OJK sudah persiapkan (aturan) semoga tidak lama juga akan keluar POJK terkait manajemen risiko teknologi informasi sehingga di industri bisa punya guideline sesuai aturan POJK,” ungkap Riswinandi.

Secara umum, lanjutnya, industri asuransi masih mencatat pertumbuhan kinerja di saat pandemi saat ini. Kendati sempat mengalami dampak di awal  pandemi, sebab portofolio investasi asuransi 70-80 persen berada di sektor pasar modal. “Dampaknya di awal pandemi perlahan juga mulai berkurang, terlihat dari pertumbuhan positif dari aset perusahaan secara year on year sekitar 1,73 persen di Januari, yakni Rp 734,64 triliun. Investasi juga tumbuh 1,34 persen,” papar Riswinandi.

Dari sisi permodalan, Riswinandi menyebutkan di awal tahun ini rasio solvabilitas asuransi masih baik. RBC asuransi jiwa di kisaran 535,08 persen dan asuransi umum di angka 343,47 persen. “Tentu ini kalau berjalan terus kita berharap akan memperbaiki kurva pertumbuhan dan sejalan dengn terus dilakukan vaksinasi,” pungkas Riswinandi.

Direktur Utama LPPI, Mirza Adityaswara sepakat bahwa Indonesia saat ini berada dalam masa pemulihan karena telah memasuki periode vaksinasi. Sejalan dengan itu ekonomi dunia sudah mulai pulih walau belum sesuai harapan. Namun secara year on year, GDP growth minusnya sudah berkurang.  “Tahun 2021 ini mudah-mudahan pemulihan terus berlanjut sesuai harapan dan tumbuh 4,5-5 persen terpenuhi,” harap Mirza.

  • Baca juga: Kenalkan Tokenisasi Aset Riil di Unair: OJK Minta Mahasiswa Cermati Prinsip 2L dan Hindari FOMO

Untuk itu, Riswinandi lebih lanjut menambahkan, pihaknya telah bertemu dengan AAJI dan sepakat momentum pandemi ini bisa dijadikan momentum kebangkitan dari asuransi. “Jadi kembali ke pemahaman asuransi bahwa proteksi jadi yang utama.”

OJK saat ini juga sedang menggodok peraturan terkait pemasaran produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi. Hal ini sudah didiskusikan dengan asosiasi perusahaan asuransi bahwa dalam regulasi ini perlu memperhatikan beberapa point penting, terkait dengan ketentuan harus adanya tarif di perusahaan tersebut, penjelasan spesifikasi produk, transparansinya, dan tentu penyesuaian tata kelola investasi termasuk juga mengenai pembeli polis. “Karena belajar dari pengalaman selama ini banyak laporan masuk ke OJk yang menunjukkan tidak ada konmunikasi yang baik saat akuisisi dan berdampak pada klaim,” jelas Riswinandi.

Digital Shifting

Direktur Utana BNI Life, Shadiq Akasya di kesemoatan yang sama mengakui jika industri asuransi jiwa mengalami dampak seperti penurunan daya beli, pembataan aktifitas, kesulitan tatap muka, potensi peningkatan klaim dengan pandemi ini. Beberapa perusahaan asuransi yang meng-cover asuransi kesehatan mengalami kenaikan jumlah klaim, di samping tantangan pertahankan presistensi karena produk reguler. “Maka dengan adanya penurunan daya beli maka presitensi terdampak kalau kita tidak aktif tanyakan kembali pembayaranya. Lalu referensikan customer untuk shifting ke produk digital,” kata Shadiq.

Dia menjelaskan, pergeseran preferensi customer saat ini telah mengadopsi praktek digital selama pandemi. Sebab tercatat customer lebih banyak mengambil proses non face to face, sehingga berdampak pada turunnya transaksi layanan secara face to face, dan ini mempengaruhi tingkat penjualan.

Menurut Shadiq, yang harus dilakukan dalam tahapan digital transformasi, pertama adalah menentukan core value proposition, produk, service, chanel dan branding. Lalu tahap kedua ada digital proses, yakni bagaimana supportive environment, seperti sistem, regulasi, dan people.

Kemudian masuk ke tahap ketiga yakni ekosistem, ada bisnis model, partneship, dan marketing. Dan tahap keempat adalah further development. “Apa yang bisa dicreate dari data yang sudah ada. Ada AI yang membantu pemetaan nasabah dengan mesin learning,” pungkas Shadiq.

Di kesempatan yang sama, Elyn Wati, Ketua Bidang Kerjasama & Internasional AAJI mengungkapkan, digitalisasi adalah keharusan sebab dampak pandemi terhadap pertanggung sangat terlihat adanya penurunan. Total pertanggung di 2019 ada 58.500.900 orang, menurun 7 persen di 2020 yakni menjadi 53 juta orang. Akibatnya, bisnis perorangqn turun 2,7 persen dan kumpulan turun 8.6 persen. “Klaim turun tapi angkanya masih Rp150 triliun dan ada fenomena di industri adalah ada klaim yang biasanya tidak ditanggung polis asuransi jiwa, sekarang polis harus tanggung,” jelas Elyn.

  • Baca juga: Indonesia Tuan Rumah BCBS–ICBS 2026 di Bali: Bahas Risiko Kripto hingga Komputasi Kuantum Perbankan

Hingga Oktober 2020, AAJI mencatat perusahaan asuransi jiwa sudah membayar klaim Covid sebesar Rp 651,8 miliar. Sementara pendapatan bisnis baru dari keagenan turun signifikan dari 2019 yang sebesar Rp 37,04 triliun, di 2020 hanya Rp 25,15 triliun.

“Dari sini bisa dilihat suka atau tidak suka wajib  digitalisasi agar agen bisa ketemu, tapi tetap ada penurunan di bisnis,” pungkas dia. Namun, Elyn mengingatkan, “Security jadi hal yang penting, jangan hanya ubah prosedur dan SOP, sistem harus aware tentang ransomware, data bridge, dll.”

Tags: #Asuransi JiwaBNI LifeIKNBLPPIojk
 
 
 
 
 
Previous Post

Industri Produk Sawit Nasional Berdaya Saing di Pasar Eropa

Next Post

Alodokter, Homecare24, Medithru, Kemenkes dan Kemenparekraf Beri Vaksin Gratis Bagi Lansia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

by Sandy Romualdus
17 Oktober 2026 - 00:22

LPS menargetkan aktivasi Program Penjaminan Polis asuransi berlaku mulai Juli 2027 dengan menerapkan skema pendaftaran bertahap dan seleksi kesehatan modal....

Perkuat Lini Bancassurance, IFG Life Bidik Basis Nasabah Bank Sulselbar

Perkuat Lini Bancassurance, IFG Life Bidik Basis Nasabah Bank Sulselbar

by Stella Gracia
8 Oktober 2026 - 11:50

IFG Life gandeng Bank Sulselbar perkuat bisnis bancassurance. Sinergi hadirkan proteksi asuransi jiwa terpadu bagi debitur di Sulsel dan Sulbar....

Apresiasi Inovasi Digital dan Kepatuhan PSAK 117: Media Asuransi Ganjar 82 Korporasi dan 31 CFO Terbaik

Apresiasi Inovasi Digital dan Kepatuhan PSAK 117: Media Asuransi Ganjar 82 Korporasi dan 31 CFO Terbaik

by Sandy Romualdus
6 Oktober 2026 - 23:47

Media Asuransi menggelar Top Digital Financial Award dan CFO Award 2026 bagi 82 perusahaan keuangan dan 31 direktur keuangan berprestasi....

Kawal Disrupsi AI di Asuransi Jiwa: AAJI Gelar Program Eksekutif ‘Future by Design’ bagi Para CEO

Kawal Disrupsi AI di Asuransi Jiwa: AAJI Gelar Program Eksekutif ‘Future by Design’ bagi Para CEO

by Stella Gracia
6 Oktober 2026 - 13:10

AAJI menyelenggarakan program eksekutif Future by Design bagi CEO asuransi jiwa guna mematangkan adopsi AI berprinsip human-in-the-loop. Stabilitas.id - Asosiasi Asuransi...

Sabet Empat Penghargaan hingga Juli 2026, BRI Life Perkuat Transformasi Digital dan GCG

Sabet Dua Penghargaan ICCA: BRI Life Pacu Inovasi Digital dan Layanan Nasabah

by Sandy Romualdus
30 September 2026 - 13:43

BRI Life meraih dua penghargaan Silver kategori Customer Experience dan Digital Innovation pada ajang The Best Contact Center Indonesia 2026....

Konflik Keluarga dan Pajak Hantui Warisan, Riset Sun Life Ungkap Urgensi Penasihat Finansial Profesional

Konflik Keluarga dan Pajak Hantui Warisan, Riset Sun Life Ungkap Urgensi Penasihat Finansial Profesional

by Stella Gracia
28 September 2026 - 12:14

Riset Sun Life Asia mengungkap 70 persen keluarga cemas aset tergerus akibat minimnya kesiapan ahli waris mengelola kekayaan lintas generasi....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Alodokter, Homecare24, Medithru, Kemenkes dan Kemenparekraf Beri Vaksin Gratis Bagi Lansia

Alodokter, Homecare24, Medithru, Kemenkes dan Kemenparekraf Beri Vaksin Gratis Bagi Lansia

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance