• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Info Otoritas

OJK Targetkan ETF Emas Melantai Kuartal II/2026, Tiga Manajer Investasi Siap Terbitkan Produk

oleh Stella Gracia
8 April 2026 - 10:54
16
Dilihat
Minat Tinggi di Sektor ITSK dan Kripto, OJK Percepat Sandbox dan Penguatan Pelindungan Konsumen
0
Bagikan
16
Dilihat

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membidik peluncuran produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas dapat terealisasi pada kuartal II/2026. Instrumen investasi anyar ini diharapkan menjadi terobosan dalam upaya pendalaman pasar modal domestik sekaligus mendukung ekosistem bullion bank (bank emas) di Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tiga calon penerbit yang telah menyatakan ketertarikan dan tengah melakukan persiapan intensif.

“Dengan mempertimbangkan progress yang ada, target kami peluncuran dapat dilakukan di semester I/2026 atau kuartal II ini,” ujar Hasan dalam konferensi pers daring, Senin (6/4/2026).

BERITA TERKAIT

Rupiah Tembus Rp17.000, OJK Waspadai Pembengkakan Biaya Retrosesi Reasuransi

Agenda Bullion Bank Masuk RUPST, BSI Jadwal Ulang Rapat ke 5 Mei

OJK Rilis Roadmap 2026–2030: Genjot Pasar Derivatif dan Investasi ESG

Pacu Ekonomi Syariah, OJK Hubungkan Perbankan dengan Pemasok Pangan Pesantren

Payung Hukum dan Akselerasi Pasar

Langkah strategis ini diperkuat dengan penerbitan Peraturan OJK (POJK) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa Efek dengan Aset yang Mendasari Berupa Emas.

Regulasi ini dirancang untuk memberikan kepastian hukum bagi manajer investasi dalam mengelola aset emas sebagai underlying produk yang dapat ditransaksikan secara real-time di bursa, layaknya saham.

Hasan menekankan bahwa regulator dan para pemangku kepentingan sedang memfinalisasi tiga aspek krusial sebelum peluncuran resmi:

  • Sistem Perdagangan: Mekanisme pencatatan dan likuiditas di bursa.
  • Penyimpanan & Kustodian: Memastikan keamanan fisik emas sesuai standar global.
  • Perlakuan Perpajakan: Sinkronisasi aturan pajak atas underlying emas agar produk tetap kompetitif secara struktural.

“Kesiapan ini penting untuk memastikan ETF emas memiliki standar operasional yang setara dengan praktik terbaik global, terutama dari aspek transparansi harga dan perlindungan investor,” tambah Hasan.

Daya Tarik bagi Investor

Kehadiran ETF emas diprediksi akan menarik minat investor ritel maupun institusi yang mencari aset aman (safe haven) dengan fleksibilitas tinggi. Berbeda dengan investasi emas fisik konvensional, ETF emas menawarkan efisiensi dalam hal penyimpanan dan biaya transaksi, serta kemudahan likuidasi melalui lantai bursa.

Masuknya instrumen ini di tengah fluktuasi geopolitik global kuartal II/2026 dipandang sebagai momentum tepat, mengingat harga emas cenderung menguat saat ketidakpastian pasar meningkat. ***

Tags: Bullion BankBursa EfekETF EmasHasan Fawziinvestasi emasojkPasar Modal IndonesiaPOJK Nomor 2 Tahun 2026reksa dana bursa
 
 
 
 
Sebelumnya

Blokade Jalur Minyak: Rusia-China Sebut Resolusi Keamanan Selat Hormuz Bias Terhadap Iran

Selanjutnya

Akselerasi Dekarbonisasi: Nilai Instrumen Utang Keberlanjutan di Bursa Tembus Rp78,1 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Biaya Dana Merangkak Naik, Korporasi Pilih ‘Wait and See’ Masuk Pasar Obligasi

Biaya Dana Merangkak Naik, Korporasi Pilih ‘Wait and See’ Masuk Pasar Obligasi

oleh Sandy Romualdus
17 April 2026 - 14:48

Stabilitas.id – Biaya dana (cost of fund) korporasi untuk penerbitan surat utang mulai merangkak naik dalam tiga bulan terakhir. Meski...

Libur Paskah 2026, BNI Siapkan Layanan Terbatas dan Digital 24 Jam

Uji Selera Investor Global, BNI Bidik Dana Segar Lewat Obligasi AT1 Dolar AS

oleh Stella Gracia
17 April 2026 - 10:42

Stabilitas.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) tengah menjajaki pasar modal internasional melalui rencana penerbitan instrumen Additional Tier...

Gubernur BI Beberkan 3 Kunci Resiliensi Ekonomi RI di Hadapan IMF dan Pengusaha AS

Gubernur BI Beberkan 3 Kunci Resiliensi Ekonomi RI di Hadapan IMF dan Pengusaha AS

oleh Stella Gracia
17 April 2026 - 10:27

Stabilitas.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan tiga faktor kunci yang menjadi penopang utama ketahanan ekonomi nasional di...

Pasar Global Pantau Negosiasi Trump-Iran, Nasdaq Cetak Rekor Terpanjang Sejak 2009

Pasar Global Pantau Negosiasi Trump-Iran, Nasdaq Cetak Rekor Terpanjang Sejak 2009

oleh Stella Gracia
17 April 2026 - 10:10

Stabilitas.id – Indeks saham utama di bursa Amerika Serikat kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada penutupan perdagangan Kamis (16/4/2026)....

Rupiah Tembus Rp17.000, OJK Waspadai Pembengkakan Biaya Retrosesi Reasuransi

Rupiah Tembus Rp17.000, OJK Waspadai Pembengkakan Biaya Retrosesi Reasuransi

oleh Stella Gracia
16 April 2026 - 10:31

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewaspadai potensi tekanan terhadap industri reasuransi nasional seiring melemahnya nilai tukar rupiah yang menembus...

E-Commerce dan E-Wallet Dorong Peningkatan Transaksi BSI Mobile

Agenda Bullion Bank Masuk RUPST, BSI Jadwal Ulang Rapat ke 5 Mei

oleh Stella Gracia
16 April 2026 - 10:21

Stabilitas.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) resmi melakukan pemanggilan ulang Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Investasi Emas Menggeliat, Penjualan Galeri 24 Tembus 6,5 Ton

    Harga Emas Hari Ini: Antam Tembus Rp2,94 Juta, Galeri 24 Paling Kompetitif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BBRI Targetkan Dividen Rp52 Triliun, Fokus Jaga CAR di Level 20 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BRI 2026: Setujui Dividen Rp52,1 Triliun, Setara 92 Persen dari Laba Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IHSG Dibuka Rebound Pasca-Lebaran, Intip Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Klarifikasi Bank Neo Commerce: Izin yang Dicabut OJK Terkait Produk yang Belum Rilis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

RUPST Maybank Angkat Dato’ Zulkiflee Abbas Jadi Komut, Tebar Dividen Rp580 Miliar

CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur

Cetak Laba Rp1,2 Triliun, BTPN Syariah Alokasikan Rp521 Miliar Sebagai Laba Ditahan

Biaya Dana Merangkak Naik, Korporasi Pilih ‘Wait and See’ Masuk Pasar Obligasi

Sinyal Deeskalasi, Iran Tawarkan Jalur Aman Selat Hormuz via Perairan Oman

Strategi Mikro SIG Manjur, Penjualan Semen Kantong Lampaui Pertumbuhan Pasar

Risiko Subsidi Membengkak, Peringkat Utang BBB Indonesia Dalam Pantauan S&P

Uji Selera Investor Global, BNI Bidik Dana Segar Lewat Obligasi AT1 Dolar AS

Modus Phishing Marak, BNI Perketat Keamanan Data Nasabah Korporasi di BNIdirect

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Akselerasi Dekarbonisasi: Nilai Instrumen Utang Keberlanjutan di Bursa Tembus Rp78,1 Triliun

Akselerasi Dekarbonisasi: Nilai Instrumen Utang Keberlanjutan di Bursa Tembus Rp78,1 Triliun

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance