• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Juni 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Kolom

Pengelolaan Inflasi di Indonesia

oleh Sandy Romualdus
22 Juli 2014 - 00:00
7
Dilihat
Pengelolaan Inflasi di Indonesia
0
Bagikan
7
Dilihat

BERITA TERKAIT

BNI Dukung Penanganan Stunting di Pangalengan Lewat Program Desa Sehat

Andalkan AI dan Platform Elevate, SIG Rombak Total Sistem Manajemen Performa

Strategi Menkeu Purbaya Jinakkan Rupiah Lewat Kerja Sama Kupon Dagang China

Kedok IPO Fiktif & Jasa Pelunasan Pinjol Dibongkar, Satgas PASTI Sikat Dua Entitas Ini

Bank Indonesia pada hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2014 di markas besarnya di Kebon Sirih bersama-sama dengan Menteri Ekonomi Ekuin yang baru Dr. (HC) Chairul Tanjung, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo dan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengadakan sarasehan yang dihadiri oleh semua Gubernur, Bupati, para Walikota dan terlihat hadir Dewan Gubernur dan Direktur serta para Kepala Perwakilan Bank Indonesia.
Sejarah penanggulangan inflasi di Indonesia telah lama berevolusi. Indonesia yang pernah mengalami inflasi yang tinggi pada pergantian orde lama ke orde baru, waktu itu sampai 600 persen lebih Tim Ekonomi yang dipimpin Profesor Widjojo Nitisastro melalui ‘Program Stabilisasi’-nya berhasil menjinakkan bahkan hanya dalam satu tahun mampu menurunkan inflasi yang dahsyat tersebut. Tindakan penanggulangan kedua yang cukup berhasil adalah penetapan pagu kredit dan semua ekspansi bank yang berlangsung 1973 sampai dengan 1983, waktu Bank Indonesia dipimpin oleh Rachmat Saleh.
Setelah tahun 1983 penanggulangan laju inflasi tidak lagi diatur dengan menetapkan pagu kredit perbankan, karena Indonesia memasuki era deregulasi. Tepatnya, pada Juni 1983 penetapan suku bunga dilepas ke mekanisme pasar dan penyaluran kredit pun ditetapkan atas mekanisme serupa. Dengan kebijakan itu, konsekuensi yang harus dihadapi adalah pengendalian uang beredar menjadi lebih kompleks dan bank sentral harus memperhatikannya secara seksama sesuai target inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Pendekatan Bank Indonesia era itu dikenal dengan Eclectic (pilihan). Saat itu Bank Indonesia memilih suku bunga atau uang beredar sebagai pendekatan dalam pengendalian inflasi. Kemudian perubahan terjadi. Pertengahan tahun 90-an ketika sebagian besar bank sentral di belahan dunia lain terjangkit demam Inflation Targeting Framework (ITF) yang salah satunya dipelopori oleh Reserve Bank of New Zealand, demam itu juga hinggap ke Indonesia. Kerangka kerja itu menganjurkan bahwa inflasi adalah satu- satunya target bank sentral, ditambah lagi dengan perubahan undang-undang Bank Indonesia tahun 1998 yang mengtargetkan inflasi sebagai single target. Bank Indonesia memulainya dengan light ITF kemudian dengan Full Fledge ITF pada Juli 2005 ketika pemerintah mulai menetapkan target inflasi 4,5 +/- 1 persen.
Sejurus dengan itu, kemudian dibentuk tim pengendalian inflasi dengan menggandeng otoritas di daerah. Kemudian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dibentuk itu makin menjadi sorotan dan penting bersamaan dengan diperkenalkan apa yang dinamakan Makro Prudential dimana di dalamnya terdapat tim pengendalian inflasi baik di pusat dan di daerah-daerah pada 2012.
Singkatan TPID ini sempat menjadi buah bibir ketika dalam sebuah debat calon presiden, salah satu calon mengemukakannya. TPID merupakan singkatan dari Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah. Tim ini dibentuk pada 2008 untuk mengelola inflasi dengan memonitor perubahan harga-harga. Anggotanya terdiri dari pejabat Bank Indonesia, yang bertugas menurunkan inflasi melalui kebijakan moneter. Selain itu, perwakilan dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat—terutama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian—juga menjadi anggota TPID. Kemenko Perekonomian sebelumnya dipimpin Hatta Rajasa, yang lalu mengundurkan diri guna menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo.
Menilik pada sarasehan di Gedung Bank Indonesia juga dikemukakan bahwa Bupati dan Walikota bertanggung jawab atas inflasi, inilah saatnya pencapaian laju inflasi dijadikan KPI (Key Performance Indicator) yang ditetapkan untuk tiap para Walikota, Bupati, hingga para Gubernur atau syukur-syukur sudah dilaksanakan? Karena bagi negara kepulauan seperti Indonesia, inilah yang cocok dilaksanakan, dan bukan hanya mengubah-ubah suku bunga acuan BI Rate yang kini bertengger di 7,5 persen karena inflasi kita bukan hanya Monetary Phenomenal tapi juga supply.

 
 
 
 
 
Sebelumnya

Pesan Kennedy Untuk Capres

Selanjutnya

Menuju Polarisasi Permanen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

TakafulTech: Membawa Asuransi Syariah Keluar dari Zona Nyaman

TakafulTech: Membawa Asuransi Syariah Keluar dari Zona Nyaman

oleh Sandy Romualdus
18 Juni 2026 - 10:09

Oleh : Dimyauddin, Peneliti LPPI Bayangkan ada seorang petani peserta asuransi syariah di Nusa Tenggara yang gagal panen karena kekeringan...

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

oleh Sandy Romualdus
21 Maret 2025 - 09:16

Oleh : Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Tanggal 18 Maret 2025 pasar...

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

oleh Stella Gracia
26 Juni 2024 - 15:05

Oleh Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik dan Ekonom UPN Veteran Jakarta Baru-baru ini, Indonesia dikejutkan oleh serangan siber besar-besaran...

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

oleh Sandy Romualdus
21 September 2023 - 16:34

Oleh Ahmed Zulfikar, Relationship Manager LPPI SAAT ini isu perubahan iklim telah menjadi topik hangat yang hampir selalu dibahas dalam...

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2023 - 12:32

Oleh : Novita Yuniarti, Assistant Programmer LPPI SERANGAN siber memiliki dampak yang serius dan menjadi isu kritis dalam digitalisasi keuangan...

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

oleh Sandy Romualdus
3 Juni 2023 - 20:20

Oleh : Baiq Shafira Salsabila, Diospyros Pieter Raphael Suitela, Muhammad Faiz Ramadhan * INDIA adalah salah satu negara berkembang dengan industri farmasi terbesar...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Manjakan Investor Ritel, BBCA Berencana Bagikan Dividen Interim Setiap Kuartal

    Tekanan Rebalancing MSCI Mereda, Saham BCA (BBCA) Siap Rebound ke Level Rp6.000

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Freeport Indonesia Setor Rp4,8 Triliun ke Pemda Papua, Total Kontribusi Negara Tembus Rp75 T

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Plus Minus Perdagangan Karbon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebrakan Ekonomi Desa, Presiden Prabowo Resmikan Operasional 1.061 Koperasi Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BNI Dukung Penanganan Stunting di Pangalengan Lewat Program Desa Sehat

Andalkan AI dan Platform Elevate, SIG Rombak Total Sistem Manajemen Performa

Strategi Menkeu Purbaya Jinakkan Rupiah Lewat Kerja Sama Kupon Dagang China

Kedok IPO Fiktif & Jasa Pelunasan Pinjol Dibongkar, Satgas PASTI Sikat Dua Entitas Ini

Perkuat Beyond Mortgage, BTN (BBTN) Gandeng Pemprov DKI dan Kementerian UMKM

Jaga Stabilitas PVML, OJK Longgarkan Aturan Modal Asing & Batasi Pemain Paylater

Resmi! Satgas PASTI Terbitkan SP 10, Tindak KOL Pempromosi Aset Digital Bodong

Laba Bank BSN Mengalir Deras, Tercatat Melampaui 40%

Sinergi Perry Warjiyo – Purbaya Yudhi Sadewa Jinakkan Dolar ke Rp17.730

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
Semester I, Laba BCA Tumbuh 24,2 Persen

Semester I, Laba BCA Tumbuh 24,2 Persen

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance