JAKARTA, Stabilitas.id – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil mencatatkan Penjualan dan Pendapatan Usaha sebesar Rp7,39 triliun untuk periode yang berakhir pada 30 September 2022. Pencapaian tersebut meningkat 154,2% dibandingkan periode sama tahun 2021 sebesar Rp2,91 triliun.
Laba Kotor Perseroan juga melonjak 332,8% menjadi Rp4,39 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,01 triliun. Sementara Laba Bersih Komprehensif dalam periode sembilan bulan tahun 2022 melesat hingga 826,1% menjadi Rp2,57 triliun dari Rugi Komprehensif sebesar Rp354,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Corporate Secretary PT Agung Podomoro Land Tbk, Justini Omas melalui keterangan resmi di Jakarta pada Senin (31/10/22) menjelaskan, salah satu faktor yang mendorong kinerja Perseroan pada periode sembilan bulan tahun 2022 adalah kerjasama strategis antara APLN dengan Hankyu Hanshin Properties Corp (“HHP”) dalam pengelolaan Central Park Mall (“CP Mall”) melalui CPM Assets Indonesia (“CPM”).
HHP melalui CPM Assets Japan LLC telah mengakuisisi CPM dan kini memegang 71,42% saham CPM sementara APLN sendiri masih menguasai 28,58% saham CPM.
“Kami bersyukur strategi bisnis yang dijalankan oleh Perseroan berjalan dengan sangat baik dan memberikan hasil yang optimal, sehingga kinerja bisnis APLN semakin solid,” ungkap Justini Omas.
- Baca juga: Saratoga Bukukan Kinerja Solid di 2024
Justini menambahkan, terjaganya pertumbuhan bisnis perhotelan dan pusat perbelanjaan, telah mendorong pendapatan berulang dari kedua segmen bisnis itu naik 49,5% menjadi Rp1,07 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp713,4 miliar.
“Kami berusaha mengoptimalkan dan memanfaatkan situasi pemulihan ekonomi Indonesia dan pelonggaran aktivitas masyarakat agar pendapatan berulang terus tumbuh positif,” lanjut Justini.
Selanjutnya, kontribusi proyek-proyek properti APLN juga meningkat pesat. Hingga September 2022, Perseroan telah membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) di luar PPN sebesar Rp1,58 triliun, naik 17,9% dibandingkan periode sama tahun 2021 sebesar Rp1,34 triliun.
“Kami akan terus membangun dan mengembangkan proyek-proyek properti untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus membesar, seiring dengan bertambahnya populasi,” jelas Justini.
Justini melanjutkan, APLN juga akan terus mendorong efisiensi operasional untuk menghadapi situasi bisnis yang semakin dinamis. Salah satu langkah penting yang sudah dilakukan adalah melakukan pelunasan pinjaman senilai SGD 172,8 juta dari Guthrie Venture Pte Ltd.
“Berkurangnya utang tentunya memangkas biaya dan mendorong efisiensi operasional Perseroan. Komitmen kami adalah terus disiplin dan berhati-hati dalam mengeksekusi setiap rencana bisnis, sehingga keberlangsungan Perseroan akan terjaga,” tutup Justini.***
















