BERITA TERKAIT
JAKARTA-Setelah sempat berkuatat di ranah negatif pada akhir tahun 2017 lalu, posisi arus kas PT Adhi Karya Tbk (ADHI) diklaim telah mulai beranjak positif seiring dengan mulai berjalannya berbagai proyek andalan perusahaan, seperti pembangunan Light Rail Transit (LRT). Jika pada Desember 2017 lalu catatan kas perusahaan konstruksi itu masih minus Rp3,1 triliun, kini pihak manajemen menyatakan bahwa cach flow perusahaan telah berada pada zona hijau. “Cash flow sudah sekitar Rp100 miliar sampai Rp200 miliar lah. Sudah lebih baik karena ada pembayaran dari beberapa proyek, seperti LRT sebesar Rp3,4 triliun,” ujar Direktur Utama ADHI, Budi Harto, di sela Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di kantor pusat perusahaan, di Jakarta, Jumat (13/4). Tak hanya itu, menurut Budi, dalam sebulan ke depan pihaknya juga bakal mendapatkan pembayaran termin kedua dari proyek LRT sebesar Rp1,5 triliun.
Dengan kenyataan membaiknya posisi kas perusahaan tersebut, Budi pun mengklaim kini pihaknya telah memiliki ruang yang cukup untuk menggarap proyek-proyek turn key. Hal ini dibuktikan dengan catatan Debt to Equity Ratio (DER) yang berada di level 1,4 kali dengan nilai ekuitas sebesar Rp5,9 triliun dan jumlah utang sebesar Rp7 triliun. Tak hanya soal membaiknya posisi kas, Budi juga berbagi informasi bahwa pihaknya telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk menggunakan 20 persen dari total laba bersih perusahaan di tahun 2017 untuk dibagikan sebagai dividen tahun buku 2017. “Secara nominal total dividen yang akan kami bagi sebesar Rp103,083 miliar, atau setara 20 persen dari laba kami di tahun lalu,” tutur Budi. Dengan mempertimbangkan jumlah lembara saham perusahaan sebesar 3,5 miliar lembar, maka nominal dividen yang disetujui dalam RUPS untuk dibagikan pada para pemegang saham adalah Rp29,45 per saham.
















