Stabilitas.id – PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI resmi merampungkan proses restrukturisasi keuangan melalui jalur Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah mengesahkan perjanjian perdamaian (Homologasi) pada 25 Januari 2024, yang menandai babak baru bagi perusahaan teknologi plat merah ini.
Keberhasilan ini dicapai setelah mayoritas kreditor memberikan dukungan penuh dalam proses voting. Kreditor Separatis memberikan suara setuju 100%, sementara Kreditor Konkuren memberikan persetujuan sebesar 98,04% dari sisi headcount.
Direktur Utama PT INTI, Edi Witjara, menyatakan bahwa putusan homologasi ini memberikan landasan hukum yang kuat bagi perseroan untuk beroperasi secara normal dan terbebas dari risiko pailit.
BERITA TERKAIT
“Alhamdulillah, upaya Perseroan untuk melakukan restrukturisasi utang telah berakhir damai. Proses ini memberikan efek signifikan, salah satunya membuat balance sheet kita menjadi jauh lebih positif,” ujar Edi dalam keterangan resminya (29/1/2024).
Target Agresif dan Rencana IPO
Pasca-restrukturisasi, PT INTI mencanangkan strategi transformasi agresif dengan target pendapatan mencapai Rp3 triliun pada tahun 2024. Langkah ini merupakan bagian dari program komprehensif bertajuk “INTI Reborn” yang diproyeksikan membawa perseroan menuju penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) pada tahun 2025.
Senior Vice President Corporate Secretary PT INTI, Delvia Damayanti, menambahkan bahwa transformasi total ini didukung oleh pencapaian pendapatan tahun 2023 yang melampaui target RKAP (108%).
“Transformasi ini menyentuh aspek finansial, SDM, hingga bisnis. Kami optimistis target agresif 2022-2027, termasuk agenda IPO, dapat tercapai dengan dukungan para pemegang saham,” jelas Delvia.
Lini Bisnis dan Proyek Strategis Nasional
Sepanjang tahun berjalan, PT INTI telah menunjukkan sinyal positif dengan pertumbuhan pendapatan year-on-year sebesar 63%. Beberapa proyek strategis yang menjadi tulang punggung perseroan antara lain:
-
Digitalisasi Polri: Sentralisasi Aplikasi SIM Online terpusat di 34 provinsi (856 lokasi).
-
Energi Terbarukan: Pembangunan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di 10.468 titik di seluruh Indonesia.
-
Manufaktur Elektronik: Produksi 1 juta chipset untuk bank BUMN besar dan perangkat e-Katalog seperti e-KTP Reader, Laptop INTIBook, hingga CCTV INTI-Cam.
Selain perbaikan finansial, PT INTI sukses menjalankan program rightsizing melalui Early Retirement Program (ERP) dan Leaning Organization. Langkah ini terbukti meningkatkan produktivitas per karyawan secara signifikan sebesar 94%.
Dengan kerangka kerja yang lebih lincah (agile), PT INTI kini memposisikan diri sebagai pemain utama dalam lini bisnis System Integrator, Manufaktur, dan Digital di Indonesia. ***

















