• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

Revolusi Industri 4.0 Era Baru UKM Indonesia

by Stella Gracia
18 Desember 2018 - 00:00
9
VIEWS
Revolusi Industri 4.0 Era Baru UKM Indonesia
0
SHARES
9
VIEWS

DENPASAR, Stabilitas–Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menyebutkan bahwa Revolusi Industri 4.0 merupakan era baru bagi para enterpreneur di Indonesia yang harus dijadikan sebagai peluang emas untuk meningkatkan kinerja usahanya. Era Revolusi Industri 4.0 juga merupakan peluang besar untuk bisa menjadi seorang pengusaha.

“Saat ini, untuk menjadi pengusaha itu sangat mudah. Misalnya, untuk menjadi pengusaha hotel, tak perlu lagi membangun kamar hotel. Untuk menjadi pengusaha taksi tak perlu memiliki banyak mobil. Cukup memiliki aplikasi, kita sudah bisa menjadi pengusaha hotel dan taksi,”kata Puspayoga dalam acara Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) Expo ke-10 Tahun 2018 di Taman Gong Perdamaian Kertalanggu, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Sabtu (15/12).

  • Baca juga: Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Di acara bertema New Era Entrepreneurship yang dihadiri ratusan pelaku UKM yang didominasi kalangan generasi muda, Puspayoga mengatakan bahwa untuk menjadi seorang pengusaha saat ini tak perlu lagi membutuhkan modal besar

BERITA TERKAIT

PT SMT Didenda Rp1,5 Triliun di Kasus Saham DSSA, OJK Juga Sanksi AH Ltd dan TC Pte Ltd

Respons Konsultasi MSCI, OJK Sudah Gelar 16 Dialog Investor dan Pacu Aturan Free Float 15 Persen

Dirut Bank BSN, Alex Sofjan Noor: Masa Depan Keuangan Syariah Butuh Peran Serta Generasi Muda

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Bahkan, lanjut Puspayoga, bagi para ibu yang hobi memasak, bisa menjual hasil masakannya secara online.

“Orang mau beli satu cukup buka aplikasi, dan sate pesanan pun akan datang. Itulah wujud kongkrit dari era Revolusi Industri 4.0 yang sudah kita masuki bersama”, tegas Puspayoga.

Puspayoga pun mengajak para pelaku UKM harus mampu memotivasi khususnya kalangan generasi muda (milenial) untuk tidak selalu berpikir menjadi karyawan atau PNS. Melainkan harus mampu mengajak mereka untuk menjadi seorang enterpreneur.

  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

“Tidak salah menjadi karyawan atau PNS. Tapi, kesempatan untuk itu sangat terbatas. Peluang yang amat terbuka saat ini adalah menjadi seorang pengusaha”, kata Puspayoga.

Lebih dari itu, kata Menkop Puspayoga, saat ini pemerintah sangat memanjakan masyarakat yang memilih berkembang sebagai pengusaha. Buktinya, bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah diturunkan menjadi 7% dari sebelumnya sebesar 22%. Begitu juga dengan pajak penghasilan UKM turun dari 1% menjadi 0,5%. “Ini merupakan bukti kongkrit pemerintah sangat mendukung pertumbuhan perekonomian rakyat, khususnya UKM”, ujar Puspayoga lagi.

Dengan banyaknya program kewirausahaan yang digulirkan pemerintah, Puspayoga pun menyebut rasio kewirausahaan Indonesia sudah naik secara drastis dari sebelum 2014 yang sebesar 1,65% menjadi 3,1% pada medio 2017. “Saya yakin, pada 2019 mendatang, dengan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder, rasio kewirausahaan nasional bisa mencapai level 5%”, tegas Puspayoga.

Oleh karena itu, Puspayoga memberikan apresiasi kepada PT HM Sampoerna Tbk dengan menggelar ajang akbar tahunan seperti ini di Indonesia yang merupakan sarana pembinaan bagi para UKM untuk mengembangkan kinerja dan kapasitas usahanya. “Saya berharap program-program seperti ini bisa diikuti oleh perusahaan-perusahaan besar lainnya. Saya juga berharap agar program strategis seperti ini terus dievaluasi agar bisa terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Kita akan terus bekerjasama untuk membangun UKM Indonesia yang tangguh dan mandiri’, papar Puspayoga.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Urusan Korporasi PT HM Sampoerna Tbk Troy Modlin mengungkapkan, program seperti ini bertujuan untuk membantu pelaku UKM di Indonesia yang mampu eksis di era digital. “Khusus untuk Provinsi Bali, kita akan membantu memadukan sektor UKM dengan pariwisata, khususnya dalam pengembangan UKM melalui sistem digital. Kita akan mengkolaborasikan antara industri wisata dengan ekonomi kreatif”, ujar Troy.

  • Baca juga: Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

Troy juga menyebutkan era ekonomi baru yang serba digital itu merupakan tantangan besar bagi UKM. “Lewat program SETC Expo ini kami sudah membina lebih dari 40 ribu pelaku UKM di seluruh Indonesia. Kita akan terus memberikan pendampingan dan pelatihan bagi para UKM, khususnya menghadapi era digital ekonomi ini”, imbuh Troy.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Gede Dewa Indra Putra mengatakan bahwa ajang seperti ini diharapkan akan lebih meningkatkan jiwa wirausaha di kalangan generasi muda di Bali. “Rasio kewirausahaan di Bali memang sudah tinggi, yaitu 7%. Namun, dengan adanya SETC Expo ini diharapkan rasio kewirausahaan akan lebih meningkat lagi. Saya juga berharap, program pemberdayaan dan pendampingan dari Sampierna bagi UKM khususnya di Bali, bisa lebih meningkat lagi di tahun mendatang”, pungkas Indra.

 
 
 
 
 
Previous Post

Bank Indonesia Berkomitmen Larang Penerimaan Gratifikasi

Next Post

OJK Keluarkan Izin 41 Bank Wakaf Mikro

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Sejarah Uang

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 14:20

INDEF menyoroti fenomena makan tabungan akibat inflasi pangan di atas 5 persen yang membuat rata-rata saldo tabungan di bawah Rp100...

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

PT SMT Didenda Rp1,5 Triliun di Kasus Saham DSSA, OJK Juga Sanksi AH Ltd dan TC Pte Ltd

Respons Konsultasi MSCI, OJK Sudah Gelar 16 Dialog Investor dan Pacu Aturan Free Float 15 Persen

Dirut Bank BSN, Alex Sofjan Noor: Masa Depan Keuangan Syariah Butuh Peran Serta Generasi Muda

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Saham HSC Keluar dari IHSG, Analis: Investor Asing Butuh Bukti Penegakan Hukum Nyata

BREN, DSSA, hingga BYAN Masuk Daftar 80 Saham HSC yang Dikeluarkan dari IHSG

Payung Hukum Mengacu PMK 11/2016, Kemenkeu Pertahankan Penyaluran Gaji PNS di Perbankan

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK dan DSN-MUI Perkuat Peran Dewan Pengawas

Topang Likuiditas Industri, LPS Jaga Selisih Bunga Penjaminan BPR terhadap Bank Umum

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

Genjot Produksi 17 Juta Ton di 2019, DEWA Incar Pendapatan USD 300 Juta

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance