• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Info Otoritas

Rombak Strategi Edukasi, Ketua DK LPS Anggito Abimanyu Beberkan 5 Pilar Literasi Penjaminan

by Sandy Romualdus
11 Agustus 2026 - 14:40
23
VIEWS
Tekan Angka Stunting di Lereng Merapi, BRI Peduli Pugar Posyandu Matahari di Desa Brilian Sleman
0
SHARES
23
VIEWS

Hasil SNLIK 2026 tunjukkan 62,51% nasabah tahu simpanan dijamin, tapi baru 46,31% kenal LPS. Anggito Abimanyu dorong strategi literasi terarah & berbasis data.

Stabilitas.id — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat temuan krusial terkait tingkat pemahaman masyarakat terhadap fungsi perlindungan simpanan dan penjaminan polis berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026.

  • Baca juga: Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

Survei perdana hasil kolaborasi LPS, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menunjukkan bahwa 62,51% pemilik rekening di Indonesia telah mengetahui bahwa simpanan mereka di perbankan dijamin oleh negara. Namun, baru 46,31% responden yang secara spesifik mengenal nama dan peran LPS sebagai lembaga penjamin.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menggarisbawahi bahwa tantangan utama LPS ke depan bukanlah sekadar meningkatkan popularitas institusi (awareness), melainkan menjembatani tiga mata rantai pemahaman nasabah: mengetahui adanya penjaminan, mengenal LPS sebagai otoritas penjamin, serta memahami bagaimana mekanisme penjaminan bekerja.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

Bahas Penjaminan Polis hingga AI, Minat Riset di LPS Call for Research 2026 Tembus 700 Peserta

Perkuat Sistem Pembayaran Kawasan: SEACEN Rumuskan Tiga Prioritas Bank Sentral di Era AI

Cakupan Rekening Tembus 99 Persen, LPS Pertahankan Bunga Simpanan hingga Januari 2027

“Ke depan, program literasi LPS tidak bisa lagi bersifat umum dan seragam (mass literacy). Kita harus bergeser ke pendekatan yang terarah, tersegmentasi, dan terukur. Fokusnya adalah memastikan nasabah paham bahwa simpanannya aman karena dijamin oleh LPS,” ujar Anggito dalam peluncuran SNLIK 2026 di Kantor BPS, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Segmentasi Nasabah dan Peta Kesenjangan

Berdasarkan pemetaan hasil survei, segmentasi pemahaman nasabah terhadap LPS terbagi menjadi empat kelompok utama:

  •  Kelompok Mapan 38,8% : Mengetahui simpanan dijamin sekaligus mengenal LPS (membutuhkan pendalaman materi ketentuan penjaminan).
  • Kelompok Edukatif, 23,7% : Mengetahui simpanan dijamin tetapi belum mengenal LPS (membutuhkan penguatan pengenalan peran LPS).
  • Kelompok Dasar, 7,5% : Mengenal LPS tetapi belum memahami fungsi penjaminan simpanan.
  • Kelompok Prioritas Utama, 30,0% : Belum mengetahui adanya penjaminan simpanan maupun keberadaan LPS.

Anggito menegaskan, kelompok 30% yang belum terjangkau informasi penjaminan ini didominasi oleh masyarakat berpendidikan SMA/sederajat ke bawah, kelompok berpendapatan bawah, pemilik simpanan di bawah Rp100 juta, serta masyarakat di wilayah perdesaan dan daerah dengan awareness di bawah rerata nasional.

  • Baca juga: Bahas Penjaminan Polis hingga AI, Minat Riset di LPS Call for Research 2026 Tembus 700 Peserta

5 Arah Strategi Baru Literasi LPS

Guna mengurai kesenjangan tersebut dan merespons amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), LPS menetapkan lima pilar arah kebijakan literasi penjaminan nasional.

Pertama, Tepat Sasaran: Memprioritaskan kelompok masyarakat berpendidikan SMA ke bawah, berpendapatan bawah, pemilik simpanan di bawah Rp100 juta, serta 14 provinsi yang tingkat pemahaman penjaminannya masih di bawah rata-rata nasional.

kedua, Tepat Pesan: Menggunakan pesan sederhana dan konsisten dengan menghubungkan secara eksplisit frasa “simpanan dijamin” dengan “LPS yang menjamin”. Untuk kelompok yang sudah paham, edukasi ditingkatkan pada pemahaman syarat dan mekanisme penjaminan (3C).

Ketiga, Tepat Kanal dan Lokasi: Menghadirkan edukasi langsung di titik aktivitas dan transaksi nasabah, seperti di kantor bank/BPR, pasar, koperasi, komunitas lokal, titik pembukaan rekening, hingga aplikasi perbankan digital dan ATM.

Keempat, Tepat Pendekatan: Menyesuaikan pola komunikasi per segmen. Kelompok yang belum terjangkau menerima edukasi dasar penjaminan, kelompok yang tahu penjaminan diberikan penguatan branding LPS, dan kelompok teredukasi diarahkan pada pemahaman risiko serta tata cara penjaminan.

  • Baca juga: Perkuat Sistem Pembayaran Kawasan: SEACEN Rumuskan Tiga Prioritas Bank Sentral di Era AI

Kelima, Menyiapkan Literasi Program Penjaminan Polis Sejak Dini: Mengingat awareness masyarakat terhadap penjaminan polis baru mencapai 12,47%, LPS akan menggulirkan sosialisasi secara bertahap dan sistematis sebelum program penjaminan polis beroperasi penuh.

Anggito menekankan, bagi LPS, literasi bukan sekadar program komunikasi publik, melainkan instrumen vital untuk membangun pemahaman, memperkuat kepercayaan masyarakat, meningkatkan resiliensi simpanan, serta menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. ***

Tags: #LPSAnggito AbimanyuAwareness LPSLiterasi Penjaminan PolisLiterasi TersegmentasiPenjaminan SimpananSNLIK 2026Stabilitas Sistem KeuanganSyarat Simpanan DijaminUU P2SK
 
 
 
 
 
Previous Post

Tekan Angka Stunting di Lereng Merapi, BRI Peduli Pugar Posyandu Matahari di Desa Brilian Sleman

Next Post

Tawarkan Bunga Fixed 2,75% dan DP 1%, BRI Pamerkan 200.000 Unit Hunian di NICE PIK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

by Sandy Romualdus
17 Oktober 2026 - 00:22

LPS menargetkan aktivasi Program Penjaminan Polis asuransi berlaku mulai Juli 2027 dengan menerapkan skema pendaftaran bertahap dan seleksi kesehatan modal....

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:45

OJK menjatuhkan denda rekor total Rp2,1 triliun kepada DSSA, BREN, dan CUAN atas pelanggaran manipulasi pasar dan penjatahan semu penawaran...

Dorong UMKM Naik Kelas, BNI Buka Lapak Kuliner Nusantara di Ajang Balap Dunia

Kenalkan Tokenisasi Aset Riil di Unair: OJK Minta Mahasiswa Cermati Prinsip 2L dan Hindari FOMO

by Stella Gracia
14 Oktober 2026 - 09:08

OJK menggelar Digital Financial Literacy 2026 di Unair Surabaya untuk mengedukasi mahasiswa mengenai peluang tokenisasi RWA dan prinsip investasi 2L....

Indonesia Tuan Rumah BCBS–ICBS 2026 di Bali: Bahas Risiko Kripto hingga Komputasi Kuantum Perbankan

Indonesia Tuan Rumah BCBS–ICBS 2026 di Bali: Bahas Risiko Kripto hingga Komputasi Kuantum Perbankan

by Stella Gracia
12 Oktober 2026 - 23:01

OJK dan BI menjadi tuan rumah BCBS–ICBS 2026 di Bali, mempertemukan 300 pengawas bank dari 60 negara guna membahas risiko...

Meruntuhkan Sekat Laboratorium: Saat Perempuan Memimpin Gelombang Inovasi Digital

Meruntuhkan Sekat Laboratorium: Saat Perempuan Memimpin Gelombang Inovasi Digital

by Sandy Romualdus
12 Oktober 2026 - 11:36

BI dorong talenta digital perempuan lewat ajang PIDI di FEKDI x IFSE 2026. Destry Damayanti tegaskan perempuan harus bertransformasi jadi...

Sekali Pindai Lintas Samudra: Langkah Berani QRIS Menguasai Pasar Pembayaran Antarnegara

Sekali Pindai Lintas Samudra: Langkah Berani QRIS Menguasai Pasar Pembayaran Antarnegara

by Sandy Romualdus
12 Oktober 2026 - 11:33

BI luncurkan Indonesia Travel Pack 2026 dan perkuat QRIS Antarnegara di FEKDI x IFSE. Transaksi tembus Rp6,2 triliun, dorong belanja...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Tekan Angka Stunting di Lereng Merapi, BRI Peduli Pugar Posyandu Matahari di Desa Brilian Sleman

Tawarkan Bunga Fixed 2,75% dan DP 1%, BRI Pamerkan 200.000 Unit Hunian di NICE PIK

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance