Moody’s menyematkan peringkat Baa2 dengan prospek negatif untuk MTN global DIM senilai US$ 5 miliar, setara peringkat sovereign Indonesia. Namun likuiditas Danantara Investment Management dinilai solid.
Stabilitas.id – Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Ratings memberikan peringkat Baa2 dengan prospek negatif (negative outlook) untuk surat utang senior tanpa jaminan berdenominasi dolar AS yang akan diterbitkan PT Danantara Investment Management (DIM). Penerbitan tersebut merupakan bagian dari program surat utang jangka menengah (Medium Term Note/MTN) global DIM senilai US$ 5 miliar yang memiliki peringkat (P)Baa2.
Dalam laporan resminya, Moody’s menjelaskan bahwa penetapan peringkat Baa2 ini berada pada level yang sama (equated) dengan peringkat sovereign (utang luar negeri) Pemerintah Indonesia. Hal ini mencerminkan keterkaitan kredit (credit linkage) yang sangat kuat antara DIM dan pemerintah.
Keterikatan tersebut dipengaruhi oleh struktur kepemilikan DIM, perannya dalam Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), serta ekspektasi tersedianya dukungan luar biasa dari pemerintah secara tepat waktu jika dibutuhkan.
BERITA TERKAIT
Moody’s mengklasifikasikan DIM sebagai emiten terkait pemerintah (government-related issuer/GRI) dengan menerapkan pendekatan top-down. Lembaga pemeringkat ini belum menetapkan penilaian kredit dasar (Baseline Credit Assessment/BCA) karena DIM masih berada pada tahap awal pengembangan bisnis dengan rekam jejak yang terbatas.
“Oleh karena itu, peringkat ini terutama didorong oleh keterkaitan dengan negara, bukan oleh kekuatan kredit mandiri,” tulis Moody’s dalam laporannya.
Landasan hukum pendirian DIM diatur melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 sebagai bagian integral kelembagaan Danantara, di mana BPI Danantara memegang 100% saham DIM dan bertanggung jawab mengelola serta mengoptimalkan aset BUMN. Regulasi juga mensyaratkan setiap skema divestasi DIM harus melalui persetujuan perubahan undang-undang.
Profil Likuiditas dan Sumber Pendanaan DIM
Di sisi lain, Moody’s menilai profil likuiditas DIM berada dalam kondisi yang sangat baik. Likuiditas di tingkat holding ini disokong penuh oleh suntikan modal dari induknya, Danantara.
Selain itu, DIM telah membangun fleksibilitas sumber pendanaan eksternal yang cukup beragam, meliputi:
-
Obligasi Perdana Dolar AS: Senilai US$ 1,5 miliar.
-
Patriot Bonds: Senilai Rp 68,4 triliun.
-
Fasilitas Kredit Revolving: Mencapai US$ 10 miliar, dengan nilai komitmen sebesar US$ 1 miliar.
Sebagian dari fasilitas kredit tersebut telah ditarik untuk mendanai penempatan modal pada private fund serta investasi di sektor properti. Dari sisi kewajiban utang, DIM tidak dibebani kewajiban pembayaran dividen serta tidak memiliki profil utang yang jatuh tempo dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Moody’s menambahkan, prospek negatif pada peringkat DIM menyelaraskan prospek sovereign Indonesia. Peluang kenaikan peringkat DIM dalam jangka pendek terpantau terbatas, di mana pergerakan peringkat DIM ke depan akan sangat bergantung pada dinamika peringkat utang pemerintah serta konsistensi dukungan penuh dari negara. ***

















