• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Internasional

Tinjauan Ekonomi: Penurunan Peringkat Kredit AS oleh Moody’s Tambah Beban pada Kondisi Ekonomi

by Stella Gracia
21 Mei 2025 - 09:52
26
VIEWS
Tinjauan Ekonomi: Penurunan Peringkat Kredit AS oleh Moody’s Tambah Beban pada Kondisi Ekonomi

Foto: © Michael Nagle/Bloomberg

0
SHARES
26
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas.id – Moody’s baru-baru ini menurunkan peringkat kredit Amerika Serikat (AS) dari Aaa menjadi Aa1, yang diperkirakan akan memperberat tekanan negatif terhadap perekonomian AS. Penurunan ini terjadi di tengah risiko resesi yang meningkat akibat kenaikan tarif dan ekspektasi inflasi yang memburuk.

Alasan utama penurunan peringkat ini adalah peningkatan utang pemerintah dan beban pembayaran bunga yang terus membengkak. Dalam rilis resmi pada Jumat (16/5), Moody’s menyatakan bahwa penurunan satu tingkat dalam skala 21 tingkat peringkat mereka mencerminkan tren kenaikan rasio utang dan pembayaran bunga pemerintah yang jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara berdaulat dengan peringkat serupa.

  • Baca juga: Terimpit Biaya Tinggi, PHK Manufaktur AS Sentuh Level Tertinggi Sejak Krisis 2009

Moody’s juga menyoroti kegagalan pemerintah dan Kongres AS dalam mencapai kesepakatan untuk mengatasi defisit fiskal yang besar dan biaya bunga yang terus meningkat. Hal ini menandai pertama kalinya ketiga lembaga pemeringkat kredit internasional utama—Moody’s, S&P Global Ratings, dan Fitch Ratings—memberikan peringkat di bawah level tertinggi untuk AS, menurut James Humphries, pendiri dan mitra pengelola Mindset Wealth Management LLC.

BERITA TERKAIT

Terimpit Biaya Tinggi, PHK Manufaktur AS Sentuh Level Tertinggi Sejak Krisis 2009

Sovereign Rating Jadi Jangkar, Moody’s Sematkan Peringkat Investment Grade Bagi Danantara

Moody’s Naikkan Outlook Bank Permata Menjadi Stabil, Ini Pemicunya

Pasar Global Pantau Negosiasi Trump-Iran, Nasdaq Cetak Rekor Terpanjang Sejak 2009

“Konsekuensi jangka panjang dari ekspansi fiskal yang berkelanjutan tanpa langkah kredibel untuk menstabilkan utang dapat berdampak pada biaya pinjaman dan fleksibilitas ekonomi AS,” ungkap Humphries, dilansir dari Xinhua News.

Penurunan peringkat ini diperkirakan akan meningkatkan biaya pinjaman dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Sektor perumahan diprediksi akan merasakan dampak pertama, karena suku bunga hipotek biasanya mengikuti tolok ukur tersebut.

Spencer Hakimian, pendiri dana lindung nilai Tolou Capital Management, menyatakan bahwa penurunan peringkat kredit AS oleh Moody’s mencerminkan tren panjang ketidakbertanggungjawaban fiskal yang pada akhirnya akan menaikkan biaya pinjaman bagi sektor publik dan swasta di AS.

Moody’s juga memperingatkan bahwa jika pemotongan pajak yang diberlakukan Presiden Donald Trump pada 2017 dan dijadwalkan berakhir tahun ini diperpanjang oleh Kongres, hal tersebut dapat menambah defisit fiskal AS sekitar 4 triliun dolar AS selama dekade berikutnya.

“Akibatnya, kami memperkirakan defisit federal akan melebar hingga hampir 9 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2035, naik dari 6,4 persen pada 2024,” ujar Moody’s. Mereka juga memproyeksikan beban utang federal akan meningkat menjadi sekitar 134 persen dari PDB pada 2035, dibandingkan 98 persen pada 2024.

  • Baca juga: Sovereign Rating Jadi Jangkar, Moody's Sematkan Peringkat Investment Grade Bagi Danantara

Ed Yardeni, presiden Yardeni Research, memperkirakan imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka 10 tahun dapat melonjak hingga 5 persen setelah rincian rancangan undang-undang perpajakan diselesaikan, menurut laporan Business Insider.

Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Banking & Finance pada 2016 menunjukkan bahwa perubahan peringkat kredit suatu negara dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi melalui saluran tingkat suku bunga dan aliran modal. Studi tersebut menyebutkan bahwa kenaikan satu tingkat peringkat dapat menurunkan pertumbuhan tahunan rata-rata lima tahun sebesar 0,6 persen, sedangkan penurunan satu tingkat dapat meningkatkan pertumbuhan sebesar 0,3 persen.

Ekonomi AS mengalami kontraksi sebesar 0,3 persen secara tahunan pada kuartal pertama tahun ini, di tengah kebijakan tarif yang menimbulkan ketidakpastian dan melemahkan kepercayaan pasar.

Beberapa lembaga riset menurunkan prediksi kemungkinan resesi AS pada 2025 setelah pertemuan ekonomi dan perdagangan tingkat tinggi antara China dan AS di Jenewa yang berlangsung dua hari, yang meredakan ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia. Namun, risiko resesi masih tetap signifikan.

Michael Feroli, kepala ekonom AS di JPMorgan, menyatakan, “Kami percaya risiko resesi masih tinggi, namun kini di bawah 50 persen,” turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 60 persen yang didasarkan pada kebijakan tarif besar-besaran AS yang diumumkan awal April.

Investor miliarder Steve Cohen memperkirakan kemungkinan resesi AS sekitar 45 persen. “Kita belum dalam resesi, tetapi pertumbuhan melambat secara signifikan,” ujarnya dalam konferensi investasi di New York pada Rabu (14/5).

Indeks harga produsen AS untuk permintaan akhir turun 0,5 persen pada April, dipengaruhi oleh menurunnya permintaan untuk perjalanan udara dan akomodasi hotel.

  • Baca juga: Moody's Naikkan Outlook Bank Permata Menjadi Stabil, Ini Pemicunya

Sentimen konsumen AS pada Mei juga menurun dan telah melemah selama lima bulan berturut-turut, sementara ekspektasi inflasi satu tahun mencapai level tertinggi sejak 1981, menurut survei awal Universitas Michigan yang dirilis Jumat lalu.

Thierry Wizman, ahli strategi valuta asing dan suku bunga global di Macquarie Group, mengatakan, “Masalahnya bukan hanya tarif, tetapi juga kelemahan mendasar di kalangan konsumen AS saat ini. Kuartal kedua diperkirakan akan menjadi kuartal yang lemah bagi pertumbuhan, mengingat sentimen yang buruk dan ketidakpastian kebijakan yang masih tinggi, meskipun ada kemajuan dengan China akhir pekan lalu.”

Tags: ekonomi ASMoody'speringkat kredit pemerintah AS
 
 
 
 
 
Previous Post

Moody’s Turunkan Peringkat Kredit Pemerintah AS dari Aaa ke Aa1

Next Post

Jelang Spin Off, BTN Syariah Kembali Diakui Internasinal Sebagai Best Islamic Bank 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

Manfaatkan Alat Otomatis Artex AI: Peretas Tembus Sistem Tujuh Bank Raksasa di Seoul

by Stella Gracia
8 Oktober 2026 - 11:49

Korea Selatan menyelidiki pembobolan data 68.000 nasabah di tujuh bank terkemuka akibat serangan siber otomatis berbasis Artex AI. Stabilitas.id - Pemerintah...

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 14:11

Ekonomi Vietnam tumbuh 9,95 persen pada kuartal III/2026 ditopang ekspor dan investasi, memicu ADB merevisi proyeksi pertumbuhan tahunan menjadi 7,8...

Setahun Berjalan, Bullion Bank Pegadaian dan BSI Himpun 153 Ton Emas

Rekor Belanja Rp2.811 Triliun, Tiongkok Borong 1.000 Ton Emas demi Mitigasi Syok Geopolitik

by Stella Gracia
23 September 2026 - 10:36

Tiongkok membukukan rekor impor emas melampaui 1.000 ton senilai Rp2.811 triliun. Manuver ini menjadi langkah mitigasi risiko seiring kolapsnya properti...

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

by Stella Gracia
22 September 2026 - 10:49

IMF membunyikan alarm terkait rasio utang publik global yang akan melampaui 100% PDB pada 2029. Investor mulai rekalibrasi portofolio menjauhi...

Inflasi di Atas Target, The Fed Didesak Tunda Akselerasi Pemangkasan Suku Bunga

Lawan Intervensi Trump, The Fed Kerek Suku Bunga Acuan ke Level 4 Persen

by Stella Gracia
18 September 2026 - 18:14

Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75-4,00 persen demi menekan inflasi, mengabaikan kritik dan desakan Presiden Donald...

Deeskalasi Timur Tengah: Trump Tangguhkan Serangan, Iran Ajukan Proposal 10 Poin

Ambisi Trump di Ladang Emas Hitam: Bayang-Bayang Skenario Venezuela di Tanah Persia

by Stella Gracia
14 September 2026 - 14:48

Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengambil alih kendali minyak Iran mengadopsi skenario kesepakatan Venezuela, di tengah memanasnya konflik Selat...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Jelang Spin Off, BTN Syariah Kembali Diakui Internasinal Sebagai Best Islamic Bank 2025

Jelang Spin Off, BTN Syariah Kembali Diakui Internasinal Sebagai Best Islamic Bank 2025

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance