• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Fenomena Bank Digital: Tren Naik, Harus Diimbangi dengan Literasi Digital

oleh Sandy Romualdus
12 Agustus 2022 - 14:34
738
Dilihat
Fenomena Bank Digital: Tren Naik, Harus Diimbangi dengan Literasi Digital
0
Bagikan
738
Dilihat

Danal Meizantaka Daeanza, Assistant Programmer LPPI

BANK digital menjadi salah satu solusi praktis sebagai layanan perbankan bagi masyarakat Indonesia saat ini. Keunggulan online yang menaikan tren bank digital dalam beberapa tahun terakhir, dengan membawa trademark “Dapat dilakukan kapan pun, dimana pun” Bank Digital mulai menjadi pilihan favorit bagi masyarakat Indonesia sebagai layanan keuangan yang dapat melakukan segala hal. Mulai dari pendaftaran yang tidak harus pergi ke kantor cabang dari suatu bank, biaya admin yang lebih sedikit bahkan bisa gratis, sampai memiliki kecenderungan bunga yang lebih besar menjadi fitur andalan dari bank digital saat ini. Bahkan per bulan Mei 2022 Indonesia memiliki 10 Bank Digital dari bank besar yang ada.

  • Baca juga: Raih 35 Juta Nasabah, SeaBank Kantongi DPK Rp41,8 Triliun dan CASA Dominan 69,6%

Banyaknya fitur yang ditawarkan dan pilihan bank digital membuat nasabah nyaman dalam menggunakan layanan keuangan. Namun dengan adanya kenyamanan yang ada sejatinya harus diikuti oleh keamanan pula. Tidak perlu diragukan lagi keamanan dari aplikasi bank digital yang sudah ada karena pastinya sudah lolos dari berbagai lapisan tes terutama keamanan aplikasi. Keamanan berlapis ketika membuka aplikasi (password, autentikasi biometrik, PIN ataupun pattern lock) bahkan sampai autentikasi 2 faktor menggunakan OTP (One Time Password).

Keamanan yang berlapis tidak membuat sepenuhnya data kita aman, modus penipuan yang kian meningkat seiring dengan naiknya juga tren penggunaan bank digital pun tidak luput dari kasus yang ada. Dikutip dari laman cnbc indonesia, statistik dari Patroli Siber Kepolisian Indonesia menunjukkan terdapat peningkatan kasus per tahun dari 2015 sampai 2021. Dari sekitar 20.000 laporan kasus yang tercatat, sebanyak 8.541 kasus masuk dalam kategori penipuan online. Modus penipuan yang kerap kali digunakan adalah social engineering atau rekayasa sosial dan teknik phising atau pengelabuan.

BERITA TERKAIT

Raih 35 Juta Nasabah, SeaBank Kantongi DPK Rp41,8 Triliun dan CASA Dominan 69,6%

Laba Bersih Bank Neo Commerce Naik Jadi Rp 294,85 Miliar di Semester I 2026

Usung 4 Pilar Berkelanjutan, Krom Bank Resmikan Program KROMOVEMENT

Kredit Tumbuh 24% dan NPL Terjaga 0,8%, Bank Jago Raih Laba Rp189 Miliar di Semester I-2026

  • Baca juga: Laba Bersih Bank Neo Commerce Naik Jadi Rp 294,85 Miliar di Semester I 2026

Rekayasa sosial merupakan tindakan untuk memperoleh informasi nasabah, seperti PIN, nomor kartu, dan/atau informasi lain dengan cara menghubungi nasabah melalui telepon, SMS atau perantara lain. Sedangkan Teknik pengelabuan merupakan tindakan untuk memperoleh informasi nasabah dengan menyamar sebagai pihak berwenang melalui e-mail atau media lain yang berisikan tautan, dimana pelaku berusaha mengarahkan nasabah agar mengakses tautan tersebut. Dua modus ini yang biasa digunakan pelaku untuk mendapatkan data dari para nasabah yang kemudian digunakan untuk menguras aset nasabah tersebut.

Cyber Security Researcher and Consultant, Teguh Aprianto, mengatakan bahwa pelaku memanfaatkan celah utama nasabah yang tidak teliti. Para nasabah yang tidak memeriksa ulang dan langsung percaya terhadap setiap email, chat ataupun telepon yang diterima akan menjadi sasaran yang empuk untuk diincar oleh pelaku. Pada kasus lain modus pengelabuan melalui telepon, biasa dilakukan dengan panggilan yang mengatasnamakan kenalan, kerabat bahkan pihak bank. Pelaku biasanya menyampaikan sesuatu yang sangat mendesak sehingga korban merasa panik dan dengan mudah memberikan informasi pribadinya.

Praktik penipuan saat ini pun semakin luas cakupannya, dan bisa terjadi pada berbagai platform. Tidak hanya telepon, bahkan tautan atau link tak dikenal yang diterima nasabah lewat WhatsApp ataupun OTP dan kemudian nasabah diminta mengisi formulir yang ada didalamnya sebagai dalih pengkinian informasi diri.

  • Baca juga: Usung 4 Pilar Berkelanjutan, Krom Bank Resmikan Program KROMOVEMENT

Kurangnya ketelitian dan kepanikan dari nasabah inilah yang membuat celah untuk dimanfaatkan oleh pelaku modus penipuan. Ditambah dengan sedikitnya kesadaran atas pengetahuan literasi digital dari pengguna atau nasabah pada dunia digital. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengeluarkan literasi digital yang perlu dipahami oleh masyarakat digital. Terdapat empat pilar dalam literasi digital versi Kominfo yaitu cakap digital, etika digital, budaya digital dan keamanan digital. Literasi Digital pada poin keamanan digital menjadi bekal masyarakat Indonesia dalam menggunakan bank digital. Pengetahuan dasar akan informasi tentang bank digital terkait pun tidak luput sebagai bekal dari calon nasabah atau nasabah. Sebagai catatan bekal dasar yang dibutuhkan adalah kita harus mengetahui nomor telepon dan email resmi dari bank digital yang kita punya, karena dengan berbekal minimum dari kedua informasi itulah setidaknya kita bisa mengurangi praktik penipuan yang sedang marak terjadi.

Perlu diketahui bersama, pihak bank tidak akan menghubungi nasabah selain melalui channel resmi, apalagi meminta informasi yang bersifat pribadi seperti KTP, swafoto dengan KTP, PIN, email ataupun nama ibu. Tetap tenang dan teliti ketika menggunakan produk – produk digital. Perbanyak literasi digital sebagai dasar dalam berselancar digital.***

Tags: bank digitalKolom LPPIliterasi digital
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Pentingnya Cybersecurity di Industri Keuangan

Selanjutnya

Optimalkan Food Expo 2022, BNI Boyong Rempah ke Pasar Hong Kong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

oleh Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

Toxic Productivity

Toxic Productivity

oleh Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 11:57

"Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, ketika keinginan untuk terus produktif membuat kita mengabaikan kesehatan, waktu istirahat, hingga hubungan...

TakafulTech: Membawa Asuransi Syariah Keluar dari Zona Nyaman

TakafulTech: Membawa Asuransi Syariah Keluar dari Zona Nyaman

oleh Sandy Romualdus
18 Juni 2026 - 10:09

Oleh : Dimyauddin, Peneliti LPPI Bayangkan ada seorang petani peserta asuransi syariah di Nusa Tenggara yang gagal panen karena kekeringan...

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

oleh Sandy Romualdus
21 Maret 2025 - 09:16

Oleh : Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Tanggal 18 Maret 2025 pasar...

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

oleh Stella Gracia
26 Juni 2024 - 15:05

Oleh Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik dan Ekonom UPN Veteran Jakarta Baru-baru ini, Indonesia dikejutkan oleh serangan siber besar-besaran...

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

oleh Sandy Romualdus
21 September 2023 - 16:34

Oleh Ahmed Zulfikar, Relationship Manager LPPI SAAT ini isu perubahan iklim telah menjadi topik hangat yang hampir selalu dibahas dalam...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Gelar Pameran Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Sabet Rekor MURI

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Optimalkan Food Expo 2022, BNI Boyong Rempah ke Pasar Hong Kong

Optimalkan Food Expo 2022, BNI Boyong Rempah ke Pasar Hong Kong

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance