• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, September 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Internasional

Mendag: Pangkas Rantai Jalur Distribusi dan HET Gula Tetap

oleh Stella Gracia
29 April 2020 - 15:33
5
Dilihat
Mendag Tingkatkan Sinergi dengan Dubes RI di Beijing
0
Bagikan
5
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas — Kementerian Perdagangan berkomitmen memastikan harga gula di tingkat konsumen sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500/kg dan tidak akan mengevaluasinya saat ini. Seluruh produsen dan distributor gula di Indonesia diinstruksikan untuk memangkas rantai jalur distribusi dan tidak menahan stok. Selain itu, Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan telah membentuk Tim Pengawas Gula untuk mengawal kebijakan ini. Tindakan tegas akan dilakukan jika masih ada produsen dan distributor yang melanggar.

Demikian ditegaskan Menteri Agus Suparmanto dalam pertemuan bersama para produsen dan distributor gula di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta. Pertemuan secara langsung dan virtual ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pandemi COVID-19 yang ketat.

  • Baca juga: Lawan Intervensi Trump, The Fed Kerek Suku Bunga Acuan ke Level 4 Persen

Tindakan tegas perlu ditempuh Pemerintah setelah melihat harga gula di pasar tidak kunjung turun bahkan cenderung naik di beberapa daerah. Perlu kebijakan lebih keras untuk meredam harga gula pasir yang masih tinggi dengan rerata nasional mencapai Rp18.200/kg atau naik hingga mencapai 45 persen di atas HET Rp12.500/kg. Harga di Manokwari bahkan mencapai Rp22.000/kg.

BERITA TERKAIT

Perkuat Campus Financial Ecosystem, BNI dan Unpad Integrasikan Layanan Perbankan Digital

Taktik Usia Emas Polytron: Dominasi Pasar B2B Lewat Pembuktian Ketangguhan Ekosistem Motor Listrik

Sasar Mahasiswa Unpad, BNI Pamerkan Kecanggihan wondr di Jatinangor Music Fest

Incar Jejaring Raksasa Muhammadiyah, Bank BSN dan MBC Bangun Ekosistem Emas Syariah

“Saya instruksikan seluruh distributor yang saat ini menyimpan stok agar tidak menahan stok yang diperoleh dari produsen dan segera mendistribusikan gula dengan menjaga harga di tingkat konsumen sesuai HET. Saya juga instruksikan kepada distributor agar memotong rantai distribusi gula, dengan tidak menjual gula kepada distributor lain karena berdasarkan hasil pengawasan Kementerian Perdagangan masih terdapat distributor yang menjual gula ke distributor lain di luar wilayah distribusinya yang berpotensi menyebabkan tingginya harga gula,” tegas Mendag

Selain itu, Agus dalam arahan mengintruksikan kepada produsen yang mendapatkan penugasan raw sugar untuk diolah menjadi GKP maupun para produsen yang ditugaskan mengalihkan dari bahan raw sugar untuk industri rafinasi menjadi GKP dan meminta sisa gula penugasan yg belum didistribusikan sampai 25 april 2020 agar didistribusikan ke retail modern.

Ditambahkannya, seluruh retail modern harus menyediakan gula dengan HET dengan cakupan distribusi yang merata di seluruh Indonesia, baik anggota APRINDO maupun diluar anggota. Mendag juga meminta para produsen memastikan rantai distribusi tidak panjang dan para distributor bisa langsung menjual kepada pengecer baik di pasar tradisional ataupun ritel modern dan harus memperhatikan harga jual akhir sesuai HET.

Selama ini, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan harga gula, seperti melalui penugasan kepada perusahaan gula dalam negeri untuk melakukan penambahan pasokan, baik penugasan impor gula mentah yang diolah menjadi gula konsumsi, impor gula konsumsi langsung, maupun pengadaan gula dari pabrik dalam negeri.

Kepada para produsen, terutama yang mendapatkan penugasan pemerintah, tidak memanfaatkan kondisi pandemi COVID-19 ini untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Veri Anggrijono. Ditegaskan Kementerian Perdagangan bersama Satgas Pangan akan melakukan tindakan tegas secara hukum apabila terdapat oknum pelaku usaha yang melakukan penimbunan barang kebutuhan pokok, termasuk gula mengingat kondisi saat ini antara suplai dan demand dalam kondisi yang tidak normal akibat dampak virus covid-19.

“Kemendag bekerja sama dengan Satgas Pangan akan melakukan pengawasan untuk memastikan tidak ada pelaku usaha yang mengambil keuntungan sepihak atau penimbunan barang kebutuhan pokok yang dapat merugikan semua pihak,” paparnya.

Tingginya harga gula saat pandemi COVID-19 ini disebabkan kurangnya pasokan gula ke pasar. Sejumlah daerah juga melaporkan belum mendapatkan tambahan pasokan gula dari produsen seperti Bengkulu, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, dan Gorontalo.

Tak hanya itu, harga jual gula dari produsen ke distributor masih tinggi yakni Rp10.500—Rp 12.300/kg atau masih di atas harga rata-rata Rp11.200/kg dengan alasan masih meneruskan PO yang lama. Hal ini menyebabkam harga di tingkat konsumen turut mengalami kenaikan. Sementara untuk merealisasikan ijin impor, para produsen baru bisa melaksanakannya pada April 2020 dan memulai proses produksi.

  • Baca juga: Ambisi Trump di Ladang Emas Hitam: Bayang-Bayang Skenario Venezuela di Tanah Persia

Dalam rapat dengan produsen dan distributor gula tersebut, Mendag Agus menginstruksikan produsen yang mendapatkan penugasan pemerintah mengolah rafinasi menjadi gula Kristal putih (GKP) dan impor gula mentah menjadi GKP agar segera menyalurkan sisa stoknya ke retail modern baik anggota APRINDO, maupun di luar APRINDO dengan harga Rp12.500/kg.

“Pemenuhan ke ritail modern saya minta menjadi atensi dan komitmen para produsen mengingat saat ini ritel modern dapat menjaga harga gula sesuai HET Rp12.500 dan sebaran ritail modern yang ada di seluruh Indonesia diharapkan mempercepat penurunan harga secara nasional,” jelas Mendag.

Sejak 20 April lalu, pasar-pasar di DKI sudah dipasok gula secara langsung oleh produsen dan distributor. Kini kegiatan di DKI diharapkan juga dilakukan di wilayah lain di seluruh Indonesia. Pasokan secara langsung juga diminta disalurkan ke ritel modern sesuai dengan kebutuhan yaitu sebesar 30.000 ton dengan memperhatikan harga penjualan ke konsumen Rp12.500/kg.

Mendag Agus menyampaikan bahwa penurunan gula pada harga sesuai HET Rp12.500/kg akan menjadi perhatian serius Pemerintah. Tidak boleh ada produsen dan distributor yang bermain-main dan bersepkulasi untuk mengambil keuntungan di kala pandemi COVID-19. Semua kegiatan pendistribusian akan dikawal secara khusus. Kemendag dan Satgas Pangan telah membentuk Tim Pengawas. Mereka bertugas mengawal dan mengawasi distribusi gula dan harga di pasar. Jika ada yang melanggar aturan, Pemerintah akan mengambil tindakan tegas.

“Kemendag beserta Satgas Pangan terus melakukan pengawasan untuk mengawal pendistribusian gula ke pasar. Secara khusus, kami telah membentuk tim pengawas dan pemantau harga/ketersediaan gula di pasar guna memastikan distribusi gula ke 34 propinsi sesuai dengan HET yang telah ditetapkan,” tandas Mendag.

Saat ini, Satgas Pangan telah memproses PTPN 2 di Sumatera Utara karena telah menjual gula dengan harga lelang melebihi HET yaitu Rp12.900/kg. Harga lelang ini berpotensi menaikkan harga gula di tingkat konsumen. Mendag Agus mengingatkan PTPN 2 untuk mengevaluasi hasil lelangnya.

“Dalam kondisi COVID-19 ini, kita semua harus bersatu untuk saling membantu. Semua memberikan stimulus. Memberi bantuan. Perekonomian harus jalan dan ciptakan suasana sejuk. Jangan ada oknum yang memanfaatkan kesempatan ini. Itu tidak sehat. Untuk PTPN 2, jika tidak bisa dimbau baik-baik maka akan ditindak tegas. Hal ini sejalan dehgan arahan Bapak Presiden Jokowi,” tegasnya.

Pesan Mendag, kepedulian bersama harus menjadi perhatian semua pihak. Kita boleh berusaha. Ambil untung boleh tapi harus tepat sasaran. “Kalau ada lapis-lapis distributor ini nggak benar juga. Ini akan menghambat semua dan akan merusak harga di pasar dan supply and demand,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Suhanto mengatakan Pemerintah telah mengambil langkah dalam menjaga stabilisasi harga gula konsumsi di tingkat masyarakat. Pemerintah telah menugaskan beberapa BUMN melakukan importasi GKP untuk mengisi kekosongan karena berbagai sebab. Salah satunya, disebabkan mundurnya musim giling akibat bergesernya musim tanam karena kemarau panjang.

“Musim giling yang harusnya jatuh pada akhir Mei, diperkirakan akan terjadi pada akhir Juni. Artinya gula petani akan masuk awal Juli. Ditambah lagi beberapa negara telah menerapkan lockdown yang berpengaruh pada proses distribusi dari luar negeri,” terang Dirjen Suhanto.

Pemerintah, lanjut Suhanto, sebelumnya telah memberikan ijin impor gula rafinasi untuk kebutuhan industri makanan dan minuman. Selanjutnya, Pemerintah memberikan penugasan untuk mengalihkan sementara ijin impor gula rafinasi sebesar 250 ribu ton untuk diolah menjadi gula konsumsi dalam rangka mengisi kekosongan di masyarakat dan sudah berjalan produksi 99 ribu ton. Pemerintah juga telah mengambil langkah memotong rantai distributor dengan cara mengalihkan gula penugasan tersebut untuk didisribusikan melalui distributor yang berafiliasi dengan ritail moden.

  • Baca juga: Gugatan Monopoli Berita Online Ditolak, Hakim AS Menangkan Google

“Kementerian Perdagangan bersama Satgas Pangan dan Bareskrim akan terus mengawal distribusi gula konsumsi. Diharapkan dengan pola distribusi ini akan menjaga harga gula tetap sesuai HET yang ditetapkan,” pungkas Suhanto.

Dalam pertemuan yang dihadiri 122 produsen dan distributor, baik secara virtual dan langsung itu dihadiri Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kepala Satgas Pangan Brigjen Daniel Tahi Monang Silitonga, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Suhanto, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana, Dirjen PKTN Veri Anggrijono yang sekaligus sebagai moderator dan Ketua APRINDO Roy Nicholas Mendey.

 
 
 
 
 
Sebelumnya

Amartha Salurkan Donasi AFPI

Selanjutnya

Kinerja Bank BJB Tetap Positif di Tengah Pandemi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Inflasi di Atas Target, The Fed Didesak Tunda Akselerasi Pemangkasan Suku Bunga

Lawan Intervensi Trump, The Fed Kerek Suku Bunga Acuan ke Level 4 Persen

oleh Stella Gracia
18 September 2026 - 18:14

Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75-4,00 persen demi menekan inflasi, mengabaikan kritik dan desakan Presiden Donald...

Deeskalasi Timur Tengah: Trump Tangguhkan Serangan, Iran Ajukan Proposal 10 Poin

Ambisi Trump di Ladang Emas Hitam: Bayang-Bayang Skenario Venezuela di Tanah Persia

oleh Stella Gracia
14 September 2026 - 14:48

Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengambil alih kendali minyak Iran mengadopsi skenario kesepakatan Venezuela, di tengah memanasnya konflik Selat...

Gugatan Monopoli Berita Online Ditolak, Hakim AS Menangkan Google

Gugatan Monopoli Berita Online Ditolak, Hakim AS Menangkan Google

oleh Stella Gracia
14 September 2026 - 14:03

Hakim Distrik AS, Amit Mehta, menolak gugatan antitrust dari penerbit berita Arkansas yang menuduh Google memonopoli pasar berita online dan...

Inflasi di Atas Target, The Fed Didesak Tunda Akselerasi Pemangkasan Suku Bunga

Sinyal Hawkish The Fed Membingungkan Pasar, Keputusan Suku Bunga September Bergantung Data Inflasi

oleh Stella Gracia
5 September 2026 - 14:09

Deputi Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan arah suku bunga September sangat bergantung pada data inflasi Agustus. Pasar pangkas probabilitas...

Laporan LSEG: Saham Sektor Hijau Melesat, Margin Keuntungan Lampaui Pasar Global

Laporan LSEG: Saham Sektor Hijau Melesat, Margin Keuntungan Lampaui Pasar Global

oleh Sandy Romualdus
28 Agustus 2026 - 11:23

Laporan LSEG mencatat nilai pasar ekonomi hijau global menembus US$10 triliun, menjadikannya sektor terbesar ketiga di dunia melampaui sektor kesehatan....

Ekonomi RI Kuartal I/2026 Melesat 5,61%, Konsumsi Pemerintah dan Investasi Jadi Motor

Pasar Properti Rebound: Volume Investasi Hotel Asia Pasifik Catat Kinerja Terbaik dalam 7 Tahun

oleh Stella Gracia
26 Agustus 2026 - 10:51

Transaksi hotel Asia Pasifik Semester I-2026 tembus US$ 6,8 miliar (naik 54%), tertinggi sejak 2019 disokong pasar Jepang, Tiongkok, &...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Perkuat Campus Financial Ecosystem, BNI dan Unpad Integrasikan Layanan Perbankan Digital

Taktik Usia Emas Polytron: Dominasi Pasar B2B Lewat Pembuktian Ketangguhan Ekosistem Motor Listrik

Sasar Mahasiswa Unpad, BNI Pamerkan Kecanggihan wondr di Jatinangor Music Fest

Incar Jejaring Raksasa Muhammadiyah, Bank BSN dan MBC Bangun Ekosistem Emas Syariah

Rapor APBN Agustus 2026: Keseimbangan Primer Surplus Rp154 Triliun di Tengah Defisit Fiskal

Lawan Intervensi Trump, The Fed Kerek Suku Bunga Acuan ke Level 4 Persen

Bayang-bayang The Fed: Pemerintah Akui Suku Bunga AS Bakal Picu Repricing Surat Utang Negara

Babak Akhir Krisis 1998: Surplus BI Rp55 Triliun Bawa Pemerintah Lunasi Utang BLBI

IHSG Tutup Pekan Terkoreksi ke 6.478, Rupiah Parkir di Rp 17.615/USD, Minyak Brent Kokoh di US$ 106 per Barel

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Kinerja Bank BJB Tetap Positif di Tengah Pandemi

Kinerja Bank BJB Tetap Positif di Tengah Pandemi

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance