BERITA TERKAIT
Manulife Indonesia mencatat kinerja yang kuat di tahun 2014, didorong pertumbuhan premi bisnis baru sebesar 15 persen menjadi Rp3,2 triliun. Padahal industri asuransi mengalami perlambatan sebesar -2,4 persen (data AAJI – berdasarkan jumlah premi tertagih). Penjualan produk asuransi Manulife tumbuh 8 persen menjadi Rp1,4 triliun, sedangkan penjualan produk-produk investasi melonjak 21 persen menjadi Rp1,8 triliun.
Chris Bendl, Chief Executive Officer & President Director, Manulife Indonesia mengungkapkan, di tengah-tengah perlambatan ekonomi, Manulife tetap mencatat imbal hasil investasi yang sehat, yang menunjukkan keunggulan dari keragaman bisnis Manulife. Indikator keuangan lainnya juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan laba bersih konsolidasi setelah pajak sebesar Rp1,4 triliun; laba yang berhasil dicetak Manulife selama 23 tahun berturut-turut.
Ke depan, lanjut Chris, pihaknya optimis keragaman model bisnis serta kemampuan manajemen biaya dan manajemen risiko yang kuat, memposisikan kami untuk melewati berbagai tantangan ekonomi makro dan terus memanfaatkan berbagai peluang yang mengemuka akibat perubahan kondisi bisnis.
















