JAKARTA, Stabilitas–Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) atau HA-IPB melalui Yayasan Alumni Peduli IPB akan menyiapkan dana abadi untuk mendanai ribuan Mahasiswa IPB yang kurang mampu. Untuk hal tersebut pada hari ini akan diperkenalkan Yayasan Alumni Peduli IPB yang akan menyiapkan dana abadi bagi mahasiswa IPB yang kurang mampu. Acara hari ini juga akan mengumpulkan dana dari Alumni IPB untuk kebutuhan tersebut
“Ini sangat penting, sebab kelalaian dalam memfasilitasi pendidikan kepada rakyat dapat menutup masa depan bangsa. Kami tak ingin itu terjadi pada adik-adik kami para mahasiswa IPB,” kata Ketua Yayasam Alumni Peduli IPB, Ir. Fathan Kamil dalam acara Softlaunching Yayasan Alumni Peduli IPB, Rabu (22/2).
Menurut Fathan, saat ini metode sumbangan secara reguler telah ditinggalkan dan hanya mengandalkan sumbangan yang bersifat tidak reguler. Namun, Yayasan tetap memerlukan sumber dana yang berkelanjutan untuk mendanai program-program beasiswa dan pengembangan kapasitas mahasiswa IPB, ungkap Fathan.
“Karena itu, kini kita menggunakan sistem reksa dana yang akan menggalang modal dari para investor agar mereka bisa ikut membantu pembiayaan pendidikan secara terus menerus melalui berbagai investasi yang dijalankan. Buah atau laba dari investasi itulah, yang akan digunakan untuk membiayai program-program Yayasan Alumni Peduli IPB, adapun pokok modalnya akan tetap menjadi milik para investornya,” terang Fathan.
Menurut Fathan, ada empat alasan mengapa Yayasan memilih sistem Reksa Dana dalam pengelolaan dana abadi pendidikan. Pertama, Investasi Hasanah adalah sesuai prinsip Syariah. “Hanya berinvestasi di sukuk atau pasar uang syariah dengan pengawasan reguler dari Dewan Pengawas Syariah.
Kedua, adalah faktor keamanan. Menurutnya Reksa Dana Generasi Gemilang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK dan dikelola oleh Manajer Investasi yang profesional.
Ketiga, alasan transparansi dimana dalam program Rekas Dana ini ada bank kustodian yang berfungsi untuk mengelola administrasi dan menyimpan dana investasi, lalu Keempat, adalah Fleksibel. “Di Reksa Dana ini, investasi dapat dicairkan kapan saja tanpa dikenakan biaya,” kata Fathan.
Selain itu, investor bisa memilih beberapa paket program yang bisa diambil sesuai dengan keinginan investor terutama terkait dengan imbal hasil dan sharing management fee. Diantaranya ada paket Ebony yang memberikan 100 persen pokok dan hasilnya bagi pendidikan, atau paket Cendana yang hanya memberikan 100 persen hasilnya bagi pendidikan. Ada juga program Gaharu yang membagi 50 persen hasilnya atau juga program Jati yang hanya memberikan sharing management fee saja.
“Ya itu pilihannya terserah kepada investor saja, kita akan melayani sesuai dengan keinginan mereka. Namun yang jelas, kontribusi anda hari ini terhadap pendidikan dapat dilakukan tanpa harus mengurangi modal awal anda sebagai investor namun hasilnya dapat diberikan kepada generasi gemilang di Indonesia,” tegas Fathan.
Dalam program ini setiap kenaikan dana kelolaan 10 Milyar akan memberikan kontribusi sekitar Rp 75 juta/tahun yang berarti juga telah memberikan masa depan kepada 6 orang mahasiswa dalam bentuk beasiswa, jelas Fathan lagi.
Terkait dengan Program beasiswanya, antara lain adalah program Beasiswa Regular yang diperuntukkan bagi mahasiswa program sarjana (S1), Beasiswa Unggul yang diperuntukkan bagi mahasiswa program sarjana (S1) yang telah menerima perkembangan prestasi. Selain itu terdapat pula program Technology For Indonesia, Kewirausahaan Sosial, Workshop & Coaching, dan Pelatihan Kepemimpinan.
Sebagaimana diketahui, IPB menyandang julukan “Kampus Rakyat” karena kayanya diversitas mahasiswa yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia. Namun disayangkan 70 persen dari mahasiswa IPB ternyata masih hidup di bawah standar kelayakan, orangtua mereka mayoritas memiliki penghasilan di bawah Rp 3 juta, dan banyak pula dari mereka yang tidak dapat melanjutkan studi mereka karena kekurangan dana. Kelalaian dalam memfasilitasi pendidikan kepada rakyat dapat menutup masa depan bangsa















