• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

Menunggu Respons Bank Atas Fintech

by Sandy Romualdus
7 Maret 2018 - 00:00
12
VIEWS
0
SHARES
12
VIEWS

Oleh Romualdus San Udika

Bank adalah lembaga yang sudah terbiasa menghadapi ancaman dari perubahan zaman dan teknologi. Dan hampir semuanya bisa diatasi dengan penyempurnaan sistem dan juga operasional serta strategi. Namun semaraknya layanan keuangan berbasis teknologi dinilai lebih tricky dari ancaman-ancaman sebelumnya dan memaksa bank mengubah pendekatannya.

  • Baca juga: Mengubah Mindset Regulator

Pada tahun 70-an bank mulai mengadopsi teknologi tarik tunai otomatis sehingga nasabah bisa mengambil uangnya tanpa harus datang ke kantor bank. Kemudian ketika telepon fix line mulai merambah, bank bisa menyesuaikan operasinya dengan menghadirkan phone banking.

BERITA TERKAIT

Mengubah Mindset Regulator

Babak Baru ‘Perang’ Bank vs Teknologi

Kemudian pada akhir 90-an ketika telepon genggam mulai mewabah bank pun bisa berkelit dengan menghadirkan layanan dari SMS Banking dan juga mobile banking. Munculnya Internet dihadapi bank dengan menghadirkan Internet banking, atau electronic banking.

Kini ketika berhadapan dengan teknologi digital dan maraknya layanan financial technology (fintech), bank kembali diuji. Awalnya bank seperti menafikan ancaman tersebut karena masih terlena dengan cara bisnis lama. Empat tahun berjalan, fintech telah disadari pelaku bank sebagai ancaman yang tak lagi kecil.

Oleh karena itu bank sudah menyiapkan respons yang tepat. Bank kemudian mulai menyiapkan diri untuk mewujudkan digital banking. Andreas Hassim, Corporate Change Management Group Head Bank BRI menilai setidaknya ada tiga langkah dalam mewujudkan digital banking yang sesungguhnya.

Pertama, mempersiapkan Application Programming Interface (API) layanan dan produk bank. API ini merupakan media penghubung antara layanan fintech dengan layanan perbankan. Ini merupakan upaya mendigitalkan produk dan layanan bank sebagaimana layanan fintech memanjakan para nasabahnya dengan berbagai kemudahan dan customer experience. Melalui layanan semacam inilah produk dan layanan perbankan terdisruptif dan perlahan akan terus menggerogoti teknologi layanan perbankan yang kini eksis seperti halnya mesin Automatic Teller Machine (ATM), Cash Deposit Machine (CDM), Electronic Data Capture (EDC), dll.

“Digital banking yang ditawarkan oleh para fintech seperti payment channel, online/digital insurance, Peer-to-Peer (P2P) Lending, dan crowdfundingbukanlah berbentuk layanan fisik yang mengundang kehadiran nasabah menuju outlet fisik sehingga bank pun perlu memperhatikan hal ini,” kata Andrian yang kini tengah menjalani tugas belajar pasca sarjana di Cleveland State University, Ohio, Amerika Serikat dalam sebuah tulisannya.

Selain itu, menurut Andreas, kehadiran fintech seyogianya direspons dengan upaya kolaborasi dan bukan sebaliknya. Sebab sejatinya fintech pun masih membutuhkan kehadiran bank sebagai bagian dari sistem pembayaran dan lembaga intermediasi. Melalui pendistribusian API, berbagai produk dan layanan perbankan kepada publik serta menjalin hubungan yang baik dengan para pelaku fintech perlu menjadi perhatian. Sehingga diharapkan produk dan layanan perbankan akan sendirinya digunakan oleh konsumen sebagai pengguna akhir (end user). Tentunya dengan pemanfaatan kolaborasi (co-creation) semacam ini dapat meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi bank.

Kedua, mempersiapkan proses bisnis digital. Upaya mendigitalkan layanan dan produk perbankan tidak berhenti pada layanan di lini depan (front end). Namun demikian, perbankan perlu melakukan penyesuaian proses bisnis yang lebih efisien untuk mendukung proses bisnis digital di lini depan (front end). Penyesuaian proses bisnis tidak hanya terpaku pada otomasi proses manual namun harus lebih dari itu. Penyesuaian proses bisnis semestinya merekayasa ulang proses bisnis yang telah eksis atau dikenal dengan istilah business process reengineering sehingga menemukan solusi atas hambatan (bottleneck) atau mampu mempersingkat proses. Tentunya, upaya ini baru akan signifikan menaikkan produktivitas maupun efisiensi.

Ketiga, menciptakan customer experience dan operational excellence melalui pemanfaatan data. Era saat ini yang ditandai dengan perlengkapan yang terkoneksi dengan internet (Internet of Things) telah menciptakan sekumpulan data besar (Big Data) yang dapat dimanfaatkan dengan penciptaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Melalui proses ini diharapkan akan muncul produk dan layanan perbankan yang memberikan customer experience positif.

  • Baca juga: Babak Baru ‘Perang’ Bank vs Teknologi

Sementara Asmawi Syam, Direktur Utama PT Askrindo, yang juga mantan Dirut Bank BRI menilai transformasi digital tidak sekedar menciptakan aplikasi, tetapi juga perlu device, dan jaringan. Dia mencontohkan langkah penguatan digitalisasi yang telah dimulai oleh BRI dengan meluncurkan satelit sendiri. “Ini supaya device dan aplikasi digital banking-nya bisa dirasakan nasabah, dan tentu bisa bersaing dengan fintech yang sudah mulai tumbuh pesat,” kata mantan Direktur Utama BRI ini.

Maka, ketika pelaku industri perbankan mengklaim telah siap dengan digitalisasi saat ini, Asmawi mempertanyakan sejauh mana kesiapan perbankan? Apa yang sudah dilakukan?Sebabnya, banyak pelaku industri perbankan bicara digital, tetapi sebatas menyiapkan aplikasi, tanpa memperkuat networking dan device-nya. BRI menurutnya, berani memilki satelit karena nyawanya di situ jiga ingin memenangkan persaingan di era digital. Apalagi kehadiran Fintech dengan layanan digitalnya tidak lagi sebatas gangguan, tetapu telah menjadi ancaman bagi perbankan.

Seperti dikatakan Direktur Penelitian dan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Antonius Harie di dalam seminar bertajuk Pengembangan Manajemen Risiko dalam Menghadapi Era Digitalisasi di Indonesia Banking Expo 2017 silam.Kata dia, keberadaan fintech yang memanfaatkan teknologi, bisa mengancam perbankan dari segi bisnis. Jika bisnis terancam, maka bisa berdampak kepada pengurangan karyawan back office.

Kolaborasi

Sementara itu, Direktur Perencanaan & Operasional BNI, Bob Tyasika Ananta menyebut keberadaan fintech merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Untuk itu diperlukan kolaborasi sebab bank memiliki database dan platform, sedangkan fintech memiliki ide-ide yang kreatif.

Konsep fintech ialah mengadaptasi perkembangan teknologi yang dipadukan dengan bidang finansial yang diharapkan bisa menghadirkan proses transaksi keuangan yang lebih praktis, aman serta modern. Ada banyak hal yang bisa dikategorikan ke dalam bidang Fintech, diantaranya adalah proses pembayaran, transfer, jual beli saham, proses peminjaman uang secara peer to peer dan masih banyak lagi.

Semua layanan Fintech tersebut tersedia melalui aplikasi smartphone yang memungkinkan masyarakat dapat bertransaksi dengan sangat mudah. Tak hanya mampu menawarkan jasa keuangan tanpa harus ke kantor bank atau ATM, namun juga bertransaksi antarpengguna aplikasi dengan kode tertentu, termasuk menyimpan uang dalam bentuk uang elektronik dengan gimmick yang menarik.

Memang, sebenarnya fitur produk dan jasa semacam ini sudah terdapat di dalam layanan mobile banking atau internet banking yang disediakan bank, namun sayangnya belum terhubung secara langsung dengan kebutuhan utama masyarakat serta gimmick yang ditawarkan terhitung relatif konvensional.

Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) mencatat pada akhir 2017 ada sekitar 235 pemain fintech di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 persen dari pelaku fintech bermain pada bisnis pembayaran, 32 persen pada fasilitas pinjaman, dan sisanya sebanyak 11 persen berasal dari sub sektor market provisioning, 11 persen dari manajemen investasi, 4 persen dari insurtech dan 3 persen dari equity capital raising.

  • Baca juga: Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Tentunya jumlah itu masih akan bertambah dengan melihat potensi yang masih terbuka. Potensi itu di antaranya bisa dilihat dai jumlah akun bank yang dimiliki masyarakat dewasa baru menyentuh 36 persen.Juga bisa dilihat dari nilai transaksi online yang dikenal dengan istilah gross merchandise volume (GMV) yang diprediksi oleh Oxford Business Group (The Report of Indonesia 2017) mencapai 3,7 miliar dollar AS (setara dengan Rp48 triliun) pada tahun 2016 dan akan menjadi 157 miliar dollar AS (setara Rp2.000 triliun) pada tahun 2025.

Jadi akan seperti apa respons perbankan nanti?

Tags: Bank vs Fintech
 
 
 
 
 
Previous Post

Mengubah Mindset Regulator

Next Post

Babak Baru ‘Perang’ Bank vs Teknologi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Sejarah Uang

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 14:20

INDEF menyoroti fenomena makan tabungan akibat inflasi pangan di atas 5 persen yang membuat rata-rata saldo tabungan di bawah Rp100...

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

PT SMT Didenda Rp1,5 Triliun di Kasus Saham DSSA, OJK Juga Sanksi AH Ltd dan TC Pte Ltd

Respons Konsultasi MSCI, OJK Sudah Gelar 16 Dialog Investor dan Pacu Aturan Free Float 15 Persen

Dirut Bank BSN, Alex Sofjan Noor: Masa Depan Keuangan Syariah Butuh Peran Serta Generasi Muda

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Saham HSC Keluar dari IHSG, Analis: Investor Asing Butuh Bukti Penegakan Hukum Nyata

BREN, DSSA, hingga BYAN Masuk Daftar 80 Saham HSC yang Dikeluarkan dari IHSG

Payung Hukum Mengacu PMK 11/2016, Kemenkeu Pertahankan Penyaluran Gaji PNS di Perbankan

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK dan DSN-MUI Perkuat Peran Dewan Pengawas

Topang Likuiditas Industri, LPS Jaga Selisih Bunga Penjaminan BPR terhadap Bank Umum

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

OJK Fokuskan Kebijakan Pada Perlindungan Konsumen Fintech

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance