BERITA TERKAIT
JAKARTA-PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) melakukan penanaman mangrove di wilayah pesisir pantai Desa Sengkubang, Kabupaten Mempawah senilai total Rp400 juta yang bakal dibagi dalam empat tahapan. Program bina lingkungan ini rencananya bakal dilakukan dengan menggandeng Universitas Tanjungpura, Pontianak, sebagai rekanan pelaksana teknis di lapangan. “Kami berharap dengan penanaman mangrove ini setidaknya dapat mengurangi abrasi pantai yang terjadi, serta juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya itu, kami juga berharap (program) ini menjadi awal dari pelestarian alam di daerah sekitar,” ujar Direktur SDM dan Umum Askrindo Firman Berahima, dalam keterangan resminya, Kamis (1/2).
Pemilihan program bina lingkungan berupa penanaman mangrove, menurut Firman, didasarkan pada keprihatinan tergadap ancaman abrasi di pantai akibat arus dan gelombang laut yang selalu bergerak. Dengan tanpa adanya hutan mangrove, sangat besar peluang pinggir pantai tergerus oleh arus dan gelombang yang terus menerpanya dan akan merusak garis pantai. “Hal ini terbukti dengan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Tanjungpura, bahwa dalam beberapa tahun terakhir garis pantai di beberapa daerah khususnya di wilayah Kabupaten Mempawah, tepatnya di Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir terus mengalami penyempitan yang cukup memprihatinkan akibat dari terpaan arus ombak laut Natuna,” tutur Firman. Karena itu, lanjut Firman, pihaknya ingin turut berperan sekaligus mewujudkan program BUMN Hadir Untuk Negeri yang telah dicanangkan oleh Kementerian BUMN. Tak hanya penanaman mangrove, Askrindo juga menganggaran bantuan untuk pengusaha kecil dan pebisnis ikan Nila di Kabupaten Mempawah, dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan dan pendapatan usaha ikan Nila di Kabupaten Mempawah.















