• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, April 10, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026 Menjadi 4,7 Persen, Soroti Dampak Harga Minyak

oleh Stella Gracia
9 April 2026 - 12:33
17
Dilihat
Menkeu: Kinerja Perekonomian Indonesia Sangat Impresif
0
Bagikan
17
Dilihat

Stabilitas.id – Bank Dunia (World Bank) merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% untuk tahun 2026. Angka ini lebih rendah 0,1 poin persentase dibandingkan proyeksi pada Oktober 2025 yang sebelumnya mematok pertumbuhan di level 4,8%.

Dalam laporan East Asia & Pacific Economic Update edisi April 2026, perlambatan ini dipicu oleh tekanan eksternal berupa tingginya harga minyak dunia serta meningkatnya sentimen penghindaran risiko (risk-off) di pasar keuangan global. Tren ini juga sejalan dengan perlambatan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) di luar China yang diprediksi hanya tumbuh 4,1%.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan melambat seiring tekanan harga minyak, yang hanya sebagian diimbangi oleh penerimaan komoditas dan investasi yang digerakkan oleh negara,” tulis Bank Dunia dalam laporan resminya, Rabu (8/4/2026).

BERITA TERKAIT

RUPST BRI 2026: Setujui Dividen Rp52,1 Triliun, Setara 92 Persen dari Laba Bersih

Bank Dunia: Dampak Tarif Dagang AS ke Indonesia Terbatas, Hanya 0,2 Persen dari PDB

Danantara Akuisisi 4 Manajer Investasi Bank Pelat Merah, Total Transaksi Tembus Rp2,7 Triliun

Danantara Bidik Merger ID Food ke Sugar Co Rampung Bulan Depan, Kuasai 60 Persen Pasar Gula

Ketahanan di Tengah Guncangan

Meski proyeksi diturunkan, Bank Dunia menilai Indonesia memiliki resiliensi yang lebih tangguh dibandingkan negara tetangga. Kebijakan subsidi dan pengaturan harga energi oleh pemerintah dianggap efektif meredam dampak lonjakan harga minyak terhadap inflasi domestik.

Jika dibandingkan dengan negara mitra di kawasan, posisi Indonesia masih berada di atas beberapa negara ASEAN:

  • Vietnam: 6,3%

  • Indonesia: 4,7%

  • Malaysia: 4,4%

  • Filipina: 3,7%

  • Thailand: 1,3%

Peran Strategis Danantara dan Hilirisasi

Bank Dunia memprediksi ekonomi RI akan kembali bertenaga pada 2027 dengan pertumbuhan mencapai 5,2%. Pemulihan ini diharapkan bersumber dari optimalisasi dana kekayaan negara, Danantara, dalam menyalurkan investasi produktif serta peningkatan likuiditas kredit swasta.

Namun, lembaga tersebut memberikan catatan mengenai tantangan struktural. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini terjaga di level 5% dinilai masih sangat bergantung pada intervensi dan dukungan pemerintah. Reformasi sektor jasa melalui penghapusan hambatan nontarif serta penyederhanaan perizinan usaha menjadi kunci untuk meningkatkan pertumbuhan potensial jangka panjang.

Ke depan, akselerasi industri hilir dan penarikan investasi asing langsung (FDI) diharapkan menjadi mesin utama yang membawa Indonesia keluar dari fase perlambatan di kuartal II/2026 ini menuju pemulihan yang lebih stabil di tahun mendatang.***

Tags: Bank DuniaDanantaraekonomi Asia Pasifikharga minyakinvestasi publikPDB IndonesiaPertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026resiliensi ekonomiworld bank
 
 
 
 
Sebelumnya

Peta Fiskal Bergeser: Utang Pemerintah China Salip Uni Eropa untuk Pertama Kali

Selanjutnya

Bank Dunia: Dampak Tarif Dagang AS ke Indonesia Terbatas, Hanya 0,2 Persen dari PDB

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Pencapaian Historis: BTN Salurkan 6 Juta Unit KPR Senilai Rp530 Triliun Sejak 1976

Pencapaian Historis: BTN Salurkan 6 Juta Unit KPR Senilai Rp530 Triliun Sejak 1976

oleh Sandy Romualdus
10 April 2026 - 13:22

Stabilitas.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) mencatatkan tonggak sejarah baru dalam industri perumahan nasional. Hingga awal April 2026,...

Kinerja Regional Melesat 14,3 Persen, SIG Kirim Batch Pertama Klinker ke Mauritania

Kinerja Regional Melesat 14,3 Persen, SIG Kirim Batch Pertama Klinker ke Mauritania

oleh Sandy Romualdus
10 April 2026 - 11:49

Stabilitas.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG/SMGR) resmi melakukan ekspansi pasar ke kawasan Afrika Barat Laut melalui pengiriman ekspor...

Link and Match Industri: 50 Persen Peserta Vokasi Batch I 2026 Kantongi Komitmen Kerja

Link and Match Industri: 50 Persen Peserta Vokasi Batch I 2026 Kantongi Komitmen Kerja

oleh Stella Gracia
10 April 2026 - 10:53

Stabilitas.id – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi meluncurkan (kick-off) Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I Tahun 2026. Program ini...

Strategi Fiskal 2026: Kemenkeu Fokus pada Perluasan Basis Pajak Adil dan Integritas SDM

Strategi Fiskal 2026: Kemenkeu Fokus pada Perluasan Basis Pajak Adil dan Integritas SDM

oleh Stella Gracia
10 April 2026 - 10:40

Stabilitas.id – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung memaparkan empat pilar strategis untuk mengelola penerimaan negara guna menghadapi outlook ekonomi...

Atasi Hambatan Investasi, Satgas P2SP Selesaikan 58 Aduan Pelaku Usaha hingga April 2026

Atasi Hambatan Investasi, Satgas P2SP Selesaikan 58 Aduan Pelaku Usaha hingga April 2026

oleh Sandy Romualdus
10 April 2026 - 10:27

Stabilitas.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali memimpin Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah...

Kejar Target Rp2.357 Triliun, DJP Bidik Rp200 Triliun dari Ekstensifikasi Pajak

Kejar Target Rp2.357 Triliun, DJP Bidik Rp200 Triliun dari Ekstensifikasi Pajak

oleh Sandy Romualdus
9 April 2026 - 13:03

Stabilitas.id – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menetapkan target ambisius untuk mengamankan penerimaan senilai Rp200 triliun melalui perluasan basis...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Investasi Emas Menggeliat, Penjualan Galeri 24 Tembus 6,5 Ton

    Harga Emas Hari Ini: Antam Tembus Rp2,94 Juta, Galeri 24 Paling Kompetitif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BBRI Targetkan Dividen Rp52 Triliun, Fokus Jaga CAR di Level 20 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IHSG Dibuka Rebound Pasca-Lebaran, Intip Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Klarifikasi Bank Neo Commerce: Izin yang Dicabut OJK Terkait Produk yang Belum Rilis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Robert Leonard Marbun Jabat Sekjen Kemenkeu, Gantikan Heru Pambudi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

RUPST BRI 2026: Setujui Dividen Rp52,1 Triliun, Setara 92 Persen dari Laba Bersih

Pencapaian Historis: BTN Salurkan 6 Juta Unit KPR Senilai Rp530 Triliun Sejak 1976

Sinergi BRI dan Pegadaian di Timor Leste: Targetkan Pemberdayaan UMKM Lintas Negara

Kinerja Regional Melesat 14,3 Persen, SIG Kirim Batch Pertama Klinker ke Mauritania

Link and Match Industri: 50 Persen Peserta Vokasi Batch I 2026 Kantongi Komitmen Kerja

Dukung Konsolidasi Danantara, BRI Lepas BRI-MI dan PNM-IM Senilai Rp1,32 Triliun

Strategi Fiskal 2026: Kemenkeu Fokus pada Perluasan Basis Pajak Adil dan Integritas SDM

Adopsi Teknologi VR, Eduhajj Targetkan Digitalisasi Edukasi Haji bagi Gen Z dan Alpha

Atasi Hambatan Investasi, Satgas P2SP Selesaikan 58 Aduan Pelaku Usaha hingga April 2026

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Arus Peti Kemas Naik 10%, Pelindo Optimistis Logistik 2026 Kian Moncer

Bank Dunia: Dampak Tarif Dagang AS ke Indonesia Terbatas, Hanya 0,2 Persen dari PDB

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance