Apa keuntungan terbesar dari penerapan branchless banking, bagi perekonomian?
Kalau berhasil, penerapan layanan branchless banking ini akan, pertama menambah jumlah dana masyarakat pada industri perbankan, sehingga menambah kemampuan bank untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kedua, membantu masyarakat yang non-bankable menjadi lebih berdaya dan nantinya dapat ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena mereka mempunyai akses pada fasiltas perbankan misalnya kredit mikro.
Apa praktik branchless banking bisa menimbulkan risiko operasional?
Praktik ini memang diakui berpotensi menimbulkan kerugian akibat risiko operasional yang disebabkan oleh faktor manusia atau dalam hal ini agen yang digunakan bank. Selain itu, potensi kerugian juga bisa berasal dari kesalahan prosedur menyangkut kebijakan dan SOP (standard operational procedure) bank yang tidak jelas atau tidak lengkap. Yang tidak kalah berpotensi juga adalah kesalahan sistem yang digunakan bank dan agen misalnya kerahasiaan nasabah yang tidak terjaga baik. Sementara dari faktor eksternal risiko operasional bisa datang misalnya serangan dari hacker, pelaku yang menyebabkan terjadinya masalah APU/PPT (Anti Pencucian Uang/ Pencegahan Pendanaan Terorisme), risiko legal, risiko reputasi.
Apakah nantinya agen atau pihak ketiga dalam layanan itu bisa mengakses data bank, yang membuka peluang terjadinya penyalahgunaan?
Bisa tidaknya tergantung bank. Inilah tugas bank penyelenggara branchless banking yang wajib menggunakan sistem enkripsi yang baik dan membatasi data yang dapat diakses oleh agen sehingga dapat memperkecil peluang pihak ketiga dapat mengakses atau menyalahgunakan data nasabah. Tetapi pada dasarnya tidak dibolehkan.
BERITA TERKAIT
Bagaimana soal proteksi kerahasiaan konsumen pada layanan branchless banking ini?
Sama dengan yang saya jawab tadi, agar kerahasiaan konsumen terjaga, bank penyelenggara harus memilih agen dengan baik, dan memberkan training mengenai kerahasiaan nasabah, APU PPT dan lain sebagainya. dan menggunakan sistem yang mumpuni agar segala potensi risiko dapat teritigasi dengan baik.
Untuk menghindari risiko operasional terutama di bidang teknologi dari agen, apa mitigasi yang ditetapkan otoritas?
Otoritas harus mengeluarkan kebijakan dan SOP regulasi yang ketat yang memaksa bank untuk melakukan praktik branchless banking secara pruden. Pada bidang teknologi, bank wajib menggunakan sistem enkripsi yang baik dan upaya menerapkan regulasi juga bagi perusahaan telekomunikasi yang digunakan dalam proses layanan ini.
Apakah nantinya layanan ini bisa disalahgunakan oleh penjahat internasional, untuk money laundering atau terorisme misalnya, karena kemudahan untuk mentransfer uang?
Sistem branchless banking sangat mungkin digunakan untuk lalu lintas keuangan ilegal, makanya perlu bagi bank pelaksana menerapkan AML/CTF (Anti-Money Laundering and Combating the Financing of Terrorism) atau SPU PPT walaupun dengan cara yang paling sederhana.
Apakah dalam jangka menengah-panjang branchless banking akan memaksa banyak kantor cabang bank tutup? Seperti yang terjadi di Inggris?
Kantor cabang bank tidak hanya untuk mencari dana masyarakat, juga dapat berfungsi sebagai penyalur kredit misalnya mikro. Jadi tetap diperlukan. Tidak mungkin keputusan kredit diberikan pada agen.
















