• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 14, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Kolom

Cognitive Flexibility dan Talent Management

oleh Sandy Romualdus
18 Desember 2021 - 10:34
137
Dilihat
Tantangan Pembelajaran Era “New Normal”
0
Bagikan
137
Dilihat

Laura Valentin, Fakulti LPPI

AKHIR-AKHIR ini muncul sebuah fenomena yang menarik minat para pemerhati isu-isu pengembangan Sumber Daya Manusia. Banyak generasi muda yang belum lama bekerja tiba-tiba resign yang pada akhirnya menerima cap “tidak loyal” kepada perusahaan.

Tingkat turnover di berbagai perusahaan meningkat beberapa tahun terakhir. Beberapa yang memutuskan resign bahkan tidak peduli dengan besarnya pinalti yang harus dibayarkan atas keputusan resign yang diambil. Lebih parahnya lagi, sebagiannya adalah talenta bagi perusahaan, yang sudah direkrut dengan investasi yang tidak sedikit. Tentu saja hal ini menjadi tantangan tersendiri, terlebih di industri perbankan untuk mengelola generasi yang kita sebut saja “the braver”.

Pengelolaan SDM adalah serangkaian proses yang berkesinambungan dan tidak dapat lepas satu sama lain meliputi Planning, Attaining, Developing  Maintaining, and Retaining (PDMR). Proses pengelolaan talen sendiri berada pada proses Developing. Mencoba menilik berbagai kemungkinan munculnya fenomena “the braver”, ada baiknya kita kembali menguji proses planning dan attaining perusahaan. Bagaimana proses rekrutmennya, kompetensi yang diukur dan alat tes apa yang kita gunakan dalam proses seleksi, bagaimana proses asesmen yang  dilakukan. Perusahaan  perlu juga melihat posisi tawarnya dalam hal remunerasi, kompensasi dan benefit, serta nilai-nilai perusahaan.

BERITA TERKAIT

OJK Jaga Stabilitas Keuangan dengan SDM Profesional

Bank Mandiri Raih Peringkat Pertama pada LinkedIn Top Companies 2023

Inilah Karakter Talenta yang Dibutuhkan Industri Pasca Pandemi

LPPI dan IBS Perkuat Kontribusi Membangun SDM Profesional, Berintegritas, dan Kompeten

Identifikasi talenta yang paling umum digunakan dalam organisasi adalah dengan metode 9 Box Matrix. Kita mengelompokkan para talenta ke dalam 9 kotak kriteria, menggunakan potret masa lalu (kinerja) dan proyeksi masa depan (potensi). Treatment masing-masing penghuni kotak pun berbeda, tergantung posisi kotak talenta. Dapat berupa pemberian job assignment, penugasan dengan unit kerja lain, pemberian kursus tertentu, dan lain sebagainya. Bagi organisasi, kegiatan ini adalah investasi. Treatment yang keliru bisa jadi menyebabkan potensi talenta tidak muncul, yang merupakan sebuah kerugian. Para talenta yang merasa tidak dikembangkan dengan baik selalu memiliki opsi untuk pindah, dan sayangnya opsi ini banyak dipilih.

Kemampuan cognitive flexibility dari perusahaan maupun pegawai menjadi kunci bagi pengelolaan talenta. Secara definisi cognitive flexibility adalah properti intrinsik dari sistem kognitif yang sering dikaitkan dengan kemampuan mental untuk menyesuaikan aktivitas dan kontennya, beralih di antara aturan tugas yang berbeda dan respons perilaku yang sesuai, mempertahankan banyak konsep secara bersamaan dan mengalihkan perhatian internal di antara mereka (William A. Scott, 1962).

Atas dasar definisi tersebut pegawai harus dapat dengan cepat merespons tuntutan perusahaan atas berbagai perubahan yang terjadi khususnya di era digitalisasi. Meningkatkan (upgrade) kemampuan diri adalah cara efektif untuk beradaptasi dan membuat nilai (value) pekerja akan meningkat secara otomatis. Demikian pula perusahaan harus dengan cepat melihat sinyal peringatan baik bersifat eksternal atas kondisi ekosistem bisnis yang menantang, maupun bersifat internal misalnya adanya peringatan angka turnover yang meningkat.

Penyesuaian yang segera dibutuhkan saat ini, adalah menumbuhkan optimisme positif. Organisasi dapat memandang fenomena “the braver”sebagai opportunity bahwa bursa tenaga kerja kita sangat kompetitif dan berkualitas. Selanjutnya bergantung seberapa kemampuan kita mencari yang sesuai dengan value organisasi dan melakukan development yang tepat sesuai potensi  SDM perusahaan yang berharga.

Perusahaan dituntut mencari sistem pengelolaan pegawai talenta yang tidak mengandalkan loyalitas jangka panjang dari pegawainya. Kesalahan yang pada umum terjadi adalah berharap memperoleh hasil yang berbeda dengan upaya yang sama. Mungkin saatnya kita lebih adaptif dalam mengelola SDM, karena sustainability bisnis perusahaan pada dasarnya berlandaskan pada kemampuan perusahaan mengelola SDM-nya.

Perusahaan dapat memilih berbagai pendekatan sebagai wujud penyesuaian atas fenomena SDM belakangan ini. Misalnya dengan memberikan keleluasaan bagi SDM perusahaan untuk memilih tempat bekerja, atau memilih waktu lembur mereka. Di beberapa perusahaan, pegawai diberikan kebebasan untuk bekerja secara remote dan mengatur sendiri waktu kerja mereka, dengan target waktu dan output kerja yang terukur. Hal ini memberikan dampak positif terhadap engagement pegawai terutama pegawai muda dan semangat kepercayaan perusahaan terhadap mereka.

Opsi lain yang juga bisa menjadi alternatif adalah memberikan opsi lembur yang fleksibel, bisa dilakukan di pagi hari sebelum jam operasional kantor, atau di sore hari setelah jam kerja selesai. Karena pada kenyataannya banyak pegawai yang memilih bekerja lebih pagi untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, namun tidak terhitung sebagai overtime.

Upaya ini nampak sepele, namun berarti bagi para talenta muda. Perusahaan dapat melakukan berbagai pendekatan yang tentunya perlu melihat pula pada kesesuaian dengan karakteristik bisnis dan SDM-nya. Yang menjadi titik penting adalah baik perusahaan maupun pegawai perlu sama-sama bergerak dengan cepat menuju keseimbangan baru, yakni dengan pergeseran set mental, pergeseran kognitif, pengalihan/pergeseran tugas, dan pengalihan/pergeseran perhatian yang bertujuan untuk peningkatan nilai bagi individu pegawai maupun perusahaan di era disrupsi ini.***

Tags: Cognitive FlexibilityLaura ValentinSDMTalent Management
 
 
 
 
Sebelumnya

Apapun Pilihannya, Governance yang Utama

Selanjutnya

Mengukur Dampak POJK 12/2021 pada Bank Syariah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

oleh Sandy Romualdus
21 Maret 2025 - 09:16

Oleh : Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Tanggal 18 Maret 2025 pasar...

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

oleh Stella Gracia
26 Juni 2024 - 15:05

Oleh Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik dan Ekonom UPN Veteran Jakarta Baru-baru ini, Indonesia dikejutkan oleh serangan siber besar-besaran...

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

oleh Sandy Romualdus
21 September 2023 - 16:34

Oleh Ahmed Zulfikar, Relationship Manager LPPI SAAT ini isu perubahan iklim telah menjadi topik hangat yang hampir selalu dibahas dalam...

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2023 - 12:32

Oleh : Novita Yuniarti, Assistant Programmer LPPI SERANGAN siber memiliki dampak yang serius dan menjadi isu kritis dalam digitalisasi keuangan...

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

oleh Sandy Romualdus
3 Juni 2023 - 20:20

Oleh : Baiq Shafira Salsabila, Diospyros Pieter Raphael Suitela, Muhammad Faiz Ramadhan * INDIA adalah salah satu negara berkembang dengan industri farmasi terbesar...

Fenomena Bank Digital: Tren Naik, Harus Diimbangi dengan Literasi Digital

Transformasi Digital vs Literasi Digital

oleh Sandy Romualdus
14 Februari 2023 - 08:10

Oleh Danal Meizantaka Daeanza - Assistant Programmer LPPI Perubahan yang terjadi di dunia selama satu dekade belakangan ini sangat signifikan....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Purbaya Sebut Juda Agung Calon Kuat Wakil Menteri Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Penukaran Uang Lebaran 2026 Dibuka: Cek Jadwal Aplikasi PINTAR dan Lokasi Terpadu di GBK

Gerai Baru Hadir di Central Park, BTN Bidik 100 Digital Store di 2027

BSN Mulai Masuk Kampus, Kolaborasi Bangun Literasi Keuangan Syariah Melalui Dunia Pendidikan 

Optimisme Meningkat, Indeks Keyakinan Konsumen Januari 2026 Tembus 127,0

Menkeu Purbaya: Ekonomi Syariah Bukan Lagi Pelengkap, Harus Jadi Pilar Utama

Rupiah Dibuka di Level Rp16.815, BI Ungkap Kondisi Stabilitas Terkini

Tekan Gejolak Harga, BI Luncurkan GPIPS Sebagai Pengganti GNPIP

Menuju 2050, Sun Life Ingatkan Risiko Ledakan Populasi Lansia Tanpa Kesiapan Finansial

Strategi Transisi Ekonomi: Menkeu Purbaya Siapkan Stimulus ‘Habis-habisan’ di Kuartal I/2026

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Menyamakan Level Permainan

Mengukur Dampak POJK 12/2021 pada Bank Syariah

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance