• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

DEN Wacanakan AI dan Danantara Pangkas Sebagian Peran Ekspor Bea Cukai

by Stella Gracia
26 Mei 2026 - 09:01
39
VIEWS
DEN Wacanakan AI dan Danantara Pangkas Sebagian Peran Ekspor Bea Cukai
0
SHARES
39
VIEWS

Stabilitas.id — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melontarkan wacana radikal terkait tata kelola perdagangan internasional Indonesia. Mantan Menko Marves tersebut membuka opsi untuk memangkas peran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan dalam proses birokrasi ekspor komoditas nasional.

Luhut menjelaskan, wacana perombakan ini muncul seiring dengan pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang membawahi BUMN ekspor baru bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).

  • Baca juga: Bukan Menyerahkan Kendali ke Mesin, LPPI Dorong Bankir Berkolaborasi dengan AI

Menurut Luhut, sebagian besar fungsi pengawasan hulu-hilir dan pemungutan bea keluar yang selama ini menjadi wewenang Bea Cukai sangat berpotensi digantikan oleh sistem digital terintegrasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dikelola langsung oleh DSI.

BERITA TERKAIT

Bukan Menyerahkan Kendali ke Mesin, LPPI Dorong Bankir Berkolaborasi dengan AI

Babak Akhir Krisis 1998: Surplus BI Rp55 Triliun Bawa Pemerintah Lunasi Utang BLBI

Fitch Jatuhkan Peringkat Pos Indonesia ke Level ‘C’, Ancaman Gagal Bayar di Depan Mata

Pacu Transformasi Beyond Mortgage, Peringkat Kredit BTN Tetap Perkasa di Level idAAA

“Bea Cukai? Ya kita lihat saja nanti Pak (Wakil Menteri Keuangan) Anggito punya mainan. Kalau memang nanti tidak perlu, ya mengapa harus pakai Bea Cukai? Atau tugasnya dia tetap ada, tapi semuanya AI. Semua berbasis AI,” tegas Luhut kepada awak media usai menghadiri forum ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Luhut meluruskan bahwa kehadiran PT Danantara Sumber Daya Indonesia bukan berarti akan menghapus total seluruh sistem penegakan hukum kepabeanan yang ada saat ini. Pada tahap awal, korporasi di bawah kendali Danantara tersebut hanya akan memegang kendali penuh atas ekosistem ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) tertentu yang bernilai strategis.

Sementara itu, untuk sektor industri manufaktur, tekstil, dan komoditas non-SDA lainnya, mekanisme pemeriksaan dan pelayanan ekspor dipastikan masih akan tetap berjalan menggunakan sistem yang berlaku sekarang.

Kendati demikian, Luhut menegaskan bahwa agenda reformasi kelembagaan di tubuh Bea Cukai mutlak diperlukan agar instansi tersebut mampu beradaptasi dengan arsitektur digital baru. Penggunaan teknologi AI dinilai akan membuat seluruh proses penilaian volume dan jenis barang ekspor menjadi jauh lebih transparan, presisi, dan sulit dimanipulasi oleh oknum di lapangan.

  • Baca juga: Babak Akhir Krisis 1998: Surplus BI Rp55 Triliun Bawa Pemerintah Lunasi Utang BLBI

“Saya pikir Bea Cukai ya perlu ada reformasi, kenapa tidak? Kalau memang nanti berjalan dengan badan ekspor ini. Saya sekali lagi sangat percaya dengan sistem. Jadi sistem digitalisasi berbasis AI ini saya sangat pro, karena sistem itu tidak bisa dibohongi,” urai Ketua DEN tersebut.

Risiko Interaksi Man-to-Man 

Poin krusial yang disoroti oleh Luhut adalah tingginya risiko moral (moral hazard) dan penyimpangan dalam pola pelayanan kepabeanan konvensional yang masih mengandalkan pertemuan tatap muka secara langsung antara petugas dan pelaku usaha.

Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen penuh untuk membangun ekosistem perdagangan digital yang meminimalkan kontak fisik (zero physical contact). Luhut menilai, semakin kecil ruang interaksi personal, maka peluang praktik kongkalikong yang merugikan keuangan negara akan ikut terkikis secara otomatis.

“Intinya kita mengurangi pertemuan orang ke orang (man-to-man interaction). Sebab kalau masih mengandalkan pertemuan orang ke orang, mau pakai pakta integritas pun hampir tidak ada yang benar, pasti ada saja masalahnya. Jadi dengan ekosistem digital otomatis yang kita bangun ini, kita akan mengurangi potensi penyelewengan itu dan secara linear meningkatkan penerimaan negara,” pungkas Luhut. ***

  • Baca juga: Fitch Jatuhkan Peringkat Pos Indonesia ke Level 'C', Ancaman Gagal Bayar di Depan Mata

Peta Rencana Peralihan Sistem Ekspor Nasional (Wacana DEN 2026)

Variabel Tata Kelola Mekanisme Konvensional (Bea Cukai) Proyeksi Arsitektur Baru (Danantara / DSI) Target Output & Efisiensi Sistem
Otoritas Pemungutan Pemeriksaan fisik & administrasi manual Automasi Sistem Integrasi Berbasis AI Mempercepat dwelling time ekspor
Ruang Lingkup Komoditas Seluruh komoditas ekspor nasional Fokus pada Sumber Daya Alam (SDA) Tertentu Proteksi komoditas strategis hulu-hilir
Pola Interaksi Pelayanan Pertemuan langsung petugas & eksportir Zero Physical Contact (Sistem Digital) Menutup celah pungli & korupsi sistemik
Metode Validasi Data Dokumen fisik & self-assessment rawan manipulasi Pelacakan data otomatis via AI & Big Data Pengawasan presisi, data tidak bisa dibohongi
Dampak Finansial Potensi kebocoran di pos bea keluar Optimalisasi Penerimaan Negara Mengamankan arus kas devisa hasil ekspor

Tags: AI PerbankanBea CukaiBPI DanantaraDENDewan Ekonomi NasionalDSIEkspor KomoditasKecerdasan BuatanLuhut Binsar PandjaitanPenerimaan NegaraPT Danantara Sumber Daya IndonesiaReformasi Birokrasi
 
 
 
 
 
Previous Post

BEI Siapkan Strategi Dorong Saham Potensial Masuk Lagi ke Indeks MSCI dan FTSE

Next Post

Perpres 26/2026 Terbit, Pertamina Boleh Impor Langsung 150 Juta Barel Minyak Rusia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:51

Bank Indonesia mencatat ULN Indonesia Agustus 2026 tetap sehat sebesar US$459,3 miliar (tumbuh 5,6% yoy) dengan rasio PDB 30,9% didominasi...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:00

Indonesia peringkat 1 dunia sektor modest fashion SGIE 2025/2026. Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman buka IN2MOTIONFEST x JMFW...

Porsi Kredit UMKM BRI Capai 83,86%, Bukti Komitmen BRI pada Pemberdayaan Usaha Mikro

Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:18

Riset Paramadina memproyeksikan kewajiban sertifikasi halal serentak berisiko membebani 8 juta UMKM pangan dan menekan daya beli rumah tangga. Stabilitas.id...

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

by Stella Gracia
13 Oktober 2026 - 13:23

Kementerian Pariwisata meluncurkan rute wisata Camino de Flores. Program ini bertujuan meratakan distribusi wisatawan dan memulihkan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara...

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

by Stella Gracia
12 Oktober 2026 - 12:21

Survei Konsumen BI September 2026 mencatat IKK tetap optimis di level 118,1 di tengah kenaikan rasio belanja konsumsi masyarakat menjadi...

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:13

APBN membukukan defisit Rp319 triliun atau 1,24 persen PDB per September 2026, Menkeu Suahasil Nazara pastikan disiplin fiskal terjaga. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Pertamina: Tanda Tanya Pada Komandan Baru

Perpres 26/2026 Terbit, Pertamina Boleh Impor Langsung 150 Juta Barel Minyak Rusia

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance