JAKARTA, Stabilitas—Situasi ekonomi dunia memasuki fase baru dengan penuh ketidakpastian. Di tengah risiko eksternal yang kian besar, Indonesia harus selalu siaga menjaga fundamental domestik agar terhindar dari ancaman krisis ekonomi yang bisa datang kapan saja. Otoritas Jasa Keuangan sebagai pengawal stabilitas ekonomi di sektor keuangan memiliki tugas berat untuk memastikan sistem keuangan nasional tahan dari ancaman tsunami krisis ekonomi.
Sebagian pengamat merekomendasikan kriteria calon Dewan Komisioner OJK yang nantinya akan menduduki posisi sebagai Dewan Komisioner periode 2017 sampai dengan 2022. Panitia Seleksi (Pansel) dituntut lebih selektif sebab banyaknya jumlah kandidat yang mencapai 107 orang.
“Dalam kaitan peran strategis OJK tersebut, publik perlu mengawal proses seleksi tujuh anggota Dewan Komisioner OJK periode 2017 sampai 2022 yang kini tengah berlangsung. Dari hasil seleksi tahap pertama, telah tersaring 107 kandidat Dewan Komisioner OJK dari beragam latar belakang Profesi. Pansel harus selektif memperhatikan latarbelakang calon, jangan sampai para pencari kerja yaitu fresh fraduate atau pensiunan justru tetpilih,”usul Manager Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Apung Widadi, Jumat (10/2).
Peneliti Institute for Development of Economic and Finance, Abra P.G. Talattov menambahkan, agar Pansel bisa memilih calon yang dapat menjawab tantangan OJK kedepan. Tantangan DK OJK ke depan tentunya akan semakin berat. “Pertama, menjaga stabilitas keuangan nasional dari risiko eksternal dan internal. Kedua, mendorong inklusi keuangan demi mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan dinikmati seluruh komponen masyarakat. Ketiga, mewujudkan Good Corporate Governance pada seluruh stakeholders lembaga keuangan. keempat, memahami gejala (symptom) krisis & mampu menyiapkan protokol mitigasi krisis”.
Selanjutnya, FITRA akan mengajak organisasi masyarakat sipil yang lain bersama-sama mengawal seleksi OJK agar transparan dan aspiratif. FITRA juga akan memetakan kebutuhan, tantangan dan kriteria figur apa yang cocok untuk memimpin OJK kedepan.
“Kami sangat mengapresiasi nama nama calon telah diserahkan ke KPK, PPATK dan Dirjen Pajak untuk di cek Integritasnya, bermasalah atau tidak. Kami akan melakukan tracking rekam jejak para calon” lanjut Apung.
















