• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

Dua Sisi Uang Bitcoin

by Sandy Romualdus
26 Februari 2014 - 00:00
11
VIEWS
Euforia Uang Digital
0
SHARES
11
VIEWS

BERITA TERKAIT

Himpun Dana Lebih dari Rp5 Miliar di FinFest 2026, OJK Apresiasi Bank Jakarta Dorong Inklusi Keuangan

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

Keamanan dan kenyamanan itu berbanding terbalik. Jika Anda ingin kenyamanan pada titik ekstrem, maka akan menghilangkan keamanan. Begitu sebaliknya, keamanan yang berlebihan akan menghilangkan kenyamanan. Dan fenomena merebaknya bitcoin bisa ditilik dari sudut pandang tersebut.
Transaksi dengan menggunakan mata uang virtual itu benar-benar menawarkan kenyamanan pada titik ekstrem. Bayangkan, di saat hampir semua negara mengeluarkan aturan bahwa transaksi di lembaga keuangan dalam jumlah tertentu harus menjelaskan asal-usul dana, dengan bitcoin hal itu tak berlaku.
Selain itu, jika sebuah transaksi biasanya bisa dilacak oleh otoritas, dengan bitcoin hal itu tak dapat dilakukan.
Namun begitu jangan harap jika kehilangan sejumlah bitcoin dalam transaksi ataupun ketika berada di rekening, Anda bisa meminta ganti rugi. Karena hingga kini tak ada satu otoritas moneter pun yang menjamin transaksi menggunakan bitcoin.
Di Indonesia, perihal bank sentral tidak mau menjamin bitcoin disebabkan mata uang itu tidak memenuhi falsafah sebagai sebuah mata uang. Mantan
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, yang kini menjabat Kepala BI Medan, mengatakan, secara filosofis, bitcoin tidak memenuhi
falsafah sebuah mata uang. “Sehingga dilarang untuk beredar sebagai alternatif pembayaran,” kata dia.
Sesuatu dikatakan sebagai mata uang, terang Difi, harus memenuhi beberapa kriteria. Salah satunya, adalah harus adalah dikeluarkan oleh suatu lembaga yang jelas, sehingga jika alat pembayaran tersebut tidak laku, lembaga yang merilisnya akan bertanggung jawab.
“Contoh, jika rupiah ditolak, maka BI yang akan bertanggung jawab.” Singkatnya, BI melalui Difi menegaskan bahwa bitcoin bukanlah mata uang, alat untuk transaksi sebagaimana filosofi mata uang. Selain itu karena peredarannya di dunia maya, maka peredaran uang itu tidak memiliki batasan. Dengan itu pula, sulit untuk dilacak transaksinya.
Namun, meski tidak mendapatkan lisensi dari BI, pamor uang virtual itu di Indonesia tidak lantas surut. Bitcoin banyak digunakan untuk alat investasi. Menurut Oscar Darmawan, Founder Bitcoin Indonesia, masyarakat Indonesia banyak yang menggunakan bitcoin sebagai alat investasi. “Bahkan broker forex mulai menerima media bitcoin sebagai deposit,” kata dia.
Investasi di bitcoin dinilai Oscar seperti membeli emas, namun keberatan jika dianggap sebagai bentuk judi. Ketika memiliki dana sekitar Rp2 juta-Rp 10 juta, seseorang dapat membeli barang dengan file bitcoin. Selanjutnya bitcoin dapat dijual kembali. “Kalau judi beli nomor maka tidak mungkin dijual lagi,” kata Oscar.
Sebagai alat investasi, peminat bitcoin dinilai akan menikmati untung dari pergerakan harganya. Karena sedari awal sudah ditetapkan bahwa persediaannya terbatas sedangkan permintaannya naik. Tak heran di negara seperti Amerika, bitcoin berkembang pesat. Di Amerika, bitcoin ini dapat digunakan sebagai alat pembayaran dengan menggunakan bitpay.com. Perusahaan ini melayani jasa pembayaran dengan bitcoin.
Payment gateaway ini sekarang di Amerika Serikat sangat dipercaya oleh masyarakat. Bahkan salah satu investor yang merupakan orang terkaya di Asia Li Ka Sing melakukan investasi 2,7 juta dollar AS kepada bitpay. Ini sangat menarik karena semua online shop yang menggunakan bitpay kemudian menerima pembayaran dalam bentuk bitcoin, otomatis berubah menjadi dollar AS sehingga pihak online shop tidak perlu repot menjual bitcoinnya.
Sementara di Indonesia, kata Oscar, yang tertarik dengan bitcoin ini adalah perorangan dari komunitas teknologi informasi. Biasanya mereka mencoba beli bitcoin dalam skala Rp 10 juta-Rp 50 juta. Berbeda dengan di Amerika Serikat, perusahaan investasi juga dapat masuk ke bitcoin. Sementara itu, bagi seseorang yang dapat bertransaksi dengan bitcoin, pihaknya menerima transaksi minimal Rp50 ribu.
Bitcoin memang tengah menjadi incaran sebagian investor yang berniat mengambil untung dari fluktuasi mata uang tersebut. Biar begitu, bukan berarti BI bisa menerima alasan bahwa bitcoin bisa menjadi alat investasi yang berpeluang mendapatkan izin regulator.
Menurut Difi, dari BI, meski mengalami penguatan dan pelemahan, yang terjadi di bitcoin tidak memiliki penyebab yang jelas. “Beda dengan rupiah. Sebagai alat investasi di pasar uang rupiah juga mengalami pelemahan dan penguatan namun posisi itu ditentukan oleh inflasi,” kata dia.
Di sisi lain, hasil riset BI menyebutkan produksi bitcoin dibatasi hingga masa tertentu. Jumlah bitcoin ini memang terbatas hanya sekitar 12 juta bitcoin. Bitcoin akan dihasilkan sekitar 25 bitcoin dalam setiap rentang 10 menit.
Pembatasan tersebut dinilai menyalahi filosofi mata uang yang tidak dibatasi pencetakannya namun dengan perhitungan yang teliti. Dalam mencetak uang, bank sentral biasanya mengumpulkan informasi dari masyarakat, seperti soal berapa kebutuhan di tiap daerah. “Tidak ada rumus BI harus membatasi seperti halnya Bitcoin. Jadi kalau Bitcoin ada pembatasan, ini bertabrakan dengan falsafah alat pembayaran. Namanya uang tidak boleh dibatasi,” tegas Difi.

  • Baca juga: Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Risiko Investasi

Akan tetapi, meski tak mendapat lampu hijau, banyak orang yang tetap mengincar bitcoin yang terlihat dari tingginya permintaan software untuk menambangnya. (baca: Menambang di Ladang Virtual). Hal itulah yang turut mendongkrak harga yang juga otomatis meningkatkan risiko dari bitcoin.
“Karena ketika orang melihat bitcoin menguntungkan, maka mendorong yang lain untuk membuat alternatif investasi yang baru. Maka, nilai bitcoin lambat laun akan berkurang. Kondisi ini mengingatkan kita dengan dengan kemunculan reksadana. Awalnya diserbu nasabah, namun ketika harga turun, semua orang dibuat panik hingga ditinggalkan nasabahnya,” jelas Difi.
Bank sentral mengakui jika bitcoin memang popular di dunia maya karena kepraktisannya. Sama halnya dengan masyarakat yang tidak mau lagi menggunakan emas karena ada uang kertas yang lebih diterima dimana-mana. Nah, sekarang ini, maraknya online trading membuat mata uang berbentuk fisik seperti rupiah terkesan mulai ditinggalkan. Sehingga lebih praktis dengan menggunakan alternatif seperti bitcoin.
Risiko lainnya adalah dalam mekanisme penyimpanan. Bitcoin disimpan dalam sebuah wadah maya berbentuk dokumen di komputer yang dinamakan wallet. Saat menyimpan di dompet digital inilah pemilik bitcoin berisiko kehilangan barang miliknya itu karena ‘dijebol’ hacker atau karena lupa kode sandi. Kerugian ini tentunya tidak bisa dilaporkan karena tidak ada payung hukumnya.
Kekhawatiran ini pernah terjadi, ketika pada pekan terakhir Januari lalu, Wakil Presiden Bitcoin Foundation, Charlie Shrem, didakwa oleh Jaksa Amerika Serikat telah melakukan konspirasi pencucian uang karena menyalurkan uang tunai secara online dengan bitcoin. Adapun Bitcoin Foundation adalah kelompok perdagangan yang mengadopsi mata uang digital.
Kantor Berita Reuters melansir, Shrem didakwa telah mengoperasikan bisnis penyaluran uang tak berlisensi dengan nilai pencuian uang diperkirakan mencapai 1 juta dolar AS. Shrem dulunya merupakan CEO BitInstan, sebuah perusahaan penukaran Bitcoin yang tutup musim panas lalu.
Menurut jaksa, Shrem berkonspirasi dengan warga penduduk Florida, Robert Faiella yang menjalankan bisnis ilegal itu. Mereka berhasil menjual lebih dari 1 juta dollar AS dalam bentuk bitcoin kepada konsumen di Silk Road. Perdagangan itu kemudian ditutup oleh pihak berwenang.
Bitcoin, harus diakui memang mencerminkan kebutuhan alat tukar utama dalam ekonomi pada tingkat global. Hal ini karena bitcoin menjadi mata uang yang independen, transparan dan membawa revolusi keuangan. Selain itu, bitcoin membuat pengguna transaksi menjadi sangat nyaman.
Namun demikian, tetap saja risikonya (jika terjadi) akan membuat Anda tidak akan pernah nyaman.

  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif
 
 
 
 
 
Previous Post

Uang Virtual Kian Berkibar

Next Post

RUPS BTN Tunjuk Empat Direksi Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Sejarah Uang

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 14:20

INDEF menyoroti fenomena makan tabungan akibat inflasi pangan di atas 5 persen yang membuat rata-rata saldo tabungan di bawah Rp100...

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Himpun Dana Lebih dari Rp5 Miliar di FinFest 2026, OJK Apresiasi Bank Jakarta Dorong Inklusi Keuangan

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

Sikapi Dinamika Bursa, BNI Pacu Aksi Buyback Terukur Berlandaskan Aset Rp1.434 Triliun

Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

OJK Tegaskan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun Bukan Akhir, Buka Peluang Jerat Pidana Pasar Modal

Redam Volatilitas Pasar, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Perkuat Diplomasi Ekonomi, BRI Dorong Korporasi dan UMKM Lokal Masuk Rantai Pasok Global

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
30% Obat & Kosmetik di Asia Palsu

30% Obat & Kosmetik di Asia Palsu

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance