JAKARTA, Stabilitas— Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Presidential Lecture di Jakarta, (13/2) sebagai ajang edukasi bagi pegawai Bank Indonesia dalam menghadapi dunia ekonomi terkini. Dalam acara tersebut BI menghadirkan Presiden Republik Indonesia ketiga, BJ Habibie sebagai pembicara pada sesi lecture.
Acara tersebut merupakan yang ketiga kalinya digelar sejak BI Institute berdiri pada tahun 2015 lalu. Pada President Lecture ketiga kali ini BI mengangkat tema “Peningkatan Daya Saing Indonesia Melalui Penciptaan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas”. Pada kesempatan kali ini Habibie bercerita mengenai kepemimpinannya sebagai Presiden RI ketiga kepada ratusan pegawai Bank Indonesia.
Selain itu Habibie juga bercerita bagaimana kehidupannya selama menempuh pendidikan sarjana hingga profesor. Ia mengungkapkan bagaimana keluarganya membiayai pendidikannya dari mulai S1 sampai S2.
“S1 dan S2 saya nggak pakai beasiswa, keluarga yang biayai. Apalagi dulu belum ada yang namanya bank konvensional, saya punya account di Deutsche Bank, dan orang tua sering telat kirim uang,”cerita Habibie.
Mengingat perjuangannya semasa menempuh pendidikan, Habibie bersyukur saat ini jumlah beasiswa yang diberikan pemerintah kepada rakyat Indonesia semakin bertambah.
Habibie mengungkapkan bahwa dukungan pemerintah terhadap pendidikan rakyatnya sangat diperlukan sebab hal tersebut mampu mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berjiwa pemimpin. Ada tiga hal yang harus menjadi dasar, yaitu budaya, agama dan pemahaman akan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Sinergi dari elemen budaya dan agama itu adalah bentuk dari proses nilai tambah pribadi sistem pembudidayaan. Inilah yang menjadi dasar kepribadian para pemimpin,” katanya.
Namun Ia juga mnenyoroti produktivitas masyarakat di dalam negeri. Pemerintah perlu mengupayakan tersedianya lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Dengan begitu, produktivitas akan berjalan dan dalam jangka panjang akan mendorong daya saing Indonesia.




.jpg)









